Protes lagi ajaran ngawur JDDC, masa di awal tikungan disuruh ngegas?


Penulis asli masih tetap bingung sampai sekarang darimana JDDC, terutama dari pak Jusri Pulubuhu, dapat ilmu safety riding. Karena kok banyak ajarannya pakemnya beda dari umumnya. Seringnya malah menjerumuskan. Soal pemakaian rem, menaruh jari di tuas rem sudah sering penulis bahas. Kali ini nemu lagi, dan sumbernya dari youtube, dan pak Jusrinya ngomong sendiri:
FOC – BIG BIKE MOTORCYCLE SAFETY TRAINING (March 14, 2020) Coached by : Jusri Pulubuhu (JDDC)

Jadi belok itu dikatakan melawan gaya sentripetal (betul itu). Dan untuk mengeliminir (menghilangkan) efek gaya sentrifugal itu diperlukan sudut lintasan yang lebar (ok), dari postur (ok), dan kecepatan (LHO!!!).

Katanya justru waktu menikung gas jangan ditutup, dan harus di gas (LHA KOK?) Jangan di rem (LHA KOK?) Lagi menikung gasnya dipanteng (LHA KOK?).

Ini jelas bikin perkara. Di mana mana itu yang penulis tahu, gaya sentrifugal itu makin besar bila kecepatan makin tinggi. Bila dilihat rumus berikut, gaya sentrifugal itu meningkat pangkat dua dari kecepatan:
PERANCANGAN GEOMETRIK JALAN

Lha kok ini disuruh nggak boleh nutup gas, dilarang ngerem, dan disuruh meningkatkan kecepatan?

Iya deh penulis nggak pernah naik moge. Naik motor laki saja jarang banget. Seringnya naik motor bebek dan skuter. Tapi apa ya beda banget begitu ya? Apa ya kalau Marc mau belok makin tajam maka mulai dari awal masuk tikungan gasnya dipanteng?

Dari pengalaman penulis, kalau mau bikin belok kita bisa lebih mantap, lebih tajam, sudut beloknya lebih kecil, maka kecepatan harus dikurangi. Dan karena menurut penulis ban depan itu juga bertugas untuk belok, maka penulis pilih pakai rem belakang.

Walau ada juga yang merasa pakai rem depan lebih baik dengan alasan pakai rem depan bisa membuat geometri motor berubah, membuat sudut rake angle jadi lebih kecil, membuat motor lebih mudah belok:
Why You Need to Be Trail Braking _ Motorcycle Trail Braking Explained

Yang jelas kalau ngegas itu sebaliknya, bikin rake angle makin besar, yang efeknya bikin motor lebih sulit belok:

Mungkin kalau untuk maxi, apalagi yang masih belum diganjal stoppernya, itu mungkin tidak terjadi, karena engine mounting maxi Honda atau Yamaha itu didesain untuk mengurangi lift and squat seperti itu.

Yang jelas penulis itu sering pakai rem belakang untuk membuat motor belok secara paksa dan cepat. Mak set langsung belok motornya. Termasuk di NMAX. Untuk yang pakai motor matik Maxi dan merasa motornya nggak mau belok, silahkan dicoba. Rem belakang dikit dan langsung belok. Pasti lebih gampang daripada belok tanpa rem belakang. Ban belakang yang lagi ngerem akan jadi pivot yang lebih enak.

Kalau misalnya lagi nggak boleh ngerem karena ada motor di belakang, bisa pakai trik counter steering. Setang disentak ke arah berlawanan, lalu ketika motor jadi rebah karena sentakan setang tersebut, kita tinggal ikuti dan koreksi arah setang dan belok ke arah yang dituju.
Teknik counter steering yang diajarkan instruktur safety riding itu ngawur

Cuma rasanya kok eman eman sama bearing kalau sering begitu. Tapi rasanya tetap perlu untuk dilatih.

Tentu kalau di tengah tikungan sebaiknya tidak mendadak. Kalau tidak mendadak maka pilihannya ada dua. Kalau di rem belakang menikung akan lebih tajam. Kalau di rem depan menikung akan makin melebar (ini pengalaman penulis). Dan tentu saat pakai rem, jangan sampai terkunci atau ngelock rodanya.

Pakai gas akan membuat motor melebar.
Pursuit of Happiness – Mr Nogues II

Lepas gas akan membuat motor makin mudah menikung. Kalau yang dimaksud cruising, maka rasanya itu cuma cocok dilakukan di jalan yang ngegrip. Di jalan licin bakal ngeri. Opsinya cuma dua, sedikit rem belakang dan di gas ketika sudah mau keluar dari tikungan. Harus diingat bahwa fungsi ban depan juga untuk belok.

