Perubahan pada PCX 160 apakah bisa membuat konsumen puas dan mengurangi masalah?


Karena PCX sudah hadir di Indonesia maka penulis akan mencoba memperkirakan apakah kehadiran PCX ini bisa membuat pemilik PCX menjadi lebih puas. Maaf tidak akan banyak membahas bahan lokal, karena entah mengapa penulis kesulitan buka website resmi astra honda:

Di channel youtubenya welovehonda juga tidak ada video virtual launchnya:

Terkesan nggak niat publikasi, tapi mungkin dianggap dijamin populer. Nggak bisa disalahkan sih. Memang populer kok.

Yang namanya kepuasan tentu tidak bisa dilihat dari spesifikasi dan klaim dari desainer atau pabrik motornya saja. Tapi juga dari apakah ada masalah yang bikin pemilik motor sebel atau apakah desainer pabrik beneran bisa mendeliver apa yang mereka klaimkan.

Yang jelas dari sisi mesin ada banyak pengembangan. Dari sisi tenaga jelas meningkat.
AHM Luncurkan New Honda PCX 160 Dengan “Rasa” Nmax

Honda mengklaim bahwa mesin baru ini lebih powerful dari PCX lama yang “hanya” 150cc, powernya 10,8 kW dan torsi 13,2 Nm. Honda PCX 160 terbaru ini akan memiliki tenaga maksimal hingga 11,8 kW (naik 1kW) di 8500 rpm dengan torsi puncak 14,7 Nm (naik 1,5Nm) di 6500 rpm.

Tenaga itu didapat salah satunya dari sentuhan perubahan dari diameter silinder (bore) yang naik (dari 57,3 mm menjadi 60,0) dan jarak piston (stroke) menjadi lebih pendek (turun menjadi 55,5 mm dari 57,9), menghasilkan kubikasi 157cc, naik dari sebelumnya 149cc.

Dan ada beberapa cara yang dipergunakan Honda untuk meningkatkan tenaga. Mulai dari tambah kapasitas, tambah kompresi mesin, piston disemprot oli, dan entah apa lagi. Semua itu memang resep yang biasa dipergunakan untuk meningkatkan performa mesin.

Penulis baru ngeh kalau ternyata semprot oli itu bisa membantu pendinginan. Mungkin karena mesinnya pakai liner besi kali ya? Tapi ini bikin khawatir juga karena oli Honda itu kan pada terlalu encer semua. 10W30. Ada penelitian yang menunjukkan olinya jadi seperti 10W20 setelah 2000 km (nanti diposting). Padahal oli encer itu mudah menguap. Kalau oli disemprot ke piston mungkin memang piston jadi adem, tapi di sisi lain, olinya kan jadi panas?

Ilustrasinya berikut ini:
Ini Dia Yang Baru Pada Honda PCX 160 2021 Indonesia, Apa Saja?

Perhatikan bahwa yang disemprot adalah pistonnya, bagian dinding silinder tidak diperlihatkan disemprot:

Artinya oli akan disemprotkan ke piston yang sedang hangat hangatnya karena langsung dari pembakaran.

Jangan jangan PCX 160 ini akan masuk ke klub motor vampir oli juga???

Tambah kapasitas merupakan hal yang bagus. Apalagi karena harganya tidak naik banyak ketika kapasitas mesin ditingkatkan. Karena kan lihat saja vario. Naik 25 cc harga jadi naik banyak. Sementara PCX naik 10 cc nggak berubah banyak. Selisih harga dengan versi lama bisa disebut sebagai harganya facelift dan fitur traction control.

Cuma masalahnya apakah peningkatan tenaga ini bisa memberikan kepuasan pada penggunanya? Karena bisa jadi konsumen kurang dapat mengapresiasi peningkatan tenaga di atas kertas bila misalnya PCX 160 ini masih kalah tarikan dengan NMAX sebelum 2020.

Apa ini bisa terjadi?

