Kalau nggak beli bensin pertamina nggak nasionalis?


Penulis akhir akhir ini termasuk orang yang dikategorikan oleh Pertamina sebagai orang yang tidak nasionalis, karena beli bensinnya selain bensin Pertamina:

Sebelum bensin bersubsidi lenyap, sempat ada anggapan bahwa yang beli bensin bersubsidi itu tidak nasionalis:
Penggunaan BBM Non-Subsidi Dukung Ekonomi Nasional

pihaknya mengajak masyarakat meningkatkan rasa nasionalisme salah satunya dengan mendukung gerakan pemerintah dalam melakukan penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, dan beralih menggunakan BBM non subsidi.

Entah apa hubungan beli bensin pertamina dengan meningkatkan ekonomi nasional. Apa memang beli bensin pertamina bisa bikin negara (terutama rakyat) lebih makmur?

Penulis tidak merasa dimakmurkan dengan keberadaan bensin pertamina. Tapi harus diakui orang yang kerja di pertamina itu makmur banget. Tapi yang namanya kemakmuran kan harusnya merata?

Bensin pertamina itu mahal. Sama petronas saja lebih murah petronas:

Di Indonesia juga ada Vivo:

Dulu sempat ada kasus bensin sekelas pertamax plus dijual dengan harga premium:

Mungkin pertamina itu bangga karena harga bensinnya lebih murah dari bensin shell:

Tapi kan bensin shell itu impor. Sementara bensin pertamina itu kan harusnya lokal. Kita pakai contoh oli mesin dah. Oli mesin buatan lokal itu bisa 30 ribu. Sementara oli impor itu bisa mulai 90 ribu. Mengapa kalau bensin nggak bisa begitu juga?

Mungkin pernah dengar slogan, cintailah produk produk dalam negeri. Ok, tapi apa pertamax itu produk dalam negeri?

Kenyataannya tidak. Justru impor, dan perhatikan juga harga impornya berapa:

Beli impor alasannya karena produk lokal sangat mahal:

Kok bisa mahal? Karena memang itu bukan milik pertamina tapi milik asing. Yang mengelola ya orang asing juga. Soal ini ESDM melakukan pembelaaan sebagai berikut:

Entah apa maksudnya itu. karena harus impor karena beli lokal mahal itu sudah ciri negara tidak punya kuasa terhadap pengelolaan kilang minyak.

Dan perlu diingat juga bahwa di pasal 33 UUD 45 itu tidak hanya soal dikuasai oleh negara, tapi juga soal kemakmuran rakyat. Nah apakah pengelolaan minyak di Indonesia itu bikin makmur rakyat?

Lha wong bensin saja disuruh beli yang non subsidi. Dan itupun sekarang sudah mulai dihilangkan:

Kita diminta untuk nasionalis. Tapi dengan seperti itu apakah pertaminanya sendiri nasionalis? Ini juga masih menjadi pertanyaan.

Libatkan Shell, BPH Migas Bilang Masih Nasionalis

Ketua Lembaga Perekonomian Nahdhatul Ulama (PBNU) yang juga Wakil Ketua Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fahmi H Matori menolak bila langkah BPH Migas memasukan perusahaan minyak asal Belanda, Shell dalam tender penyaluran BBM bersubsidi sebagai langkah tidak nasionalis.

Yang bikin nggak suka pakai bensin pertamina adalah dari kualitasnya. Soal kerak itu sudah terkenal:

Juga seperti yang penulis rasakan akhir akhir ini, pakai bensin pertamina bikin fuel dilution di NMAX. Mau coba pakai pertamax turbo, eh ada yang sharing info berikut ini:

Pakai bensin pertamina bikin oli cepat rusak yang membuat penulis jadi terpaksa jauh lebih sering ganti oli. Ini bikin biaya keseluruhan jadi lebih mahal.

Kalau dirangkum:
– bensin pertamina itu bukan produk dalam negeri
– pertamina jadi seperti toko yang jualan produk luar negeri
– bensin buatan lokal mayoritas dikelola asing, yang harganya disebut sangat mahal
– kualitas bensin kurang sip
– harganya mahal
– subsidi bakal dihilangkan
– beli bensin pertamina tidak bikin penulis makmur

Oleh karena itu, bila ada yang jualan bensin yang lebih baik dari pertamina atau yang harganya lebih murah dari bensin pertamina, penulis tidak merasa terbebani beli bensin selain pertamina.

11 respons untuk ‘Kalau nggak beli bensin pertamina nggak nasionalis?

  1. “Kamu bebas melakukan apa saja, dan bicara apa saja, tetapi cari makan sendiri-sendiri, itu negara kanan,” kata pria yang akrab disapa Cak Nun

    “Nah negara Komunis, Sosialis, kamu dikasih rumah, kendaraan, listri dan air semua ditanggung negara, tapi kamu diam, tidak usah membantah,”

    “Nah, di Indonesia digabung. Kamu diam, jangan ujaran kebencian ya, makannya cari sendiri-sendiri, loh!,”

    Suka

      • Pak penulis…rekomend bensin selain pertamina ron 88 dan 90 pengalaman pak penulis yg bagus tapi harga nya ndak bikin kantong jebol apa ya…?
        Makasih pak.penulis

        Suka

        • wah, saya cuma ada opsi shell untuk sementara. belum coba AKR. Nanti suatu saat coba. Yang jelas kalau untuk NMAX saya, shell super lebih baik dari V-Power dari sisi irit dan tenaga. Fuel dilution jauh berkurang, mesin juga terasa lebih bersih. Harga memang lebih mahal di 9150, tapi kalau dihitung sama olinya, jatuhya lebih murah daripada pakai pertalite.

          Suka

  2. sebenernya yg bikin mahal harga bbm itu masih banyak nya praktek KKN di segala sektor. saya kerja di Cargo pengiriman material aditif untuk bbm pertamina. materialnya harus import dari amerika, belum lagi banyaknya oknum yg “minta” jatah baik di jalan, dan di lingkungan situ. kalo ga ngasih barang ga bisa masuk apalagi di bongkar. dan harus sewa peralatan di sana yg tarifnya ga murah.
    untuk masalah sulfur sepertinya salah satu faktornya dari tangki SPBU nya. saya pernah ngobrol dgn perancang bbm nya sebenernya sulfur nya itu sudah Nol. dan truk tangki yg mengakomodasi pengiriman juga selalu cleaning sebelum loading. nah apakah storage di SPBU itu rutin di cleaning sebelum di isi BBM baru lagi? maaf sedikit cerita saja om om semua. hehe

    Disukai oleh 1 orang

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.