Singkat saja beda dari minyak goreng dengan ZDDP atau moly, alasan menggunakannya sebagai aditif


Biasanya penulis kalau sudah bahas ini panjang. Kali ini pendek saja. Jadi mungkin ada yang bertanya tanya mengapa kok harus menambahi minyak goreng padahal di oli mesin sudah ada ZDDP dan moly?

Jawabannya adalah karena cara kerjanya beda.

Minyak goreng (atau ester) itu ditambahkan agar olinya bisa mencegah terjadinya gesekan antara logam dengan logam. Biar olinya kuat mencegah ketemunya logam dengan logam. Biar film strength olinya jadi makin kuat.
Why Loss of Lubricity in Diesel is Proving Fatal to Marine

Sementara itu ZDDP dan moly itu gunanya adalah biar logamnya nggak mudah tergores ketika sudah terjadi gesekan. Boron, ZDDP, moly, dst itu akan melapisi logamnya. Masalahnya adalah karena untuk bisa melapisi harus ada syaratnya. Syaratnya panas atau tekanannya harus cukup tinggi. Kalau kurang, ya pelapisnya tidak terbentuk. Pelapis yang lebih kuat, butuh suhu atau tekanan yang lebih tinggi. Oleh karena itu harus pakai lebih dari satu macam.

Intinya adalah minyak goreng itu mencegah gesekan, sementara ZDDP (anti wear) dan moly (aditif EP) untuk mengurangi goresan bila logamnya sudah bergesekan. Jadi mencegahnya butuh, melapisi juga butuh.

Bagian mana saja yang membutuhkan digambarkan di grafik berikut:
Why does oil contain ZDDP (zinc)?

4 respons untuk ‘Singkat saja beda dari minyak goreng dengan ZDDP atau moly, alasan menggunakannya sebagai aditif

  1. Kalau nano organizer itu apa benar bisa menghilangkan goresan didinding silinder sehingga bisa menghilangkan ngebul?
    Apa ada efek sampingnya?

    Suka

  2. penjelasannya masuk akal dan berbanding lurus dengan hasil uji coba modifan semprotan oil nozzle dinding silinder yamaha vixion pada youtube video nya fatih motor channel.

    suara mesin yg ditimbulkan setelah dimodif nozzle jadi lebih halus tidak seperti besi yg saling beradu.

    sekaligus juga dapat menjawab, kebutuhan oli untuk mesin gen pigson series yg pelumasan standar dinding silinder nya hanya mengandalkan cipratan oli dari celah stang piston, adalah oli yg punya film strenght kuat, yaitu oli mineral sesuai informasi pada artikel Om Cahyo yg terdahulu.

    bukan oli sintetik atau full sintetik yg katanya bisa Long Drain hingga 5000 km keatas itu.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.