Bikin spakbor NMAX tidak mencipratkan lumpur hujan cara darurat, lebih ampuh dari sambungan spakbor?


Sebelumnya penulis sudah jelaskan bagaimana desain spakbor NMAX membuat bagian dalam bodi jadi kena cipratan air lumpur semua. Kalau ada unit ABS, bisa dipastikan bakal kena cipratan. Memang bisa bersih bila dicuci. Tapi menyemprot air ke bagian tersebut bisa jadi malah bikin penyakit. Apalagi ada yang menduga unit ABS itu rusaknya karena ada air di PCB. Ada yang menyarankan untuk pasang sambungan spakbor. Tapi penulis gagal menemukan tempat yang jual dan bisa pasang sambungan spakbor.

Karena ternyata makin hari makin parah, penulis pun akhirnya memutuskan untuk pakai cara darurat.

Iya, itu hanya pakai Baca lebih lanjut

Tanya beneran, PWR Aerox di dunia nyata beneran ada gunanya kah? Kok nggak kelihatan?


Jadi sebelumnya penulis pernah bahas bagaimana Aerox dengan knalpot racing itu kok kelihatan nggak kencang. Cuma saat itu penulis masih inreyen sehingga nggak bisa gas pol, cuma terlihat si Aerox nggak bisa ninggal motor penulis. Nah kali ini penulis sudah nggak inreyen lagi. Bisa gas pol seenaknya. Kebetulan ketemu Aerox yang warnanya beda walau sama sama knalpot racingnya.

Penulis jadi pingin bahas ini karena dari motomazine menyebutkan seperti berikut ini:
Daily Review All New Yamaha Aerox 155 Connected Part 1 : PWR

Dengan angka PWR sebesar itu harus diakui All New Yamaha Aerox 155 Connected memang mampu berikan jambakan yang bikin sampean mesem. Apalagi selepas lampu merah.

Penulis belum Baca lebih lanjut

Grip dan control juga harus jadi pertimbangan dalam memilih ban


Memang tiap orang punya pertimbangan beda beda ketika memilih ban. Barusan ada yang komen senang pakai Aspira Premio Tereno untuk ban depan, dan Premio Sportivo untuk ban belakang.

Terreno kayak begini:

Sportivo kayak begini:

Penulis tidak akan menggunakan pilihan ban seperti itu. Bukan karena nggak suka modelnya, tapi mempertimbangkan dari sisi pemanfaatannya. Dari sisi fungsi Baca lebih lanjut

Membongkar mitos seputar isi angin nitrogen, banyak yang palsu, tapi ada yang benar


Sampai sekarang isi angin nitrogen masih populer, atau justru makin banyak. Dulu isi angin bisa gratis di pom bensin, sekarang sudah tidak. Harus bayar.

Isi nitrogen itu disebut banyak keunggulannya. Contohnya menurut iwb:
Kenapa Nitrogen lebih baik dibanding angin biasa???…..

1. Gas nitrogen (N2) lebih stabil daripada angin dan udara biasa karena tidak gampang terpengaruh suhu ban yang sering naik turun
2. N2 mempunyai berat jenis lebih ringan dan partikelnya yang lebih besar dibanding oksigen membuat kebocoran ban ber-Nitrogen lebih sedikit
3. Kinerja ban lebih optimal ketika berputar karena sifatnya yang dingin
4. Lebih hemat BBM (bila tekanan angin selalu terjaga)
5. Memperbaiki manuver tunggangan
6. Sifat nitrogen adalah non-corrosive dan mampu mengurangi oksidasi dan karat karena N2 nihil oksigen dan unsur lembab
7. Nitrogen adalah gas kering yang akan mencegah terjadi karat atau korosi pada pelk. Selain itu kompon karet yang diisi N2 juga akan lebih awet “long life” akibat nihilnya unsur air yang memicu kelembahan pada ban.