Ini juga belum termasuk yang menerapkan teknik trail braking, rem tetap dilakukan walau sudah masuk dalam ke tikungan, tikungan dipakai sebagai zona pengereman juga, teknik yang sudah mulai ditinggalkan di MotoGP karena keterbatasan ban:

Atau brake slide, membuat belok lebih tajam dengan membuat ban belakang semi ngerem, sehingga bisa sliding:
Gara gara CBS teknik mempertajam menikung pakai rem belakang seperti Rossi tidak bisa diterapkan di Honda Vario atau Beat atau CBR yang dilengkapi combi brake

Versi dengan kutipan dan demo:

11 respons untuk ‘Protes lagi ajaran ngawur JDDC, masa di awal tikungan disuruh ngegas?

  1. Trail braking itu fast in slow out
    Panteng gas itu slow in fast out

    Ane pernah dua2 nya
    Yang pertama lebih cocok untuk jalan kering
    Yang kedua lebih cocok untuk jalan basah

    Jadi, agar bisa panteng gas di tikungan itu, sebelum belok kecepatan motor harus diturunkan serendah mungkin (braking hanya saat motor tegak). Lalu mulai akselerasi pelan2 di tengah tikungan (ketika out apex sudah terlihat aman untuk akselerasi)
    Cara ini lebih aman di jalan licin atau area blind spot, karena meminimalisir mengerem di tengah tikungan (kalau jalan licin dan blind spot bahaya, walaupun pake rem belakang)
    Yang sering pake cara ini, offroader dan pembalap rally

    Kalau yang dimaksud JDDC ini slow in fast out, ya emang seperti itu caranya

    Suka

    • sip, terima kasih penjelasannya. Yang dijelaskan JDDC itu beda, ngegasnya mulai masuk tikungan, bukan dari tengah tikungan. Mungkin maksudnya yang bagian sebelah kiri bawah di gambar berikut ini kan?

      Menurut saya tetap, ngegasnya tidak dimulai ketika mulai menikung, tapi ketika sudah mulai keluar dari tikungan. pak Jusri itu ngomongnya masuk tikungan tidak boleh ngerem dan harus ngegas. Sementara yang mas jelaskan itu ngegasnya baru di tengah tikungan. Beda.

      Iya, untuk akselerasi harus memperhitungkan kemungkinan motor makin melebar. Dan ini tidak dijelaskan di penjelasan JDDC.

      Harus diingat juga bahwa merubah gas di tengah tikungan licin itu sama bahayanya dengan mengerem terlalu keras saat menikung.

      Di jalan basah saya tetap menggunakan rem, model menggantung rem, sehingga ban belakang ada hambatan, membuat ban belakang jadi terbebani juga. Saya rasakan lebih aman terutama ketika grip mendekati limit. Bila sudah mau keluar tikungan, mulai gantung gas.

      Suka

  2. kalau ane sih setuju setuju aja dengan kutipan dari JDDC, dari dulu demen fast cornering daripada cepat akselerasi dan top speed. Lebih menantang, asal dilakukan secara terukur dan tidak merugikan orang lain.

    kalau bawa anak bini ya pake teknik aman, slow slow… biar selamat dan irit bensin

    “Yang jelas penulis itu sering pakai rem belakang untuk membuat motor belok secara paksa dan cepat. Mak set langsung belok motornya. Termasuk di NMAX. Untuk yang pakai motor matik Maxi dan merasa motornya nggak mau belok, silahkan dicoba. Rem belakang dikit dan langsung belok. Pasti lebih gampang daripada belok tanpa rem belakang. Ban belakang yang lagi ngerem akan jadi pivot yang lebih enak.”

    Ini beneran sudah ane praktikan lama tapi di mobil dengan penggerak FWD, belok tajam sambil tarik dikit hand rem, radius belok bisa lebih sempit. Klo motor? bisa tapi di motor Honda dengan sistem CBS rasanya aneh (kebetulan ada 2 Scoopy non CBS dan CBS, jadi tahu rasanya)

    Suka

    • Maksudnya setuju bagaimana? Nggak boleh lepas gas saat masuk tikungan? Ngegasnya mulai dari masuk tikungan? Rasanya untuk fast cornering juga nggak begitu.

      Sip, iya, pernah dengar teknik pakai rem dan gas atau engine brake dan gas untuk membuat FWD lebih mudah menikung.

      Iya, memang CBS bisa mengganggu kalau pas mau pakai rem belakang di tikungan.

      Suka

  3. Buat aye sih yg kaga ngarti balap teknik ini kaga ngaruh.. dah tau mo nikung ya pelan2 aje lagian ni ye jalanan di negara aye parabolic sentripetal-nya ngaco.. trus ntu tipikal pengendare di sini pada asal goblek dah tau tikungan masih aje maksa nyalip.. mendingan balap kaga usah disiarin deh di marih mempengaruhi psikologis orang di jalan raya aje..

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.