Ya bisa dong. Karena kan NMAX lama itu karakternya tenaga muncul dari rpm rendah. Nah kalau PCX 160 ini didesain tenaganya baru keluar di rpm atas, maka di awal awal jelas bakal ketinggalan jauh. Padahal orang Indonesia itu kalau adu drag biasanya untuk jarak pendek saja. Kalau Honda masih pakai resep yang sama, maka bisa jadi konsumen kurang puas, seperti yang terjadi pada test ride PCX 150 berikut:
Test Ride All New Honda PCX : Lincah, Tapi Lambat

Walau ada indikasi jadi lebih kuat di tarikan awal:
Test Ride Honda PCX 2021 Thailand, Ini Komentarnya…

menurutnya memang mengalami peningkatan dibanding mesin lawas… Mesin memberikan respon yang mantap dari awal (akselerasi)…

Perlu diperhatikan juga bahwa kompresi mesin meningkat tajam. Bisa jadi mereka yang pakai pertamax tidak akan bisa merasakan hal ini. Bahkan bisa jadi mereka akan merasakan performa yang tidak baik, mengingat kalau oktan bensin kurang, maka tenaga di rpm rendah dan atas akan turun drastis, ini pengalaman pribadi.

Makin mengkhawatirkan juga ketika kualitas bensin pertamax turbo dipertanyakan:
lho, hasil uji oktan bensin pertamax turbo kok cuma 86!

Jangan lupa juga bahwa di PCX ada penyakit gredek. Memang ada yang tidak mengkategorikan ini sebagai kerusakan ataupun masalah, tapi ada yang sebel juga. Dengan tenaga meningkat, jangan jangan malah jadi makin mudah gredek?

Katanya pak Endro dari bagian teknik AHM sih kalau dilubangi memang bisa mengurangi gredek. Ia sebut nggak bagus karena melubangi bisa bikin jadi nggak balance, jadi berat sebelah. Tapi kalau yang melubangi mesin, apa yang masih nggak balance juga?

Dan perasaan PCX yang pernah dibongkar itu mangkok CVTnya masih utuhan.
Bongkar CVT Honda PCX160, Mangkok Kopling 2 Lubang

Peningkatan lain yang dilakukan oleh desainer Honda adalah peningkatan dari sisi kenyamanan. Suspensi belakang dibuat makin panjang dengan engine mounting yang jadi mirip Honda Beat / NMAX lama:
Ini Dia Yang Baru Pada Honda PCX 160 2021 Indonesia, Apa Saja?

Entah apa ini bakal meningkatkan kenyamanan karena sebelumnya Honda juga mengklaim bahwa PCX 150 itu makin nyaman dengan per dengan tiga tingkat kekerasan, tapi nyatanya ada saja rider yang mengeluh suspensi PCX terlalu keras, menit 1:18 di video berikut:

Ada yang memuji kenyamanannya, tapi sayangnya cuma lewat speed trap.
Kenyamanan Honda PCX160 4 Valve banjir pujian di Jepang, lhooo kok bukan power !!?

Faktanya, stroke suspensi belakang bertambah 10 mm sehingga penyerapan guncangan lebih baik dan goncangan ketika melewati speed trap juga bisa ditekan.

Kenyamanan yang dimaksud lebih banyak pada berkurangnya getaran pada mesin. Sementara untuk suspensinya sendiri cuma sedikit disebut. Perubahan handling pada saat menikung bisa jadi karena adanya perubahan engine mounting.

Penulis pernah lihat sendiri motor Honda Beat yang baru yang sudah pakai engine mounting di atas seperti PCX tersebut. Dan kesan penulis adalah tidak manusiawi. Dibanding NMAX standar, kok terasa masih lebih manusiawi NMAX standar. Padahal kalau menurut penulis, suspensi NMAX standar itu tidak manusiawi.

Mungkin menurut orang jepang suspensi lebih nyaman, tapi ingat Indonesia bukan Jepang. Di sini banyak jalan yang tambalan. Apalagi sekarang musim hujan. Suspensi yang menurut sana cocok, di Indonesia bisa jadi tidak cocok. Apalagi kalau dari desainernya masih memaksakan desain ketinggalan jaman, model single action, dihambat cuma reboundnya saja. Dijamin mentok.

Dan ingat bahwa suspensi dibikin makin panjang ini disertai dengan perubahan posisi engine mounting. Perhatikan bahwa suspensi di NMAX baru lebih pendek daripada di NMAX lama. Sementara itu posisi engine mounting berubah dari di atas mesin menjadi di depan mesin. Sementara di PCX terjadi sebaliknya. Dari di depan jadi di atas. Bisa jadi suspensi dibuat lebih panjang ini karena keharusan. Kalau pakai yang ori bakal mentok.

Ya lihat saja nanti. Apakah desainernya PCX beneran mampu mendeliver klaim mereka.