Ini nggak beda jauh dari versinya wahanahonda:
Lebih Awet! Kelebihan Angin Nitrogen Untuk Ban Motor Kesayanganmu

1. Nitrogen Lebih Dingin daripada Angin Biasa. Ketika menggunakan nitrogen, Kamu gak akan mengalami yang namanya ban meletus saat motor berjemur di siang bolong. Nitrogen mah adem, cool, sejuk!
2. Molekul Nitrogen yang Lebih Besar. Beda sama angin biasa yang tiap minggunya pasti ada penurunan volume. Nitrogen ini beda, dia tetap setia di dalam ban kamu selama banmu gak bocor.
3. Dijamin Anti Air. Sedangkan angin biasa mengandung 78% nitrogen dan 21% oksigen dan air.
4. Anti Karat! Untuk Kamu yang masih pakai velg logam, penggunaan angin biasa yang mengandung air ini kadang bikin bagian dalam velg jadi berkarat lho.
5. Tarikan Motor Enteng. Bentuk ban saat diisi angin biasa memang akan sempurna, tapi gak akan nyaman untuk dikendarai. Pada akhirnya, standarnya ban akan “sedikit dikempesin” agar lebih nyaman. Memang lebih nyaman, tapi bentuk ban yang harusnya bulat jadi sedikit gepeng, dan cekung di bagian tengah. Sedangkan nitrogen menawarkan fitur pengisian yang lebih sempurna. Walaupun bentuknya sudah sempurna, namun ban tidak keras. Jadi tarikan akan semakin enteng.
6. Handling Motor Lebih Aman. Di segala obstacles yang ada, motor akan tetap terjaga kendalinya karena empuknya ban bernitrogen ini akan mereduksi goncangan.

Jelas ada beberapa hal di atas yang dibuat buat. Kita verifikasi dulu dari yang sumber aslinya penelitian atau sumber ilmiahnya.

1. Apakah benar nitrogen lebih stabil / tidak terpengaruh suhu? Berikut hasil pengukuran penulis berdasarkan info rasio ekspansi nitrogen vs oksigen. Beda 3,81%:

Silahkan dinilai sendiri apakah 3,81% itu signifikan atau tidak. Bisa dirasakan atau tidak

2. Apa benar nitrogen lebih ringan? Iya. Berikut datanya pada suhu 20°C:
Densities and molecular weights of some common gases – acetylene, air, methane, nitrogen, oxygen and others ..
udara: 1.205 kg/m3
nitrogen: 1.165 kg/m3
oksigen: 1.331 kg/m3
Angin nitrogen 95%: kehitung 1.173 kg/m3

Dibanding udara bebas sekitar 3% lebih ringan.

Silahkan dinilai sendiri apakah 3% itu signifikan atau tidak. Bisa dirasakan atau tidak.

3. Apa benar nitrogen lebih kecil? benar, tapi bedanya nggak banyak, sekitar 2%:
New mechanisms discovered to separate air molecules

The study considered separation of the main components of air: oxygen, nitrogen and argon. The molecular sizes of oxygen, nitrogen and argon are 0.299, 0.305, and 0.363 nanometers (nm).

Tapi memang benar bahwa udara biasa itu lebih mudah bocor dari angin nitrogen. Berikut hasil pengukurannya di mobil biasa:
EFFECT OF NITROGEN FILLING ON TIRE ROLLING RESISTANCE AND VEHICLE

Beda sekitar 50%:

Untuk truk, turunnya lebih banyak, sekitar 3 kali lipat, 10 kpa sekitar 1,45 psi:

Jadi ini fakta yang benar dari isi angin nitrogen, angin bisa cepat bocor bila diisi angin biasa. Tapi ada fakta menarik menurut penelitian NHTSA, yaitu yang keluar dari ban itu oksigennya dulu. Jadi makin lama makin tinggi kandungan nitrogen di ban:

Tujuh puluh enam ban dari 19 kendaraan diukur tekanan ban dan konsentrasi oksigennya. Untuk empat puluh ban dengan kode DOT tercatat umur rata-rata ban pada saat pemeriksaan adalah 2,8 tahun dengan umur ban berkisar antara 0,6 sampai 6,8 tahun. Tekanan inflasi rata-rata ban adalah 29,1 psi. Persentase rata-rata oksigen yang diukur dalam gas inflasi ban lapangan (ban kendaraan) adalah 15,0 persen, dan sebagian besar nilainya jauh lebih kecil daripada tingkat inflasi udara awal sebesar 20,9 persen. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan parsial oksigen dalam ban menurun secara signifikan selama pemakaian. Mungkin ada dua faktor penyebab: pertama, oksigen memiliki laju permeasi yang lebih tinggi daripada nitrogen, dan kedua, oksigen dikonsumsi.

