Apa sih sebenarnya beda oli mineral, semi sintetik dan sintetik? Sintetik seringnya bukan PAO


Bro Verza request untuk dibuatkan artikel soal perbedaan oli dari bahan dasarnya. Tentu ini ditambahi dengan pengalaman penulis pakai.

Bahan dasar oli itu normalnya dibagi menjadi 5 kategori, dimana dulu itu yang 3 disebut mineral dan yang 2 adalah sintetik:

Ini karena sebelumnya, oli grup I, II dan III merupakan hasil proses pengolahan minyak bumi. Yang membedakan adalah proses produksinya dan kemurniannya.

Yang sering membuat orang meremehkan oli grup I itu adalah karena oli grup I itu dihasilkan dengan proses yang sederhana, yang membuatnya tidak murni. Ada kandungan aromatic di oli grup I. Sementara di grup oli lebih tinggi, aromatic makin sedikit dan parafin makin banyak:

Perhatikan perbedaan kandungan sulfur dan saturasi. Saturasi menunjukkan seberapa murni tingkat molekul yang diinginkan pada hasil akhir proses produksi. Ada yang diinginkan seperti misalnya paraffin, dan ada yang tidak seperti misalnya aromatic.

Berikut sifat umum dari masing masing molekul yang ada pada bahan oli:

Parafin stabil pada suhu tinggi atau tekanan tinggi. Naphtenes cukup stabil dan punya daya larut bagus. Aromatic tidak stabil, mudah teroksidasi dan membentuk sludge.

Masing masing punya keunggulan sendiri. Bila ingin oli yang tahan oksidasi maka pilihannya adalah yang lebih banyak parafinnya. Bila ingin oli kental atau punya daya larut maka pilihannya adalah yang banyak aromaticnya.

Ini dipilih dari yang paling sesuai dari tiap batch produksinya:

Dengan proses yang lebih banyak, oli grup II dan grup III bisa lebih murni dari oli grup I

Karena lebih murni, maka keduanya mempunyai kandungan aromatic lebih sedikit dan parafin lebih banyak. Keunggulan karena seperti sifat parafin menjadi meningkat. Kelemahan karena sifat aromatic menjadi berkurang.

Oli grup IV dan V dari hasil proses yang berbeda dari ketiga oli sebelumnya. Keduanya dihasilkan dari proses sintesis:

Karena dihasilkan dari proses sintesis, produk akhirnya jauh lebih murni. Dan sifatnya pun jauh lebih murni. Keunggulan utama adalah rentang suhu operasi yang lebar:

Kemurnian itu digambarkan sebagai berikut:

Ingat bahwa lebih murni bukan berarti lebih baik. Karena sifat bahan berbeda beda.

Berikut contoh perbedaan. Perhatikan kelemahannya juga:
Memahami Perbedaan Antara Formulasi Oli Dasar

Yang sering jadi perhatian adalah PAO. Mengapa PAO sering jadi pilihan untuk bahan oli mesin terbaik? Selain karena rentang suhu kerja yang lebar (VI tinggi) juga karena sifatnya yang shear stable:

Namun seperti penulis jelaskan sebelumnya, PAO juga punya kelemahan, terutama dari sisi film strength. Film strength ini mempengaruhi perlindungan terhadap mesin ketika olinya masih bisa melapisi permukaan kedua logam yang saling bergesekan. Film strength lemah akan membuat lapisan mudah hilang / pecah / nggak kuat menahan tekanan.

Perbedaan dari film strength digambarkan sebagai berikut. Yang baik adalah ester dan minyak nabati (termasuk juga minyak goreng), grup I nomor 2:

Sifat licin ini sering dikaitkan dengan seberapa polar suatu bahan oli:

Berikut contoh hasil ujinya:

Oleh karena itu, seperti penulis jelaskan sebelumnya, PAO butuh ditambah bahan oli lain untuk bisa membuatnya lebih licin:

Tidak hanya lebih licin, penambahan ini juga memperbaiki sifat pelarut dan kompatibilitas PAO terhadap seal.

PAO juga belum tentu bisa diterapkan di semua aplikasi. Ada beberapa yang malah melarang pemakaian PAO, seperti misalnya karena kerak:

Walau ada kelemahan itu, PAO sering dianggap sebagai bahan yang terbaik untuk oli mesin. Namun sayangnya bahan ini langka.

Ini yang membuat harganya mahal.

Kelangkaan ini sepertinya yang membuat munculnya oli pesaingnya, yang diproses dengan proses sintesis juga, yang disebut sebagai proses gas to liquid, GTL:

Hasil akhir proses ini dikategorikan sebagai oli grup III+. Ada plus di belakangnya.

Dari sisi sifat, oli ini punya sifat jauh lebih baik daripada oli grup II dan grup III:

Sifat sudah mendekati PAO:

Oli tersebut bahkan mempunyai VI yang lebih baik daripada PAO:

Sifat yang lebih baik dari PAO, dan proses produksi yang juga menggunakan proses sintesis membuat sempat terjadi perang di pengadilan antara mobil dan castrol. Saat itu castrol mengeluarkan produk oli sintetik yang ternyata adalah GTL:
Synthetics: The Auto Industry Best-Disimpan Rahasia (dengan kutipan dari Muscle Mustang dan Fast Ford )

Tidak Semua Sintetis Dibuat Sama:

Perlu diketahui bahwa tidak semua sintetis diciptakan sama. Ada perbedaan besar dalam kualitas dan perlindungan yang diberikan oleh berbagai sintetis. Selain itu, tidak semua sintetis 100% sintetis. Banyak sintetis parsial yang dipasarkan di bawah persepsi sintetis penuh kepada konsumen yang tidak curiga atau bahkan oli hidrokracked Grup III seperti Castrol Syntec, misalnya, yang merupakan oli petroleum terhidroisomerisasi dan bukan oli sintetik PAO Grup 4 (ada artikel lengkap tentang ini di bagian Artikel Informatif kami yang merinci pertempuran antara Castrol dan Mobil). Tidak ada molekul sintetis PAO (polyalphaolefin) di Castrol Syntec, namun karena penyelesaian hukum dengan definisi oli motor yang disintesis, mereka secara legal dapat disebut sintetis. Pada dasarnya, mereka mengubah definisi sintetis agar sesuai dengan proses pemurnian tinggi minyak dasar minyak bumi, yang disebut hydrocracking dan berjuang dengan Mobil dan Dewan Periklanan Nasional untuk melonggarkan definisi sintetis.

