Tanya beneran, PWR Aerox di dunia nyata beneran ada gunanya kah? Kok nggak kelihatan?


Jadi sebelumnya penulis pernah bahas bagaimana Aerox dengan knalpot racing itu kok kelihatan nggak kencang. Cuma saat itu penulis masih inreyen sehingga nggak bisa gas pol, cuma terlihat si Aerox nggak bisa ninggal motor penulis. Nah kali ini penulis sudah nggak inreyen lagi. Bisa gas pol seenaknya. Kebetulan ketemu Aerox yang warnanya beda walau sama sama knalpot racingnya.

Penulis jadi pingin bahas ini karena dari motomazine menyebutkan seperti berikut ini:
Daily Review All New Yamaha Aerox 155 Connected Part 1 : PWR

Dengan angka PWR sebesar itu harus diakui All New Yamaha Aerox 155 Connected memang mampu berikan jambakan yang bikin sampean mesem. Apalagi selepas lampu merah.

Penulis belum pernah naik aerox. Tapi dari dua kali pengalaman “bareng” dengan aerox (yang terekam video) kok rasanya PWRnya nggak berpengaruh. Padahal itu di jalan yang mulus. Penulis lewat di jalan yang lebih lama. Bensin juga shell super, yang dikenal lemah. Oli mesin sedang pakai Mesran Super 20W50. Angin ban dipompa di rumah. Mesinnya juga fuel dilution yang sepertinya lebih parah dari yang lain. Mengapa kok nggak bisa menyalip si Aeroxnya? Sampai si bapak itu coba bleyer bleyer (yang tentu malah memperparah keadaan)

Menit 35:30 di video berikut:

Berikut yang sebelumnya, menit 0:35:

Memang Aerox itu unggulnya di rentang kecepatan berapa sih?

Di video ini nmax kalah telak, tapi pakai visor bagong sih. Aerox unggul mulai dari start:

Berikut kalah start tapi bisa menyusul mulai kecepatan 80:

Di sini aerox ketinggal:

Di sini aerox jauh meninggalkan:

Di sini aerox ketinggalan:

Di sini juga:

Bagi penulis sendiri, Aerox kok sama saja dengan NMAX ya? Di mana PWR nya ya?

25 respons untuk ‘Tanya beneran, PWR Aerox di dunia nyata beneran ada gunanya kah? Kok nggak kelihatan?

  1. Kalau buat saya PWR sebenernya mmng hanya angka. Kalau masalah tarikan harusnya yang jadi patokan torsi. PWR total juga pengaruh, maksudnya bobot rider+bobot motor per HP. Itu kalau mau dilihat secara real experience. Tapi sebnernya juga kan itu data power dan torsi on crank, power delivery di cvt jelas bakal memberi pengaruh besar. Kalau PWR diangkat sebagai klaim keunggulan dan objek promosi, sah saja sebab itu datanya. Tapi kalau dilihat dari user experience, masih ada banyak faktor yang mempengaruhi

    Buat saya power dan torsinya Aerox itu oke, tapi bawahnya kerasa biasa. VVA on dan naik baru kerasa padetnya. Kalo diadu langsung sama NMAX gk pernah sih, jadinya gk tau juga. Cuma kalo soal desain, saya sama temen2 lebih suka aerox, usernya juga jauh lebih banyak dari nmax di grup saya.

    Trus kalau adu2 seperti video diatas susah juga nilainya, soalnya skill ridernya juga beda2. Bahkan berat ridernya menurut saya jelas pengaruh. Teman saya dengan BB sekitar 50-60 kg bawa aerox standar bisa tembus 135km/h lebih, katanya malah belum mentok. Tapi dianya memang jago betot gas matic sih

    Soal knalpot racing itu juga menurut saya gk bisa jadi patokan umum, Kalau knalpotnya abal2, malah “ngowos” rasanya. Malah ada teman yang suka backfire knalpotnya aja, power gak seberapa. Kalau yang pake knalpotnya bagus, headernya juga pas dan bagus, peningkatan rasanya sangat signifikan, terutama putaran bawahnya, atasnya juga sedikit tambah padet dan lebih lepas

    Suka

    • Nah ini udah paling bener!

      PWR memang hanya angka, dan sangat sahih dijadikan promo karena fakta perhitungannya ya seperti itu …

      Setuju banget, bobot rider, jenis/tipe knalpot, kecakapan rider sangat berpengaruh juga..

      Jadi PWR memang hanya sebuah angka di brosur yang secara teori tidak salah hehehe..

      Cuma yang kaya gini kadang bisa jadi blunder, nanti pada berpatokan PWR, tapi kok gada larinya, kok loyo, kok kalah sama anu.. dlsb..

      Suka

    • terima kasih infonya. Iya, berat badan rider pengaruh besar, saya lupa sebutkan, mungkin penampangnya juga.

      Tidak setuju soal skill. Karena matik itu mestinya butuhnya cuma gas pol. Atau maksudnya posisi berkendara> Saat itu saya duduk tegak dengan sempurna.