Jika ban dalam layanan yang dirawat secara normal tidak bocor atau kempes, difusi / konsumsi oksigen yang lebih cepat relatif terhadap kandungan nitrogen dalam gas inflasi menghasilkan peningkatan persentase gas nitrogen dari 78 persen semula menjadi setinggi 91 persen, sehingga menurunkan tingkat efektif penurunan tekanan angin ban.

Jadi sebenarnya ketika kita pakai angin biasa, lama lama kandungan nitrogen akan meningkat karena oksigennya bakal kabur duluan dari dalam ban.

Nggak usah isi ngain nitrogen pun sudah banyak oksigennya dong? Atau barangkali isi angin nitrogen cuma butuh sekali saja? Dihabiskan dulu anginnya lalu isi nitrogen dan selanjutnya isi angin biasa.

Tapi perhatikan ya, mengemposi ban kalau sampai berlebihan itu nggak bagus:
CLEARING THE AIR ABOUT NITROGEN TIRE INFLATION

4. Nitrogen lebih dingin? Maaf, kenapa ya? Nggak masuk akal.

Ban nggak meletus kalau motor ditaruh di parkir panas kalau pakai angin nitrogen? Lha, memang kalau pakai angin biasa bakal meletus? Walau begini, penulis pernah kok parkir di tempat parkir yang panas banget. Dan ban motor penulis nggak meletus??? Apa memang panas matahari itu bisa lebih panas dari ketika dipakai ???

5. Angin Nitrogen bikin motor lebih hemat bbm bila tekanan angin dijaga? Sama saja dengan angin biasa dong? Kalau tekanan angin dijaga ya bisa hemat BBM juga!

Mungkin ada penelitan yang mengklaim tapak ban lebih awet dan bisa lebih irit BBM. Contohnya:

Tapi biasanya penelitian itu dilakukan dengan periode isi angin yang cukup lama, seperti misalnya dalam seminggu. Padahal itu dilakukan pada truk yang dipakai jalan terus. Jadi perbedaan itu muncul karena tekanan angin ban tidak dijaga dengan lebih singkat. Karena tekanan ban sempat terlalu rendah, maka keausan tapak ban meningkat, dan pemakaian BBM pun juga meningkat.

6. Angin Nitrogen memperbaiki manuver dan bisa lebih empuk walau bentuk ban dibuat bulat sempurna? Isi angin biasa harus dikemposi biar lebih enak?

Sama saja bro. Dimana mana kalau ban digembosi bisa lebih empuk. Nggak ada hubungannya antara isi nitrogen dengan empuknya ban. Dan kalau suspensinya sudah enak, tekanan ban itu bisa sedikit pengaruhnya bro. Kalau nggak terlalu keras bakal terasa nyaman.

Memang ada yang menunjukkan bahwa isi angin nitrogen bisa bikin redaman ban lebih baik, tapi lihat deh hasil pengukurannya:

Silahkan dinilai sendiri apakah 0,2% itu signifikan atau tidak. Bisa dirasakan atau tidak.

Penggunaan angin nitrogen juga disebut tidak mempengaruhi rolling resistance dari ban bila tekanan tetap dijaga:

Jadi bukan angin nitrogen yang bikin motor jadi laju, tapi tekanan angin. Kalau sampai merasa beda, maka coba cek apa tempat isi angin biasanya pakai meteran yang akurat. Karena kadang sering lebih dari seharusnya (pengalaman pribadi berkali kali kali)

7. Angin Nitrogen mengurangi karat dan oksidasi, kering dan bebas air? Masa iya? Mencegah sih mungkin, tapi kalau mengurangi? Apa sudah coba menaruh besi karatan atau karet getas ke tabung yang isinya 100% nitrogen? Apa bakal mengurangi?

Memang ada penelitian yang menyebutkan bahwa keberadaan oksigen bisa membuat ban lebih cepat rusak. Namun penelitian tersebut lebih mengacu ke logam yang yang dipergunakan sebagai belt di ban radial dan bead yang biasanya dari besi kalau untuk ban ukuran besar.

