Sampai PCX 160 pun masih merekomendasikan oli mesin API SG, kok bilang mesin modern butuh SN?


Yah memang yang namanya rekomendasi pabrikan itu sebenarnya tidak digubris oleh yang maksa oli mesin motor baru harus yang API SN. Mulai dari konsumen sampai media besar pun ngomongnya mesin modern, produksi mulai 2010 itu butuh API SN:
Jangan Hanya Memilih Merek Saja, Pahami Spesifikasi Oli, Motor Jadi Awet

Jadinya, motor produksi tahun 2010 ke atas seperti Yamaha NMAX, lebih baik memakai oli API SN, dibanding oli API SJ misalnya.

Itu juga dijadikan alasan untuk melarang pakai oli dengan API lama juga:

Bagaimana kalau motor generasi 2010 ke atas, memakai oli SH seperti Motul Moto 4T 10W-40, yang punya standarisasi API SH? Tentunya lebih disarankan memakai oli API SN atau SM, karena oli API SH, dibuat dengan formula untuk mesin generasi 1996. Makanya oli Motul Moto 4T 10W-40, lebih cocok untuk motor sport lawas, seperti Honda Tiger dan Binter Merzy KZ200.

Pabrikan oli pun ngomong hal yang sama:
Pertamina Luncurkan Pelumas Khusus Skutik Bongsor

“Teknologi API SN merupakan teknologi yang terkini untuk motor big matic, sehingga Enduro Matic V akan melindungi motor dan memberikan kenyamanan tanpa batas bagi penggunanya,” kata Ageng dalam keterangan resminya, Kamis (10/12/2020).

Memang benar bahwa dari pihak APInya sendiri tidak menganjurkan penggunaan oli dengan API lama untuk kendaraan baru. Berikut versi terbaru dari api.org:

Category

Status

Service

SP Current Introduced in May 2020, designed to provide protection against low-speed pre-ignition (LSPI), timing chain wear protection, improved high temperature deposit protection for pistons and turbochargers, and more stringent sludge and varnish control. API SP with Resource Conserving matches ILSAC GF-6A by combining API SP performance with improved fuel economy, emission control system protection and protection of engines operating on ethanol-containing fuels up to E85.
SN Current For 2020 and older automotive engines
SM Current For 2010 and older automotive engines.
SL Current For 2004 and older automotive engines.
SJ Current For 2001 and older automotive engines.
SH Obsolete CAUTION: Not suitable for use in most gasoline-powered automotive engines built after 1996. May not provide
adequate protection against build-up of engine sludge, oxidation, or wear.
SG Obsolete CAUTION: Not suitable for use in most gasoline-powered automotive engines built after 1993. May not provide
adequate protection against build-up of engine sludge, oxidation, or wear.
SF Obsolete CAUTION: Not suitable for use in most gasoline-powered automotive engines built after 1988. May not provide
adequate protection against build-up of engine sludge.
SE Obsolete CAUTION: Not suitable for use in most gasoline-powered automotive engines built after 1979.
SD Obsolete CAUTION: Not suitable for use in most gasoline-powered automotive engines built after 1971. Use in more modern
engines may cause unsatisfactory performance or equipment harm.
SC Obsolete CAUTION: Not suitable for use in most gasoline-powered automotive engines built after 1967. Use in more modern
engines may cause unsatisfactory performance or equipment harm.
SB Obsolete CAUTION: Not suitable for use in most gasoline-powered automotive engines built after 1951. Use in more modern
engines may cause unsatisfactory performance or equipment harm.
SA Obsolete CAUTION: Contains no additives. Not suitable for use in most gasoline-powered automotive engines built after 1930. Use in modern engines may cause unsatisfactory performance or equipment harm.

Tapi perhatikan directivenya bro, kelihatan bahwa anjuran itu adalah untuk MOBIL:

Dan apa yakin perkembangan mesin motor sudah setara dengan mobil???

Kita pakai contoh saja untuk standar API SG. Keterangannya berikut ini:

CAUTION: Not suitable for use in most gasoline-powered automotive engines built after 1993. May not provide adequate protection against build-up of engine sludge, oxidation, or wear.

Nggak cocok untuk kendaraan setelah 1993. Di anjuran di atas juga diomongin bahwa kalau motor setelah 2010 harus pakai API SN.

Faktanya?

Dari manual yang penulis punya dulu. Honda Beat eSP:

Terlihat bahwa oli AP SG pun boleh dipakai.

Apa dianggap waktu itu Honda belum tahu ada standar oli API SN? Coba lihat yang berikutnya, rekomendasi untuk oli mesin Honda PCX 160, bisa didownload di website honda jepang:
Honda PCX 160 Owner’s Manual

Masih tetap tuh. API rekomendasinya mulai API SG sampai SL. API SN malah nggak disebut.

Ini artinya apa? Artinya mesin motor itu teknologinya masih sebanding dengan mesin mobil tahun 1993. Dan ini nggak cuma Honda thok. Yamaha juga sama, berikut dari NMAX keluaran 2020 (model 2018):

Yang Suzuki Nex II pun sama, masih ada API SGnya:

Nah kalau bro pemilik matik Honda masih merasa sebagai orang yang selalu mengkuti rekomendasi pabrikan, maka harusnyajustru hindari oli API SN.

