Mengapa kok aditif oli mesin untuk mengurangi friksi / anti aus saja sampai dibagi tiga?


Kalau dilihat dari sisi akademis, aditif untuk mengurangi friksi atau untuk anti aus itu dibagi menjadi tiga. Ada yang model cairan, yang kalau di akademis disebut friction modifier, ada yang model padatan, yang kalau di akademis disebut anti wear dan EP additive. Ketiganya punya fungsi masing masing, bekerja tidak overlap.

Berikut bila dibedakan berdasar cara kerja, ada tiga:
Fuels and Lubricants Handbook

Kemampuan aditif ini juga bergantung pada tiga tahap pelumasan juga:

Grafik di atas menunjukkan hubungan antara kecepatan pergerakan permukaan logam relatif satu sama lain, tekanan dan kekentalan oli. Bagian kiri adalah ketika oli sudah tidak mampu melindungi (karena kecepatan kurang, tekanan terlalu besar atau oli terlalu encer). Di kondisi tersebut, terjadi gesekan langsung antara logam dengan logam.

Aditif yang disebut friction modifier oleh akademis membuat oli itu bisa lebih kuat, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya gesekan. Sementara aditif anti wear akan membuat lapisan pelindung di saat mixed film lubrication, sehingga saat gesekan terjadi setengah setengah, nggak full, aus bisa dikurangi. Sementara aditif EP akan bekerja ketika gesekan sudah terjadi parah:

Bisa beda begitu karena aditif EP membutuhkan suhu / tekanan yang tinggi sebelum bisa terbentuk. Jadi kalau gesekannya nanggung, nggak akan bisa terbentuk dan akan gagal melindungi. Jadi tergantung gesekannya juga. Suhu aktivasi aditif EP juga beda beda:

Saat gesekan terjadi parah, akan terjadi suhu / tekanan tinggi pada permukaan yang bergesekan. Situasi ini akan membuat aditif EP bereaksi dan membentuk lapisan yang mudah rontok di permukaan logam sehingga jadi licin. Sifat seperti ini membuat aditif EP dan anti wear bisa habis:

Jadi masing masing aditif punya fungsi beda beda. Yang cair fungsinya mencegah terjadinya pertemuan logam dengan logam. Yang padatan fungsinya mengurangi terjadinya aus ketika sudah atau hampir terjadi gesekan antar logam dengan logam.

Jadi oli yang mengandalkan moly bisa jadi kurang mampu mencegah terjadinya gesekan antar logam. Yang mengandalkan ester bisa jadi kurang sip ketika sudah terjadi gesekan antar logam. Yang kurang ZDDPnya bisa jadi kurang sip ketika gesekannya cuma terjadi nanggung.

Ini sebabnya mengapa ketiga aditif diperlukan.

Perhatikan juga bahwa di sebuah produk oli atau aditif, friction modifier itu seringnya mengacu ke aditif EP:

Yang tentu ini cuma mengacu ke kemampuan melindungi mesin hanya ketika gesekan sudah terjadi parah.

Ini sebabnya penulis ngotot selalu pakai minyak goreng. Karena oli yang harganya terjangkau itu biasanya nggak ada esternya. Lagipula sebelum jaman pakai ester, pabrikan oli pakai minyak nabati:

Dan penulis juga pakai rasio minyak gorengnya nggak tinggi, maksimal mungkin 20%, karena menurut penulis, motornya masih butuh aditif ZDDP dan moly.

6 respons untuk ‘Mengapa kok aditif oli mesin untuk mengurangi friksi / anti aus saja sampai dibagi tiga?

  1. Salam pak Cahyo,
    Bagaimana jika bensin ditambah sedikit oli samping pak, sebagai langkah preventif juga manambah pelumasan. meski mungkin jd lebih banyak kerak di ruang bakarnya. terimakasih.

    Suka

    • Salam
      Iya, itu bisa juga. Pakai sedikit margarin juga bisa. Tergantung bensinnya juga. Pertalite dan shell super sepertinya sudah lebih banyak pelumasnya dari bensinlain.

      Suka

  2. Sekalian dah mumpung di sinih..
    Bikin bahasan mengenai klasifikasi oli berdasarkan jenis sob.. mineral, sintetik dan parasintetik..
    Kelebihan & kekurangan.. ya gitu dah..

    Suka

      • Sekalian juga bahas bahan yang tertera di SDS dari oli om, seperti Distillates (petroleum), hydrotreated heavy paraffinic CAS No 64742-54-7 dll
        Pengen tahu bahan-bahan itu yang paling ampuh dalam film strengh atau ketahanan atas tekanan dan panas mesin

        Suka

        • wah, kalau itu ilmu saya kurang dan rasanya yang penting penting tidak dicantumkan mengingat yang penting penting itu bukan sesuatu yang perlu dicantumkan di SDS karena kebanyakan inert. Kadang disebut sebagai confidential.

          Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.