Jadi oksidasi ini efeknya lebih kecil untuk ban yang tidak mengandung baja.

Untuk soal velg bagaimana?

Perlu kita perhatikan bahwa yang velg yang kena langsung dengan angin ban adalah velg racing, yang bahannya kebanyakan adalah aluminium. Dan apa yang terjadi kalau aluminium teroksidasi? Jadi Al2O3. Dan oksida aluminium itu justru dimanfaatkan karena tingkat kekerasan dan kekuatannya:
Aluminium oxide

Aluminium oxide is used for its hardness and strength.

Jadi kalau velg aluminium kena oksigen, ya jadi makin kuat:
ALUMINUM OXIDATION: IS ALUMINUM CORROSION-RESISTANT?

Oksidasi aluminium terjadi lebih cepat daripada oksidasi baja karena aluminium memiliki afinitas yang kuat terhadap oksigen. Ketika semua atom aluminium telah terikat dengan oksigen, proses oksidasi berhenti. Alih-alih mengelupas seperti karat, aluminium oksida justru membentuk kulit permukaan yang keras dan berwarna keputihan.

Ketika permukaan aluminium baru terpapar di hadapan udara atau zat pengoksidasi lainnya, maka dengan cepat akan terbentuk lapisan tipis aluminium oksida yang keras (atau oksida terhidrasi dalam air yang tidak tergenang). Oksidasi aluminium inilah yang membuat aluminium sangat tahan korosi.

Bagaimana dengan velg jeruji? Nah, kan tahu sendiri ada ban dalam? Walau bahannya baja, tapi kan nggak kena udara yang dari ban dalam? Aneh kalah karat pada velg yang nggak kena angin nitrogen disebut bisa berkurang karena pakai angin nitrogen!

Jadi isu soal pakai angin nitrogen bisa mengurangi karat pada velg itu hoax kalau untuk motor. Velg jeruji bisa berkarat kan seringnya karena air yang terperangkap di velg. Sementara itu kalau di velg tubeless yang dari aluminium justru malah jadi makin kuat kalau kena oksidasi.

Isu karat pada velg itu cuma relevan pada mobil yang pakai velg kaleng. Dan perhatikan bahwa di poin 3 sudah dijelaskan bahwa kandungan oksigen dalam ban makin lama makin berkurang, maka karat pada velg kalengnya mobil itu lebih sering terjadi dari luar, bukan dari dalam. Penulis pernah lihat sendiri velg kaleng dilepas bannya, dalamannya bersih.

Ada penjelasan juga bahwa oksigen bikin ban kurang awet. Makin sedikit oksigen maka makin sulit ban teroksidasi. Memang ban yang teroksidasi bisa lebih cepat rusak, tapi perhatikan bahwa kerusakan ban juga bisa terjadi karena tekanan angin ban yang kurang. Dan perhatikan bahwa ban dalam itu biasanya lebih awet dan ban luar. Karena apa? karena ban luar kena udara luar.

Percuma dalamnya pakai nitrogen kalau bagian luar masih kena udara yang ada oksigennya. Sama saja bro, umur ban bakal tetap berkurang.

Dari NHTSA pun menjelaskan bahwa walau ada bukti memakai nitrogen yang murni bisa meningkatkan keawetan ban, sulit untuk bisa menyimpulkan hubungan antara penggunaan angin nitrogen dengan durabilitas ban:

Dari yang membuktikan umur ban pakai angin nitrogen bisa lebih awet pun acuannya adalah tapak ban:

Padahal seperti kita tahu, tapak ban itu hubungannya dengan tekanan angin. Kalau nggak pernah kurang, ya pasti bakal awet.

8. Yang sangat merusak ban itu tekanan angin ban yang kurang. Karena ban itu bentuknya nggak sempurna lagi. Ketika ban selalu benjol keluar bagian bawahnya, maka ketika ban berputar, maka bagian benjol diratakan ke semua bagian sisi ban:
Bridgestone safety manual

Akibatnya apa? Ya ban jadi retak retak bagian samping bannya:

Dan melihat gejala kurang tekanan angin ini nggak bisa dengan dilihat saja kadang:

Kalau cara penulis sih velgnya penulis injak. Ketika terlihat ban jadi berubah bentuk. Maka penulis akan pompa.

