Singkat saja soal mengapa pakai oktan tinggi tenaga berkurang, oktan sama beda merek kok kemampuan beda


Bro Pugman meminta penulis menjelaskan lebih lanjut soal informasi berikut:

Informasi tersebut (maaf sudah lupa sumbernya) menjelaskan bahwa rasio bensin dan udara ideal itu bergantung pada kandungan energi dari bahan bakar yang dipergunakan. Jadi rasio bensin dengan udara ideal itu tidak bergantung pada oktan bensin.

Perlu diperhatikan bahwa angka disitu menggunakan MON. MON itu lebih rendah dari standar RON kita. Contohnya pertamax, MON nya 84:
Tes Oktan Bensin Non-Subsidi | Baut Kendor by OtoRider

Pertamax turbo mendekati MON 88:

Ingat bahwa angka itu estimasi. Angka sungguhan belum tentu segitu:

Perhatikan bahwa di tabel tersebut, E-30 adalah bensin dengan 30% ethanol. Dengan MON yang lebih tinggi, ternyata untuk bisa ideal campuran bensin harus diperbanyak daripada bensin biasa. Tapi perhatikan juga bahwa bensin balap, walau MONnya tinggi sekali, tapi rasio bahan bakar ideal bisa sama dengan bensin biasa.

Mengapa? Karena kandungan energinya hampir sama. Jadi jelas dari contoh tersebut bahwa kemampuan bensin itu tidak tergantung pada oktan saja. Kandungan energi juga penting.

Oktan bukanlah penentu daya bakarnya bensin. Oktan itu kemampuan bensin mencegah pembakaran terjadi sebelum waktunya. Kebutuhan oktan tergantung pada desain mesin. Yang penting adalah jangan sampai oktan bensin yang dipergunakan terlalu rendah.

Bensin juga merupakan campuran dari banyak bahan. Untuk mencapai oktan yang ditentukan, ada banyak pilihan. Untuk mencapai oktan yang sama, kombinasinya bisa banyak. Ada banyak jalan menuju roma katanya. Dan uniknya walau disini disebut bensin, benzene dianggap racun. Jadi rasanya bensin itu nggak ada benzenenya lagi:

Zat yang dipakai juga punya kandungan energi beda beda:
Heat of combustion, From Wikipedia, the free encyclopedia

Padahal itu masih cuma soal milih oktannya saja. Padahal bensin juga butuh kemampuan untuk membersihkan kerak, baik di ruang bakar ataupun di karbu / injector. Oktan makin tinggi makin menimbulkan kerak karena umumnya kandungan energi berkurang, sisanya jadi sampah. Juga butuh kemampuan mencegah menguap dan pelumasan.

Oleh karena itu bensin yang kemampuannya tinggi harganya mahal, walau itu produk pertamina:

Perasaan bensin yang dijual pertamina itu bukan produknya pertamina tapi beli tender dari Singapura?

6 respons untuk ‘Singkat saja soal mengapa pakai oktan tinggi tenaga berkurang, oktan sama beda merek kok kemampuan beda

  1. Teka teki yg aneh sejak dulu.. kita jual mentah beli mateng.. mentalnya konsumsi bukan mental mau repot dikit.. padahal sumber daya pertamina ga kurang2.. mereka pun bisa bikin oli setara motul kualitasnya di fastron platinum 0w-60.. tapi ya gitulah bisnis di bawah naungan asing (modalnya)..
    Harusnya bumn itu non profit kalo mengacu pada uud 45 pasal 33 ayat 3
    -Nyambungnya apa bang komen dengan konten?
    Oh jelas dari sini aja dah keliatan inkonsistensi kualitas produk.. jangan karena disokong negara lantas jumawa.. orang bisa menilai ko prodak shell, mobil, total, vivo, petronas lebih baik karena ya begitu adanya.. mirip pemeo pendatang lebih mau bekerja keras dibanding pribumi yg leha2 saja..

    Disukai oleh 1 orang

    • Iya, sangat setuju. Entah mengapa kok memilih tidak diproses sendiri. Apalagi terbukti bahwa sekarang walau lokal produksi bensin, tapi bukan buatan Pertamina, Pertamina malah belinya impor karena jauh lebih murah. Dan walau beli yang murahan, harganya sama mahalnya dengan bensin impor yang lain.

      Iya, faktor itu sangat berpengaruh. Jadi bikin malas beli bensin lokal. Bikin mesin bermasalah. Fuel dilution, kerak, dst.

      Suka

    • produksi minyak dalam negeri cuma 700rb an barrel per hari, itupun gak semuanya bisa dijadikan bensin.
      sementara kebutuhan Indonesia 1,5 jt barrel per hari. makanya wajar kita ngimpor minyak dari luar, dan kita bukan termasuk OPEC lagi kan

      Suka

      • Ada juga alasan lain:
        Harga Minyak Anjlok, Pertamina Tambah Impor Minyak Mentah dan BBM

        “Untuk gasoline khususnya RON 92 kami bisa mengoptimalkan storage yang ada, kami dapat melakukan pembelian dari luar yang harganya murah rencananya total 9,3 juta barel,” tuturnya.

        “Crude sumur domestik contoh dari Blok Rokan dan dari Exxon Cepu harganya sangat tinggi. kalau kita tetap serap dalam kondisi Covid-19 akan berdampak HPP meningkat tajam, di sisi lain crude impor sedang murah,” tuturnya.

        Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.