Kecepatan kurang tinggi, mengapa selalu yang terpikir cuma buka limiter ECU?


Penulis cukup kaget juga ketika melihat video rider berikut:
AKIBAT MAKSA LIMIT DI GEAR 6! CBR 150R MENTOK RPM 12.000!

Ia mengeluh bahwa mengendarai motor di limiter itu kurang baik, tapi katanya mau bagaimana lagi. Si mas rider ini ingin untuk bisa menembus 150 km/jam. Dan yang ia lakukan adalah dengan mengeber motor di gigi tertinggi mentok hingga kena limiter.

Motornya katanya standar, cuma modif knalpot dan rantai saja. Entah itu modif ECU atau tidak, tapi lihat bisa 12 ribu itu mestinya sudah modif.

Kalau dari niatnya, si mas rider ini ingin agar motornya bisa lebih kencang dari 150 km/jam. Tapi menurutnya terkendala limiter.

Ini bikin penulis bertanya tanya. Mengapa kok nggak kepikiran ganti rasio gigi?

Bila melihat video maka terlihat jelas bahwa motornya kencang banget. Akselerasi di atas 120 km/jam bisa dilakukan dengan mudah. Rasanya motor akan dengan mudah mendapatkan kecepatan lebih dari 150 km/jam dengan mengganti gigi depan menjadi lebih besar atau mengganti gigi belakang menjadi lebih kecil.

Tapi mengapa si mas rider ini tidak melakukannya? Padahal ia sudah merubah rantai! Mengapa nggak sekalian ganti giginya?

Ternyata sepertinya sekarang ini sudah nggak musim lagi untuk ganti rasio gigi. Lha wong di toko aftermarket terkenal motor, dari TRD atau Mitra2000 saja sama sekali nggak sedia gear! Yang ada malah yang untuk maxi!

Aneh sekali.

Orang sepertinya cenderung memilih ganti ECU kalau ingin bikin motor makin kencang. Produk ECU mereka terlihat lengkap:

Padahal kencang itu nggak cuma bisa dilakukan lewat buka limiter, ganti rasio gigi pun bisa. Tapi aneh kok pada nggak kepikiran ya?

Bukan berarti nggak ada yang melakukan itu.

Tapi jadi aneh ketika orang berpikir bahwa kencang itu harus buka limiter. Apalagi ketika motor yang dimaksud adalah Honda CBR150R, yang tenaga puncaknya nggak ada:

Padahal jaman dulu itu rasanya masih banyak orang yang mainan gigi rasio walau CDI tanpa limiter juga sudah ada. Penulis termasuk salah satunya. Dulu cari gigi depan neko neko itu gampang. Untuk motor supra fit gigi depan standar itu mata 14. Cari dari 17 hingga 12 bisa. Bahkan di kota kecil sekalipun. Penulis pernah pakai yang 15 dan 16. Mantap banget. Jupiter Z yang saat itu jadi motor kencang di jalan, dengan mudah dilibas di jalan lurus pakai supra fit standar yang modifnya cuma ditempeli cemenite. Akselerasi memang agak kalah, tapi begitu si jupiter Z sudah mentok giginya, bye bye.

Versi narasi:

24 respons untuk ‘Kecepatan kurang tinggi, mengapa selalu yang terpikir cuma buka limiter ECU?

  1. Hahaha…

    Motor gw yg 2 tak unlimiter semua, mw kenceng ya gnt karbu/spuyer rojok, knalpot + ganti gigi rasio. Itu jg bisa maen ama OV, klo Byson sih ecess.

    Suka

  2. Sensor speed cbr itu ngikut rpm mesin

    Mau ganti gear berapapun, selama limiter ga dibuka speed di speedometer ga bakal naik (walaupun speed aslinya naik)

    Suka

  3. klo 2tak pake lidah membran racing bisa tembus 16000rpm. kayak satria 120 balap seeded klo ga salah korekan nya om chia. sama porting aja sekitar 193 – 202 derajat exhaustnya tapi buat harian ga enak sih. liat di yutub ninja150 portingan model kipas udah bisa jabanin zx25r berarti kecepatan on gps bisa 190an kpj.. klo cdi unlimiter di 2tak rawan rusak ring pistonnya. apalagi klo port exhaust nya ga pake radius kayak rx king.. CMIIW

    Suka

  4. nah ini dibahas jg.. buka limiter emg cara mudah utk menaikkan speed tanpa mengorbankan tarikan.. tp sy ga setuju krn durabilitas mesinnya turun jauh… Kecuali emg ridernya ga mikir keawetan dsb ya monggo.. pertanyaannya pertama, knp pabrikan kasih limiter rpm, krn ada sebabnya.. selanjutnya keputusan terserah rider masing2

    Suka

  5. Btw setau w sensor speed nya CBR itu ada dibagian gear depan, jadi perbandingan rotasi gear depan:gear belakang dikalibrasi sama ukuran final gear standar, trus muncul speed di speedonya. Kalo ganti final gear aja deviasi speed on speedo bakal naik alias gk sinkron sama real speednya. Aslinya udh naik tapi di speedo sama aja, n problem utamanya tarikan makin berat yang bikin mesin makin susah naik rpmnya. Jangan dibandingin sama supra series atau jupiter om, karena mereka kan speed sensornya di roda depan. Kalo memang mau ngejar speed on speedo, ya harus open limiter jawabannya. Selain itu berdasarkan pengalaman ganti ECU itu banyak keuntungannya juga. Bisa atur limiter di rpm yg lebih tinggi, bisa atur timing pengapian, rasio AFR, idle rpm, dll. Bahkan di beberapa model ECU udh bisa ditambahi fitur kaya launch control, quick shifter, bahkan pit limiter. Jadinya memang worth to buy.

    Suka

    • nah ecu racing kl saya lebih ngejarnya ke upgrade tenaga & torsi.. kalo limiter sebaiknya diset tetap atau geser dikit.. menimbang kemampuan mesinnya

      Suka

      • Kalo w sendiri ganti ECU tujuannya cuman buat mapping doang sih, jadinya potensi motor bisa lebih maksimal. Sama ngejar quickshifter ama launch control, lumayan buat showoff pas sunmori hehe

        Suka

    • Mungkin tarikan makin berat, tapi dengan tenaga yang ada, tidak akan mentok limiter lagi tentunya. Tujuannya adalah speed realnya tentunya, bukan speed di spedo. tujuannya biar tenaga mesin bisa dimanfaatkan, tidak terhalang oleh rasio gigi.

      Tentu ganti ECU bisa kalibrasi kecepatan juga.

      Menurut saya ganti rasio gigi tetap wajib.

      Suka

  6. Cara paling ampuh buat CBR150 naikin topspeed sampai lebih dari 150kpj itu ganti BPKB ke CBR250RR, nah jamin pasti berhasil hehehe…

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.