Pertama kali pakai NMAX di aspal bertanah dan awal hujan, ngeri dan kalah sama emak emak


Penulis pakai NMAX itu seringnya di jalan kering atau di jalan yang betul betul basah. Baru tadi merasakan melewati jalan aspal yang kena tanah (karena ada proyek galian) di saat hujan sudah mulai turun dan permukaan aspal mulai basah.

Dan rasanya ngeri. Menurut penulis yang salah adalah bannya NMAX yang model begini:

Sekarang ini memang sudah tidak senekad dulu. Sekarang ini kecepatan tergantung pede atau tidaknya mengerem darurat hingga berhenti tanpa heboh. Dan situasi jalan tersebut membuat penulis tidak berani untuk jalan lebih kencang. Karena bahkan untuk berbelok pun harus hati hati.

Namun penulis baru sadar bahwa penulis termasuk motor lambat. Di kecepatan 55 km/jam maksimal, penulis disalip beberapa kali oleh kendaraan lain, termasuk juga emak emak. Penulis akhirnya ingat juga bahwa bila penulis pakai motor matik lain, biasanya kecepatan juga lebih tinggi pada situasi yang sama.

Entah mungkin karena bodi, berat motor atau lainnya. Tapi penulis lebih menyalankan pola ban. Pola ban menurut penulis sama sekali tidak sesuai untuk kondisi tersebut. Ban mestinya juga kurang sip untuk jalan yang betulan basah. Terutama karena selain cenderung gundul, pola kembangan juga tidak simetris, sehingga grip tidak imbang antara bagian kiri dan kanan.

Intinya sih penulis merasa ban itu hampir mirip dengan ban gundul, yang sudah hilang kembangannya.

Karena penasaran, ketika sudah dekat rumah dan tiba di jalan paving, penulis coba untuk rem belakang secara ekstrem. Dan ternyata benar, ban belakang sangat mudah kehilangan grip di situasi awalan hujan tersebut. Ditekan sedikit sudah selip. Ini penulis uji berkali kali. Sayang tidak bisa direkam. Bunyi decit ban pun tidak terdengar. Cuma bisa dirasakan ban belakang kehilangan grip.

Penulis nggak bisa bayangkan apa yang terjadi bila rem depan yang ditekan mendadak. Karena kan ban depan sama licinnya, dan beban motor juga cenderung di belakang. Jelas bahwa ban bawaan motor NMAX ini kurang layak untuk jalan basah.

Jadi pingin pirelli angel scooter, minim kembangannya simetris:

13 respons untuk ‘Pertama kali pakai NMAX di aspal bertanah dan awal hujan, ngeri dan kalah sama emak emak

  1. Mocil lokal indo apapun bentuknya pasrah aja pasti dapatnya ierce, beda dikit dapat dunlop di ZX25R
    Markusip di TVS RTR200, dapat Pirelli radial

    Suka

  2. masalah handling saya juga ngeri klo pake beat. buat belok ga bisa luwes klo kecepatan sedang. beda sama yamaha mio j sedap bgt klo buat nikung.. jadi kayak RC213V VS YZR M1 jadinya.

    Suka

  3. Kalau buat aerox vva ban belakang diturunkan ukurannya jadi 120/70/14 apa bisa masuk ? Soalnya ukuran yang standar ini terlalu ngedonat buat ban belakangnya.

    Suka

    • 120/80-14 biar ketinggiannya sama dg standarnya. Ya karena lebar velg std aerox 155 itu kayaknya 3.5 inchi jadi wajar jika dikasih ban standar 140/70 akan terlihat donat

      Suka

    • Kalau menurut rekomendasi FDR bisa:
      Rekomendasi rim untuk ban FDR

      Ukuran ban Lebar pelek
      120/70 – 14 2,75  3,50  3,75
      140/70 – 14 3,50  4,00  4,50
      80/80 – 14 1,60  1.85  2.15
      90/80 – 14 1,85  2,15  2,50
      100/80 – 14 2,15  2,50  2,75
      110/80 – 14 2,15  2,50  2,75
      70/90 – 14 1,40  1,60  1,85
      80/90 – 14 1,60  1,85  2,15
      90/90 – 14 1,85 2,15 2,50

      Suka

  4. Sampeyan pakai IRC bawaan pabrik kan? Saya dulu juga ngeri MxKing pakai Ban itu, kalau di aspal kering terus ketemu bagian basah karena air gor tumpah ke jalan aja kerasa slip dan sedikit ngesot ban nya.
    Saya pakai IRC Roadloser juga sering spin dan ngesot ban belakang kalau belok agak miring terus buka gas penuh.
    Malah pakai Corsa Platinum yang R93 sama R46 itu jauh banget lebih enak, ga nemu gejala-gejala yang saya sebutkan di atas.
    Sekarang pakai FDR Sport XR (depan) dan dan Pirelli Diablo Rosso (belakang). Enak juga, saya tidak terlalu merasa efek aquaplanning lewat genangan air, grip juga oke saat hujan lebat, jauh lebih baik dari IRC, kalau kering enak banget, saya rider amatir tapi Ban itu bikin pede rebah sampai sepatu nyetuh aspal, padahal udah ganti footstep underbone.

    Suka

    • Terima kasih infonya. Sip bila ban tidak terpengaruh genangan. Ha ha, roadloser. Mungkin memang benar. kembangannya juga terlihat anaeh.

      Iya, ban bawaan. Memang licin. Padahal kalau yang di motor Suzuki, ban IRCnya lumayan lengket. Mungkin kembangannya kurang.

      Suka

  5. Ban bawaan pabrik mah gtu, ane ada 2 Scoopy ring 12 dan 14. Yang ring 14, waktu pakai ban standar, lewat jalan tidak rata aja goyang, kalau hujan malah jalannya seperti ngleyot atau kempis. Juga handling kaku amat, akhirnya ku ganti pake Diablo Rosso, handling lebih lincah seperti motor Yamaha. Motor jadi anteng walau lewat jalan tidak rata. Minusnya tarikan bawah agak lelet karena ban ini cukup berat, kudu ganti roller ringan. Oh ya pola kembangkan ban asimetris yak. Kalau hujan, ban ini cukup minim goyang (asumsi tekanan ban standar) sampai kecepatan 60 km, diatas itu wis sadar diri lah.
    Ring 12? Masih perawan bannya, ngepat ngepot kalau jalanan tidak rata dan handling kaku. Capek om

    Suka

    • Terima kasih infonya, wah ternyata ternyata parah juga ya. Mungkin grip terlalu besar sehingga jadi berat.

      Diablo rosso kembangan tidak simetris tapi rasanya tidak separah RC dan kembangan di tengah ban cukup banyak.

      Iya, kalau ban lebar karena velg lebih kecil memang lebih kaku ya.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.