15 respons untuk ‘Perubahan pada PCX 160 apakah bisa membuat konsumen puas dan mengurangi masalah?

  1. tapi teknologi piston oil jet system ini juga diaplikasikan pada All New CBR1000 triple R lho Om, dan Superbike2 lain juga pake sistem serupa, tidak untuk mendinginkan sih lebih tepatnya mencegah pin piston macet dan menghindari gesekan berlebih pada liner, dan memang kerja oli akan semakin berat karena ditugaskan melumasi bagian yg secara terus menerus kena panas, kalo pakek oli bawaan yg angka SAE belakangnya 30 itu kayaknya bakal cepet kasar suaranya😁, namun jika olinya tepat suara mesin bisa halus

    Suka

      • Naahhh berdasarkan gambar diatas, kalo hasil modifan Fatih Motor di channel youtube nya itu, nozzle Jupiter Z yg dipasang pada crankcase Vixion arah semprotannya dibikin ke arah sisi bagian belakang liner silinder, bukan ke belakang piston kayak PCX 160 pada gambar, Alasan beliau diarahkan ke sisi area belakang situ, karena pada area tersebut sering ditemui baret2 gesekan dg piston, sesuai arah perputaran bandul kruk as yg searah laju motor (ke depan) yg pada saat langkah usaha piston dari TMA menuju TMB setelah Ledakan di ruang bakar, gesekan terbesar justru terjadi pada dinding liner area bagian belakang. (semoga bisa membayangkan/memahami)
        Jadi ane rasa oli tidak akan “seperti dibakar” kayak arah semprotan New PCX 160 diatas. dan kayaknya pada Jupiter Z 110 arah semproran Oil Nozzle nya juga seperti punya PCX 160 ini, soalnya dulu pada awal iklannya emang dibilang itu adalah “Piston Cooling System” bukan Enhanced Liner Lubrication

        Suka

      • Gini om, in my opinion itu mmng benar cara nyemprotnya seperti itu, karena gerakan aliran oli itu memang semburannya dari bawah piston, lalu mengalir ke celah2 / lubang2 yg ada di dinding piston. Bisa dilihat kalau piston dibagian pinggirnya ada lubang2nya di bagian ring piston, itu fungsinya sudah bisa sangat melancarkan aliran oli dan distribusinya bisa lebih merata. Oli sama sekali gk dibakar karena pembakaran ada diatas piston, sedangkan oli disemprot ke bagian bawah. Oli juga akan lanngsung dibilas di ring piston, jadi tidak masuk ke ruang pembakaran. Tmn saya yg mekanik pun menjelaskan proses pelumasan juga seperti itu. Nozzle gk bisa nyemprot langsung ke dinding piston, tapi kalau ke dinding silinder masih memungkinkan, tapi akan kurang efektif karena distribusinya kurang merata karena oli tidak mengikuti gerakan naik-turun piston.

        Suka

        • Untuk itu saya kurang tahu jelas. Tapi yang jelas Honda tidak mengatakan bahwa itu akan membantu meningkatkan pelumasan.

          Menurut saya itu seperti dibakar karena saya merasa di balik piston itu suhunya lebih tinggi dari tempat lain. Sayangnya Honda tidak menyebut bagaimana bila olinya kepanasan.

          Nggak paham mengapa kalau di semprot di dinding disebut tidak merata. Karena kalau motor matik rasanya sumber aus piston itu di bawahnya.

          Suka

        • ya emang gak harus bener2 rata seluruh bagian dinding piston kena semburan oli, pada kasus mesin vixion MX series kenapa modifan nozzle diarahkan ke liner bagian belakang ya karena gesekan terbesar terjadi pada area tersebut, dikarenakan pelumasan dinding liner (dan piston) cuma mengandalkan cipratan oli dari celah conrod, itupun pergerakan celah conrod menjauhi dinding liner sehingga pelumasan kurang maksimal, sedangkan dinding liner depan bisa lebihbanyak kema cipratan karna arah pergerakan celah conrod mendekatinya. (semoga bisa membayangkan, kalo tidak ya akan susah dipahami logikanya😁)

          Suka

          • Yang sy liat di channel youtube nya, oli disemprotkan tepat dibawah piston saat TMA, yang mana saat TMB oli akan memyemprot piston nya juga (dinding silinder tertutup piston saat TMB)

            Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.