      Iya, knalpot racing juga kebanyakan dynonya tidak menunjukkan rpm bawah.

      Ngiri juga dengar VVA nyala jadi padat. Saya sampai sekarang tidak bisa merasakan perbedaan VVA nyala atau tidak…

      Suka

  2. Saya cukup empet jg denger knalpot racing motor aerox, karena anak muda lebih milih yg sporti drpada nmax yg elegan. Pernah ada video dmn motovlog pke shogun mau nyalip aerox namun lampu utamanya kedip2 gr2 mau rusak, eh dikira mau nantangin 🤣

    Disukai oleh 1 orang

  3. PWR aerox itu bolehlah dibilang tertinggi di kelasnya, tapi dia jelas gak memperhitungkan bobot pengendaranya juga pak.

    Dan ya PWR itu gak bisa serta merta jadi acuan buat performa kendaraan. Ini contoh ekstrim sih pak, tapi buat proving the point saja. Misal xpander, dengan tenaga/bobot 76.8 kW/1.230 kg berarti dia punya PWR 0.062, lalu misal lagi vario 150 9.7 kW/112 kg dengan PWR 0.087. Kelihatan jelas vario menang jauh, jauh bener, api apa dengan begitu bisa dibilang vario 150 lebih kencang dari xpander? Ya mana bisa lah, wkwkwk.

    Suka

    • Ya sama juga, ini kalau di 250cc. Kan suaranya kencang banget tuh. Saya sering nemu orang pakai entah Ninja, R25 atau CBR250. Kalau dia tarik gas saya ikuti dibelakangnya dengan knalpot R25 saya yang standar, saya tidak ketinggalan malah dibeberapa titik bisa mendahului. Tapi kalau yang modifnya bener ya mem5ketinggalan jauh beneran, saya malah pernah baca tulisan blog berikut ini menarik, Ninja nya dibilang kebesaran knalpot

      http://bengkelhasta.blogspot.com/2015/12/ninja-250fi-peningkatan-power-tidak.html?m=1

      Saya termasuk yang percaya dan pernah 1x melakukan bahwa modifikasi knalpot itu belakangan setelah mesinnya selesai setting. Saya masih setia pakai knalpot standard untuk motor dan mobil karena rumah saya kecil. Kalau motor/mobil saya nyalakan depan rumah asapnya tidak bikin pedih dimata dan tidak bau aneh.

      Suka

      • terimma kasih linknya. Iya setuju. Rasio bensin udara yang berubah seringkali juga tidak diatas.

        Iya, degan knalpot standar sisa pembakaran bisa disempurnakan reaksinya. Coba buat cemenite 🙂

        Suka

    • PWR kosong boleh terlihat lebih tinggi tapi begitu dikendarai belum tentu lebih kencang. Misalnya bobot 1 orang pengendara (70 kg), berat Xpander jadi 1300 kg. PWR = 0.059 sedangkan Vario 125 beratnya jadi 182 kg. PWR = 0.053. Selisihnya makin jauh kalau bawa penumpang.

      Suka

  4. warning buat mesin gen aerox nmax, sebaiknya nyalakan dan panasi dulu mesin, biarkan stasioner setidaknya 3 menit atau dua menitan sambil ditahan di 2000an RPM sebelom pergi berangkat beraktifitas di pagi hari, untuk mencegah bearing noken as ambrol karena memang pelumasan ke area tersebut disinyalir agak terlambat lantaran tidak adanya lubang by pass jalur oli pada bearing noken (pada type R15 V3 atau Vixion R sudah terdapat jalur by pass oli) sehingga jika kontak ON mesin dinyalakan langsung cabut asal geber mengakibatkan pelumasan belom maksimal yg berakibat ambrol bearing.

    Suka

    • wah, saya sudah kadung selama ini habis nyalakan langsung berangkat. Nggak langsung kencang sih, merayap dulu. Nanti saya bahas khusus kalau memang ada gejala oblak.

      Suka

      • intinya harus dipanasi dulu Om, caranya biar ada waktu buat manasin motor gini :

        sebelom berangkat ngantor kan pasti pakai jaket, helem, dan sepatu dulu (atau mungkin sekalian kencing dulu biar gak kebelet di perjalanan), nah sebelom melakukan hal diatas itu semua, standar tengah nyalakan terlebih dahulu motornya, sambil pake perlengkapan kan perlu waktu itu, rentang waktu melakukan kegiatan tersebut bisa digunakan untuk memanasi mesin dulu, setelah semua selesai dipake tinggal cabut (tapi tetep gak boleh langsung gas geber wuueeesss🤣). Kesimpulannya musti pinter manajemen waktu lah 👍

        *nanti ada yg komen, kalo new CB dan Pario gak perlu manasi langsung gas saja alhamdulillah gak kenapa2🤣🤣🤣🤣

        Suka

        • 🙂

          Siap. Memang gampang dilakukan. Namun sudah terlanjur. Saya akan teruskan, sekalian bisa jadi pengujian. Dan ini bisa uji apakah pakai oli licin bisa mencegah hal itu.

          Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.