Oli Motor Mendapat Semua Semantik Baru (pertama kali diterbitkan oleh Patrick Bedard dari Car and Driver )

Inilah yang terjadi, menurut akun terperinci yang diterbitkan di majalah perdagangan Lubricants World. Pada akhir tahun 1997, Castrol mengubah formula “oli motor sintetis penuh” Syntec, menghilangkan stok dasar polyalphaolefin (PAO) (itu adalah bagian “sintetis”, yang menghasilkan sekitar 70% volume dari apa yang ada di dalam botol) dan menggantinya itu dengan stok dasar minyak bumi “terhidroisomerisasi”.

Mobil Oil Corporation, pembuat Mobil 1, “Oli Motor Sintetis Terkemuka di Dunia,” mengatakan tidak adil dan mengajukan keluhannya ke Divisi Periklanan Nasional (NAD) dari Dewan Biro Bisnis yang Lebih Baik. NAD sering melakukan arbitrase antara pengiklan yang berselisih tentang klaim mereka yang bertentangan.

Akhirnya sidang tersebut dimenangkan oleh Castrol. Dan akhirnya istilah sintetik pun diperbolehkan dipergunakan pada produk yang grup III juga.

Walau dulu Mobil itu perang melawan istilah itu, sekarang banyak pabrikan oli yang sudah mulai menggunakan bahan GTL untuk produk oli sintetik mereka:

Dan bila kita perhatikan, pabrikan oli sekarang jarang mencantumkan kata kata PAO di bungkus oli mereka:

Untuk sisi konsumen mestinya tidak ada bedanya karena sifatnya yang mirip (termasuk kelemahannya juga mirip). Cuma mungkin konsumen rugi bila beli oli bahan GTL tapi dengan harga setara PAO.

Apa dengan bahan PAO atau GTL dijamin olinya pasti bagus? Belum tentu. Ingat bahwa aditif juga punya peranan yang besar pada performa oli. Jadi misalnya oli pakai bahan PAO sudah ditambahi ester, shear stability bakal tetap jelek bila misalnya aditif peningkat VI yang dipergunakan jelek.

Soal aditif akan dijelaskan di artikel lain.

Intinya kalau ada yang menyarankan oli sintetik itu lebih baik, jangan langsung percaya. Lihat pabriknya dulu. Dan juga walau beneran bagus, belum tentu kita butuh keunggulannya. Seperti yang penulis alami di NMAX. Kalau oli itu rusaknya karena fuel dilution, sifat anti oksidasi yang jauh lebih hebat jadi nggak ada gunanya. Penulis juga tinggal di daerah yang kalau malam hari sekalipun suhunya bisa 30 derajat. Selama ini nggak pernah lihat salju di pelataran rumah. Jelas nggak butuh oli dengan pour point yang luar biasa.

Shear stability jelas butuh, karena sering pakai rpm tinggi. Tapi apa ada jaminan olinya nggak pakai aditif perubah VI murahan walau harganya mahal banget?

Sumber, maaf tidak sempat ditata:
https://en.wikipedia.org/wiki/Talk%3ASynthetic_oil
https://forums.tdiclub.com/index.php?threads/mobil-v-castrol-re-synthetic.144822/
http://www.fiero.nl/forum/Archives/Archive-000002/HTML/20110502-1-074391.html
http://web.archive.org/web/20131005032715/http://www.performanceoiltechnology.com/AutoIndustry’sBestKeptSecret.htm
http://forums.banditalley.net/suzuki-bandit-600-thru-1200-airoil-cooled-technical/best-oil/35/?PHPSESSID=6c025b6574655488af556a37856b4fba;wap2
http://www.synlube.com/synthetic.html
https://www.synforce.com.au/base_oils.html
http://autoviews.blogspot.com/2007/11/there-are-only-two-real-synthetic-oils.html
http://www.msttn.com/dyna/OilReport.pdf
https://eu.eventscloud.com/file_uploads/80063323fae2540332e356ac1d069c49_1ReviewofBOKeyConcepts.pdf
http://gasprocessingnews.com/features/201410/gtl-innovation-produces-clean-base-oils-from-natural-gas.aspx
https://www.infineuminsight.com/en-gb/articles/base-stocks/uncertainty-ahead-for-base-stocks/
http://www.petroleumtrends.com/NPRAPaper4.htm

Versi narasi:

4 respons untuk ‘Apa sih sebenarnya beda oli mineral, semi sintetik dan sintetik? Sintetik seringnya bukan PAO

  1. […] Namun bila sama sama encernya, maka perlindungan mesin dari oli MS25 terasa lebih baik. Bisa jadi karena memang bahan Mesran yang dari oli grup I, yang kalau menurut teori film strengthnya paling tinggi dari oli grup lain, selain ester dan minyak nabati. Apa sih sebenarnya beda oli mineral, semi sintetik dan sintetik? Sintetik seringnya bukan PAO […]

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.