Perhatikan bahwa pada saat kita butuh jalan kencang atau membawa beban berat, maka sebaiknya tekanan ban ditambah.

Mengurangi tekanan ban itu memang bisa menambahkan daya tapak ban. Yang dibutuhkan terutama saat offroad, seperti disarankan di link berikut:
Tyre Pressure recommendation

Contohnya:

SAND 18-26 psi
FAST/SMOOTH GRAVEL 32-36 psi
MUD 22-28psi
GRAVEL/ROCKS 22-28 psi

Ada yang menyarankan untuk mengurangi tekanan angin di jalan basah atau saat hujan, sehingga muncul bantahan seperti berikut:
Mengurangi Tekanan Ban saat Hujan bisa Menambah Traksi? Fakta atau Hoax?

Untuk mengetahui perihal kebenarannya, Jimmy Handoyo, selaku Technical Service & Develompment Dept. Head PT SRI, produsen FDR Tire mencoba berikan penjelasan. Om Jimmy tak menyarankan kita mengurangi tekanan ban saat hujan. “Efeknya justru sebalilknya. Tapak ban tak akan berfungsi maksimal membelah genangan air dalam kondisi basah saat kekurangan tekanan angin,” ujarnya.

Bisa ditambahkan bahwa kalau hujan itu pasti suhu ban lebih dingin, tekanan ban pasti berkurang juga. Dan lagian, kalau ban nya memang dari desainnya licin, mau dibagaimanapun juga ya licin. Yang lebih baik ya pasang ban all weather yang enak untuk jalan kering ataupun basah.

Oh iya, tekanan angin maksimal ban biasanya bisa kita lihat di website ban. Katanya sih juga tercantum di ban, tapi entah bagian mana.

9. Saran saran terhadap penggunaan angin nitrogen itu sering menganggap anginnya 100% nitrogen. Padahal kenyataaannya tidak. Bahkan yang pakai tabung sekalipun.

Mungkin ada yang berpendapat bahwa tempat isi nitrogen yang nggak pakai tabung, yang pakai pompa itu bukan angin nitrogen beneran, seperti dugaan postingan facebook di atas. Sebenarnya sih tidak. Karena memang ada alat yang bisa menghasilkan nitrogen secara on demand. Cara kerjanya seperti berikut ini:

Jadi alatnya menggunakan dua tabung. Kedua tabung akan bergantian menjebak oksigen ketika tabung satunya menyedot oksigen yang terjebak. Karena itu, kemurnian dari nitrogen ini bisa berubah ubah. Alat asli pasti ada meteran nitrogennya:

Kemurnian disebut sebagai berikut:
PT Global Insight Utama-Green Nitrogen bantah isu berbuat curang

Carbon Molecular Sieve (CMS) berfungsi memisahkan gas nitrogen dengan gas oksigen dan lainnya. Proses ini membutuhkan kompresor berkekuatan minimal 3 PK. Sistem PSA menjamin kemurnian nitrogen yang dihasilkan mencapai 95-99.5 persen.

Kemurnian masih di bawah yang menggunakan tabung. Tapi masalahnya, nitrogen dalam tabung disediakan dengan kemurnian berbeda beda. Yang paling rendah yang penulis tahu lebih besar dari 99,9%:
TUGAS AKHIR PRA RANCANGAN PABRIK GAS NITROGEN, OKSIGEN DAN ARGON DENGAN KAPASITAS 150.000 TON/TAHUN

Alat penghasil nitrogen ada yang jual 16 juta:

Tapi tentu bukan tidak mungkin ada alat yang palsu. Dan sayangnya sebagai konsumen sulit untuk bisa memastikan kecuali dengan satu cara, yaitu punya alat pengukur tekanan angin sendiri, bagusnya yang model bluetooth. Kita harus hitung sendiri kecepatan penyusutan udara. Harus dilakukan, karena nggak murah isi angin nitrogen itu.