Hindari juga oli yang ada tulisannya energy conserving, sama pabrikan juga tidak dianjurkan:

Nggak ngerti bahasa jepang? Nih yang bahasa Indonesia. Tertulis jelas tidak dianjurkan, dan kebetulan ada tulisan API SN juga:

Lha wong yang Kawasaki ZX-25R saja masih membolehkan API SG:
Bedah kapasitas oli mesin Kawasaki ZX-25R ? 4 silinder emang beda !!

Oli mesin rekomendasi adalah API SG, SH, SJ, SL atau SM dengan JASO MA, MA1 dan MA2.

Entah mengapa API SN tidak disebut juga.

Itu faktanya.

Katanya mesin modern celahnya lebih sempit, toleransi lebih rapat sehingga butuh API yang lebih tinggi. Padahal nyatanya dari buku manual pun menyatakan bahwa teknologi mesin motor itu masih setara teknologi mesin mobil tahun 1993.

Itu yang ngomong pabrik motornya. Ya terserah sih percaya atau tidak. Penulis sering diomongi jangan merasa lebih pintar dari insinyur atau profesornya pabrikan motor. Nah sekarang penulis kembalikan lagi. Percaya atau tidak sama profesornya pabrikan (bukan berarti penulis percaya lho)?

Jadi rekomendasi motorplus di atas itu jelas penulis abaikan. Lha wong pabrikan saja masih merekomendasikan oli API SG.

btw, Mesran Super itu API SG. Dan sekarang sedang pakai Shell Advance Ultra Scooter 10W-40 yang ngakunya sih API SN dan fully stynthetic. Tapi kok rasanya masih lebih enak dan lebih awet Mesran Super (review belakangan, mau dikelarkan dulu).

Jadi pilih oli itu sebaiknya berdasarkan dicoba. Nggak selalu oli mesin dengan tulisan API SN dibungkusnya (karena bisa dipastikan bohongan) itu lebih baik dari oli API SG.

Jadi untuk yang berikut ini penulis tidak setuju:
Luqmanul Hackim

Motor saya Vario 125i pakai Oli Mobil Full VHVI API SN ILSAC GF-5 Energy Concervation SAE 0W-20, Next ada ILSAC GF-6 yang mensyaratkan SAE 0W-16. Kalo sudah bisa saya dapatkan, saya akan langsung pakai SAE 0W-16 tersebut tanpa pikir panjang. Bahkan SAE 0W-0 pun kalo sudah ada, akan saya pakai juga,,,,

Kalau percaya sama pabrikan, itu juga sudah melanggar penggunaan oli dengan energy conservation.

25 respons untuk ‘Sampai PCX 160 pun masih merekomendasikan oli mesin API SG, kok bilang mesin modern butuh SN?

  1. mtor saya dah mau 10tahun “cuma” pakai oli api SG mesran belum ganti piston tuh.. tapi kl API SN atau SP nya beneran sesuai kualitas, harusnya lebih bagus..

    Suka

  2. kwkwkw ane di matic pke fino 125 pke mesran 40 atau mesran b40 dh 3 tahun aman-aman aja, murah lagi 30 rb, kwkw orang indokan logikanya, kalau lebih mahal pasti lebih bagus, padahl belum tentu, bisa juga ada sudah dimasukan biaya marketing, dll.

    Suka

      • Karakteristik shell dia kurang bagus menyerap getaran, mesin terasa lbh bergetar dan kurang meredam panas tpi tarikan memang benar2 enteng, sdh cma mulai ax7 sampai pureplus karakternya sama smw

        Suka

        • Saya pakai tarikannya paling enteng, cma gak tahan dg getaran, dan cepat panas fak nyaman pakai dalam kota, makanya gak pke shell lgi, sekarang pakai fastron ijo, paling enak, getaran halus ganti gigi d rpm tinggi halus
          Pakai shell bletak suaranya
          Pureplus itu enteng nariknya, akselerasi enak, tpi getarannya gak deh, kalau macet2an jga hadeh gak enak bgt
          Liqui moly jauh lbh enak buat macet2an, harganya mirip shell pada saat itu sekarang udh susah carinya, fastron ijo paling rnak, larinya enteng gak seenteng shell sih, paling halus buat macet2an lbh enak dri shell,
          Liqui moly enak jga, tpi agak berat buat macet2 jga tahan
          Pke yamalube gak enak awal pke doang halus beberapa hari kemudian kasar getar n bau sangit

          Suka

          • Terima kasih sharingnya. Kalau untuk saya, shell ultra itu bikin tarikan nggak enteng setelah dipakai beberapa lama. Sepertinya terlalu mengandalkan aditif. fastron techno hijau kalah awet dari yang ungu. Yamalube memang nggak layak. belum coba liqui moly.

            Suka

  3. Tahun mobil itu ga Pas, mobil saya tahun 2012 tapi mesinnya sudah dijual dari tahun 2001 dengan berbagai tipe dan jenis mobil yang lain. Makanya cukup API SL

    Suka

    • Kalau yang ini membingungkan. Contohnya mobil saya ayla 1000 cc 3 silinder. waktu saya beli, di buku manual ketulis 10W40 butuhnya. Di tahun yang lebih baru, di buku ketulis 10W30 walau kode mesin masih sama.

      Suka

    • Kemungkinan besar rasio besin udaranya (AFR) atau coba rubah setelan idle. Karena kalau pengaruh oli, beratnya akan terasa saat hujan juga. Coba di carbon clean atau ganti busi (jangan pakai busi dingin / racing).

      Suka

  4. Mesin “SkyActive be-like” olinya ternyata masih bisa dikasih oli murah jadul 30 ribuan ternyata🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.