Suspensi belakang Lexi mudah patah, karena kualitas atau salah stopper engine mounting?


Jadi ternyata suspensi Lexi itu sampai sekarang masih terkenal mudah patah:

Ada yang bilang hal ini jarang terjadi:

Tapi ada juga yang bilang sering, di bengkelnya terima sudah 3 kasus:

Petisi ada, tapi masih sedikit yang setuju:
Recall Yamaha Lexi 125 standard

3.DAN YANG MENURUT SAYA PALING MEMBAHAYAKAN ADALAH SATU INI, SHOCK BELAKANG YANG HAMPIR DI SEMUA PENGGUNA YAMAHA LEXI 125CC STANDARD, DRAT SAMBUNGAN CINCIN SHOCK NYA CACAT PABRIK. *BAHKAN BANYAK YANG SUDAH MENGALAMI PATAH CINCIN SHOCK BELAKANG*

Mengingat tentang keselamatan sebelum memakan korban kami sebagai costumer Yamaha Motor Indonesia, MOHON DENGAN SANGAT, untuk RECALL YAMAHA LEXI 125CC STANDARD sampai semua masalah yang kami sebagai COSTUMER SANTUY alami clear, terutama masalah SHOCK BELAKANG YANG GAMPANG PATAH seperti hati hamba di kala malam minggu.

Patah ada yang terjadi di bagian atas:
Shockbreaker Belakang Patah Berjamaah, Pengendara Yamaha Lexi Curhat Massal

Ada yang di bagian bawah.

Solusi biasanya ganti suspensi merek lain:

Walau ada juga yang sepertinya mencoba melas sendiri:

Dari analisa kebanyakan menyalahkan pengguna yang menggunakan motor sembarangan. Tapi ada yang mengaku sudah hati hati tapi masih mengalami juga:

Dari pengalaman itu bisa jadi memang barangnya tidak berkualitas. Tapi menjadi pertanyaan juga karena motor lain dengan kualitas pengerjaan suspensi yang tidak jauh beda (sama sama tidak berkualitas), tidak mengalami masalah seperti itu.

Bisa jadi juga penyebabnya dari konstruksi engine mounting di Lexi.

Penulis jadi mengarahkan ini ke stoppernya engine mounting karena ada kasus ini juga:
Shockbreaker Lexi Dilaporkan Ada yang Bocor, Ini Tanggapan Yamaha

Beberapa waktu lalu, kebocoran shockbreker Yamaha Lexi sempat jadi perbincangan di antara pemiliknya. Bahkan komunitas Yamaha Lexi Club Indonesia (YLCI) yang saat ini sudah memiliki 16 chapter di seluruh Indonesia ini sempat menyatakan hal yang sama.

Salah satu bengkel Yamaha, Amie Jaya Motor yang berada di Jl. Raya Bogor No.8, Cimanggis Depok membenarkan hal tersebut, “Ya sejauh ini kami sudah menangani klaim shockbreaker Yamaha Lexi sebanyak 2 laporan,” ucap Kepala Bengkel, Nurwahid Dyah Mukti saat berbincang dengan detikOto, Senin (10/09/2018).

Dengan kasus yang cukup banyak itu berarti bahwa suspensi Lexi itu bekerja melebihi kewajaran. Hal ini membuat penulis teringat soal stopper engine mounting karena pengalaman penulis sendiri ketika pasang dan lepas ganjal stopper engine mounting. Ketika dilepas sentakan ke suspensi jadi meningkat sangat tajam. Tentunya ini akan sangat membebani suspensi dan nggak cuma bikin pengendara sakit pinggang saja.

Jadi saran penulis untuk pemilik Lexi, sebaiknya segera diganjal stopper engine mountingnya. Posisi stopper sepertinya mirip aerox:

Atau silahkan beli suspensi yang lebih berkualitas. Jangan khawatir, walau harganya lebih murah, cukup banyak suspensi di luaran yang kualitasnya jauh lebih baik dari bawaan Lexi.

Menurut penulis, cacat seperti ini tidak bisa tuntas hanya dengan merawat motor dengan baik misalnya dengan tiap hari mencuci atau melarang istri atau anak membonceng. Bukan itu solusinya.

14 respons untuk ‘Suspensi belakang Lexi mudah patah, karena kualitas atau salah stopper engine mounting?

  1. Kerana bukan sayap kepak, ditungguin masih sepi wkkwkw..

    Recall atau gak, pastinya kudu memenuhi target dulu jumlahnya.. cuma kalau memang benar beberapa kasus semudah itu patahnya sih fatal banget ye.. bahaya kamsudnya..

    Suka

    • Iya :). Di Indonesia ini unik, padahal jelas ditemukan di tahun pertama partnya bermasalah, di batch selanjutnya kadang sampai bertahun tahun masih tetap saja dipakai. Pabrikan tetap saja order produk cacat. Bahkan ada facelift cukup besar pun kadang part cacat tetap dipakai.

      Suka

  2. mungkinkah sudut baut pemegang shock absordernya terlalu gmn gt jd membuat mudah patah plus kualitas shock jelek , hrs uji coba ma ohlins ori kl sampai bocor berarti mmg sudut miring kl patah sy rasa hy 5 persen aja hy mahal shocknya

    Suka

  3. Maaf gan mau nanya shock belakang buat lexy untuk berboncengan yg bagus yg merk apa?saya dan istri berat total 150 kg..mohon dijwb gan. Karena saya bingung banget beli skok belakang.

    Suka

    • Inginnya menyarankan YSS DTG, namun sayang saya kurang tahu apakah ukuran per untuk Mio/beat bisa diterapkan juga untuk Lexi.

      Yang cukup bagus lagi adalah suspensi DBS yang dilengkapi setelan preload cukup banyak seperti misalnya DBS 744 atau DBS 766. Pakai preload 1/3 mungkin.

      Suka

        • kata kuncinya 310mm. 31 cm = 310mm. Untuk yang panjangnya 310 mm sepertinya ada DBS 766 / 8021 (tanpa tabung), DBS-8989 (tabung pajangan), DBS GP SERIES 001 (tabung fungsi), DBS 611 Proline (klik fungsi). Bila beli tipe lain, sebaiknya cari yang kakinya bukan logam pipih. Kaki suspensinya DBS yang ori itu bagus. Perlu coba juga YSS DTG Evo.

          Untuk Address, rasanya suspensi masih mirip punya spin, pakai yang ada tekanan gas di dalamnya mungkin. Spin juga nyaman banget suspensinya. Setara YSS DTG. DBS kalah bagus (dari sisi hambatan suspensinya).

          Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.