Untuk bikin motor lolos uji emisi ala Jakarta itu ringan banget


Jadi kan ada berita bahwa mulai tanggal 24 januari 2021, semua kendaraan wajib uji emisi:
Siap-siap, Kendaraan Bermotor Wajib Lulus Uji Emisi Mulai 24 Januari 2021, Jika Tidak Lolos Ini Sanksinya

Sumbernya sepertinya adalah peraturan gurbernur no 66 tahun 2020:

Sekarang sudah hampir 6 bulan aturan tersebut diundangkan:

Mungkin pada khawatir. Jangan jangan ribet?

Mungkin tidak. Karena disebutkan ambang batas berdasarkan peraturan sebelumnya. Dan di peraturan yang ada, ringan banget. Beda jauh sama yang diminta sama KLH.

Kalau acuannya peraturan gurbernur, maka cuma butuh memperhatikan HC dan CO. Itupun pakai satuan persen, dilakukan saat idle:

Penulis yakin aturannya pakai yang itu karena disebutkan mengujinya bisa di bengkel uji emisi

Mustahil untuk mengharapkan bengkel bengkel atau banyak tempat untuk melakukan uji emisi ala Euro yang mengharuskan uji dilakukan saat kendaraan berjalan.

Kalau keharusannya cuma itu, maka bakal mudah banget untuk membuat kendaraan lolos uji emisi. Yaitu dengan membuat kendaraan jadi irit.

Soalnya kalau kendaraan dibuat irit (asal jangan berlebihan), maka CO dan HC akan berkurang:

Yang repot itu adalah bila selama ini yang punya kendaraan (terutama motor) menggunakan oli rekomendasi pabrikan. Karena kan oli rekomendasi pabrikan itu bikin aus mesin. Ring piston yang aus bakal membuat oli bisa masuk ruang bakar dan meningkatkan HC. Kerak karbon juga bisa meningkatkan HC.
Take Care of Hidden Oil Burning and Reduce Your Oil Consumption—and Cost

Peningkatan emisi hidrokarbon (HC). Segel batang katup yang bocor oli meningkatkan emisi hidrokarbon (HC) di knalpot, yang dapat menyebabkan mobil Anda gagal dalam uji emisinya. Kebocoran juga dapat merusak catalytic converter karena kandungan fosfor dalam oli dapat mencemari katalis, mengotori busi, dan menyebabkan emisi HC meningkat karena bahan bakar yang tidak terbakar berjalan melalui knalpot. Hal ini dapat menyebabkan konverter menjadi terlalu panas, melelehkan media dan menyebabkan penyumbatan di knalpot.

Kalau mesin nggak aus karena selalu memperhatikan oli mesin, maka sebelum uji tinggal pakai oli lebih kental dan pakai bensin yang dicampuri atau sudah mengandung carbon clean. Kalau pakai carbon cleaner, pastikan sudah habis carbon cleannya karena cairan itu justru menghambat pembakaran.

Oli encer itu bikin polusi HC meningkat karena mudah menguap:
Take Care of Hidden Oil Burning and Reduce Your Oil Consumption—and Cost

Pelumas baru terdiri dari molekul ujung ringan yang lebih mudah menguap daripada minyak yang lebih berat, dan lebih rentan terhadap emisi hidrokarbon.

Yang perlu diperhatikan juga adalah bila sensor oksigen rusak. Kalau sensor oksigen rusak maka motor injeksi akan jadi boros. Ini bikin polusi makin parah. Solusinya adalah mengganti sensor oksigen atau pakai open looper.

Cara kasaran bisa dengan membuka filter dan pakai knalpot racing.

Bisa coba juga pakai bensin oktan paling tinggi karena bensin oktan paling tinggi itu butuh campuran bensin lebih banyak. Jadi pembakaran bakal terasa kering.

Intinya sih uji emisi ala Jakarta itu ringan. Nggak seberat standar Euro. Yang penting nggak ada yang bocor dan dibuat irit sudah cukup.

Barangkali punya usul cara mudah lain, silahkan.

Update:
Ada saran untuk memperbesar saluran AIS atau SASS, saluran yang tujuannya untuk menambahkan udara ke gas buang.

Di motor itu kalau tidak salah ada dua cara untuk mengurangi polusi. Yang pertama udara bertekanan dari ruang oli mesin dimasukkan kembali lewat filter udara:
Anggapan Yang Salah Mengenai Secondary Air Suplay System

Yang kedua adalah menambahkan udara ke knalpot:

Polusi bisa berkurang banyak:
ANALISA PENGGUNAAN AIR INDUCTION SYSTEM DAN KONVERTER KATALITIK PADA MOTOR YAMAHA JUPITER-MX TERHADAP EMISI GAS BUANG

Saluran ini biasanya disarankan dibuntu bila knalpot nembak, tapi juga katanya bakal mengurangi performa:
AIS Yamaha Ditutup? Jangan Deh

Dilanjut dengan saya iseng membuka penyumbat saluran AIS. Setelah selesai semuanya termasuk AIS itu, saya menyalakan mesin. Digas jadi lebih ringan dibanding sebelumnya. perlu diketahui saya cukup lama bahkan sudah setahun lebih setahun menutup AIS, jadi kerasa ketika dilepas penyumbatnya.

Pagi ini saya dibuat kaget performa setelah melepas AIS. Sejak awal dari rumah memang motor ini agak aneh sejak jalan dari rumah, lebih responsif dan ringan buka tutup gas ditambah rpm cepat turun sehingga saya lebih ringan mengerem.

Saya dibuat cukup kaget dengan performanya, loh..loh.. ini dengan mudahnya mencapai 128 Km/jam (sempat lihat digital speedo) dan ini naik terus 130, ngintip lagi 133..

penulis sendiri heran, kok bisa ya saluran dari knalpot bisa nyedot udara dari filter udara. Padahal kan mestinya tekanan di filter udara itu negatif ya? Jadi rasanya gas buang dari knalpot yang dialirkan ke box filter.

Bila benar fungsinya untuk menambah udara segar ke knalpot, mungkin daripada memperbesar saluran udara, lebih mantap bila sekalian dikasih kompresor 12V. Sekalian ditiup selangnya. Udara berlimpah di knalpot pastinya bikin konversi udara di dalamnya jadi lebih sempurna.

6 respons untuk ‘Untuk bikin motor lolos uji emisi ala Jakarta itu ringan banget

  1. terus motor motor 2tak gmana pak? kandungan CO2 sama HC cukup tinggikarena banyak juga bahan bakar yg lolos dan ga terbakar sempurna.. yg saya baca lebih beracun dari asap mobil dan mesin diesel.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.