Ngerinya cuci semprot air kencang, disabun dan dilap, mending cuci pakai tangan?


Kalau motor habis dipakai di jalan yang habis hujan, kadang bikin sumpek juga kalau motor jadi kotor:

Kalau nggak mau repot ya dicucikan di tempat pencucian. Tapi ada kelemahannya kalau ke tempat pencucian, yaitu:
– kadang nunggu dicucinya lama
– pulang dari tempat pencucian resiko kotor lagi
– penanganan nggak sesuai selera

Entah ya, mengapa kok kalau sudah soal cuci mencuci begini maka syaratnya semprotan airnya harus sangat kencang sekali, harus disabun atau disaljuin.

Padahal jelas ada kelemahan semprotan air kencang. Tujuan dibilas itu adalah menghilangkan kotoran. Kalau air terlalu kencang, malah kotoran jadi nyebar ke mana mana. Makin kencang belum tentu makin baik. Belum lagi resiko bodi patah / lepas. Seal yang normalnya tahan air jadi ketembus air sehingga komponen kelistrikan jadi kena, gemuk / pelumasan jadi hilang, shock breaker kemasukan air, dst.

Lalu sabun atau disaljuin. Padahal kan harusnya bagian yang dilumasi itu jangan sampai kena sabun. Kalau pelumasan jadi hilang malah bisa cepat rusak komponennya seperti misalnya bearing, throttle, kabel rem, dst.

Juga ada resiko cat beraksi dengan sabunnya (karena pH tinggi). Karet bisa pecah, cat bisa pudar.

Belum lagi kalau menyabuninya pakai kain. Penulis kadang ngeri juga melihat tempat pencucian di youtube itu mencuci dari bagian roda dulu. Padahal kain yang dipergunakan mencuci itu sama. Dari bagian yang banyak lumpur atau pasirnya dulu, terus naik ke bagian yang sensitif plastiknya seperti misalnya windshield dan mika speedometer. Pasir yang tersangkut di kain bakal jadi sumber baret, nggak perduli selembut apapun bahan kainnya.

Penulis sendiri kebiasaan mencuci pakai tangan atau kuas cat yang model berikut ini:

Nggak pakai yang serabutnya plastik karena kok rasanya cat motor masih terlalu ringkih kalau melawan sikat plastik. Beda dengan mobil yang walau dilempar batu pun bisa jadi nggak berbekas.

Untuk bagian yang sensitif pakai tangan. Sementara bagian lain pakai kuas. Saat membersihkan sambil diguyur air pakai selang. Jadi saat kita menggosok ada airnya. Dan tentu sudah dibasahi dulu sebelumnya.

Lumayan sih hasilnya:

Paling puas dari speedometernya. Guratan sedikit.

Di filter pun lumayan bebas guratan. Walau memang ada bekas guratan akibat kesalahan mencoba membersihkan debu ketika dalam keadaan nggak basah.

8 respons untuk ‘Ngerinya cuci semprot air kencang, disabun dan dilap, mending cuci pakai tangan?

  1. sama sama ni cuci sendiri lbh puas tenan karna bs cek sekalian kl ada sesuatu yg rusak yg tdk terlihat secara lsg bs terlihat pas cuci , kl ada tikus di bawa body juga bs dirasakan 😀karna tikus suka banget body bawah mtr matik ular pun sama 😀dan positifnya bs olah raga juga

    Suka

  2. gk pernah percaya saya kalau nyuci di jasa pencucian gitu. pasalnya temen saya punya kasus motornya kemalingan di tempat cucian. mending nyuci sendi walau males males
    hehe

    Suka

    • Ada motor yang aman, ada motor yang nggak aman. Untuk yang ada akinya di bagasi mungkin malah baik juga kalau kabel kena air. Cuma kalau tidak dikeringkan, air juga bisa bikin reaksi dari tiap kutubnya. Karena kan air sabun itu tidak netral. Dan kalau tidak netral, reaksi antara kutub bisa terjadi.

      Lebih parah lagi kalau di bagasi ada ECUnya. Karat bisa cepat terjadi di kabel yang ada tegangan positifnya.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.