versi video:

referensi:
pengaruh nitrogen ke keawetan ban
Efek nitrogen ke kenyamanan: deflection
tes NHTSA untuk umur dan hilangnya angin ban:
perbandingan bocor angin nitrogen
nitrogen lebih awet
efek nitrogen ke keawetan ban, pengecekan ban:

Apa beda suspensi Showa SFF non BPnya CBR250RR dengan BPnya CBR150R? versi kupasmotor


Bro Pugman meminta penulis untuk membahas versi penulis soal beda dari suspensi upside down SFF yang diterapkan di Honda CBR150R dengan yang ada di Honda CBR250RR. Asli nggak pede, tapi penulis akan coba bahas.

Berdasarkan keterangan resmi, keduanya mempunyai karakter berbeda:
Review Test Ride Sok USD All New Honda CBR150R, Begini Rasa Ayunan Soknya…

Sok USD punya All New CBR150R ini punya level yang berbeda dari suspensi depan CBR250RR yang hanya Showa SFF (Belum Big Piston). Keuntungan tipe sok USD SFF Big Piston ini lebih pada kestabilan pada saat trek lurus, sedangkan sok USD punya CBR250RR menggunakan komponen Cartridge, peruntukannya lebih ke kestabilan saat high speed cornering.

Kupas Teknis Suspensi Up Side Down SFF BP Honda CBR150R . . . Struktur dan karakternya!

Lalu Pak Endro menjelaskan Bahwa Suspensi Showa SFF BP yang hadir pada CBR150R itu memiliki Karakter yang lebih responsif dan memiliki stabilitas pengereman yang lebih baik. Sementara Suspensi USD Showa SFF pada CBR250RR lebih memiliki Karakter respon pada Cornering yang lebih baik.

Gambarnya seperti berikut ini. Yang punya CBR150R yang kanan:

Animasinya seperti berikut ini, video tahun 2009 dan bukan SFF, tapi sepertinya relevan: Baca lebih lanjut

Asli butuh yang bisa jawab, apa alasan motor matik Jepang menggunakan suspensi single action?


Jadi pabrikan motor Jepang itu sampai sekarang selalu menggunakan desain yang dari puluhan tahun yang lalu, dengan desain kuno dan model single action:

Single action artinya gerakan suspensi dihambat hanya dari satu sisi saja, biasanya dihambat di kembalinya atau disebut tahap rebound. Hambatan compressionnya nol.

Penulis jadi heran ketika ada yang protes seperti berikut di bahasan soal suspensi NMAX yang single action, hambatan kayak suspensi soak, dan nggak ada tekanan gasnya: Baca lebih lanjut

3 kelemahan fatal suspensi NMAX (KYB), tabungnya aspal, punya ADV dan PCX sama?


Disini penulis menganggap suspensi NMAX itu selevel dengan suspensinya PCX dan ADV. Tapi memang baru yakin kalau ada yang bongkar suspensi ADV baru ketahuan selevel atau tidak. Yang jelas, sekarang ini sudah banyak yang bongkar suspensi NMAX (yang pakai tabung tambahan). Dan dari menyimak video ini, kekecewaan terhadap suspensi NMAX jadi makin besar. Dan yang punya Honda maxi, perlu pelajari juga.

Yang belum tahu, motor NMAX penulis itu suspensinya tabung. NMAX versi 2018, dengan suspensi produksi 28 Juli 2020:

Sebelumnya penulis sudah cerita bahwa jeleknya suspensi bawaan NMAX ini, merek KYB ini, adalah Baca lebih lanjut

Oli cepat rusak di matik Yamaha gara gara selang pernapasan transmisi salah tempat? manfaat breather


Penulis sebelumnya mengeluhkan bahwa oli di transmisi Yamaha NMAX penulis itu cepat rusak. Umur tidak selama yang di motor lain (mungkin sekarang sudah waktunya cek juga kali ya?). Penulis sempat klaim di video bahwa mestinya oli bisa awet karena harusnya tidak ada udara yang melewati gardan. Tapi penulis kemudian diingatkan oleh pemirsa. Ternyata ke transmisi itu ada udaranya, dan udara ini disebut bikin oli nggak awet:

Lengkapnya sebagai berikut: Baca lebih lanjut