Bikin spakbor NMAX tidak mencipratkan lumpur hujan cara darurat, lebih ampuh dari sambungan spakbor?


Sebelumnya penulis sudah jelaskan bagaimana desain spakbor NMAX membuat bagian dalam bodi jadi kena cipratan air lumpur semua. Kalau ada unit ABS, bisa dipastikan bakal kena cipratan. Memang bisa bersih bila dicuci. Tapi menyemprot air ke bagian tersebut bisa jadi malah bikin penyakit. Apalagi ada yang menduga unit ABS itu rusaknya karena ada air di PCB. Ada yang menyarankan untuk pasang sambungan spakbor. Tapi penulis gagal menemukan tempat yang jual dan bisa pasang sambungan spakbor.

Karena ternyata makin hari makin parah, penulis pun akhirnya memutuskan untuk pakai cara darurat.

Iya, itu hanya pakai kertas kerdus agak tebal dan selotip bening.

Kerdus ukurannya tidak besar karena hanya penulis pakai sebagai rangkanya saja. Penulis sedikit tekuk bagian tengah kerdus agar tidak mudah menekuk secara melintang. Kemudian penulis selotip semua sisi kerdus agar bisa lebih tahan air. Sesudah itu penulis pasang. Karena kurang panjang dan kurang lebar, penulis tambahkan selotip di samping dan ujungnya. Tidak hanya satu sisi tapi bolak balik.

Secara tampilan, “sambungan” spakbor ini terkesan jelek, murahan dan jelek:

Tidak begitu masalah sih bagi penulis. Rasanya juga masih matching dengan lampu belok dan lampu depan. Yang penting fungsi.

Dan dari sisi fungsi, pakai cara ini sepertinya punya potensi besar hasilnya lebih baik dari pakai sambungan spakbor ataupun ganti spakbor yang belakangnya panjang (baru tahu ada ini ketika buat artikel ini). Pakai cara ini bisa lebih mencegah cipratan karena kardus tidak melengkung dan mengarah ke belakang, pengurangan sudutnya banyak:

Ini kalau pakai spakbor panjang:

Ini yang pakai sambungan hanya di lem:

Ini yang pakai baut:

Yang ini rupanya lebih melindungi dari sebelumnya. Memang sih yang menawarkan banyak. Jadi perlindungan yang ditawarkan beda beda. Malah ada yang bilang kepanjangan sampai membentur belakangnya juga.

Yah intinya kalau buat sendiri itu bisa seenaknya. Mau dibuat lebih melindungi juga bisa. Nggak lagi bergantung sama seleranya yang buat sambungan spakbor atau spakbornya. Yang jelas bisa melindungi.

Dari sisi keawetan bagaimana? Kalau kerdusnya kedap air, maka mungkin sampai tahun depan pun tetap awet. Selotip bisa tahan lebih lama kalau nggak kena sinar matahari langsung. Tapi lihat saja nanti.

Versi video:

update:
Pastinya akan disempurnakan. Bro Yudi menyarankan pakai karet yang biasa dipakai di spakbornya truk atau mobil. Yang terpikir penulis adalah plastik semacam mika untuk jilid buku skripsi, tapi yang warna hitam. Yang berikut lembaran pvc / polypropylene, tapi entah bisa beli eceran dimana, karena kalau belinya seharga sambungan spakbor ya ironis juga:

Atau mungkin sekalian beli map hitam:

Tapi untuk sementara, mau pakai ini dulu. Daripada keterusan basah. Lha wong yang di forknya saja sudah kelihatan karatan.

16 respons untuk ‘Bikin spakbor NMAX tidak mencipratkan lumpur hujan cara darurat, lebih ampuh dari sambungan spakbor?

    • Mungkin maksudnya seperti berikut ini?

      Ada karpet mobil, tapi rasanya terlalu berat untuk diselotip. Dan kalau panjang, mestinya bakal sulit untuk dibikin kaku ke belakang, dan jadi lemes ke bawah.

      Yang di video itu juga nggak berani cuma modal lem. Dia pakai penjepit kertas juga.

      Suka

  1. saya juga sudah punya sisa Pipa PVC 3 Dim, belom ada waktu aja untuk bikin sambungan spakbor buat aerox 155 di rumah, kan PVC pipe bisa dibentuk apalagi klo mereknya Rucika lebih gampang dibentuk.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.