Suspensi Honda CBR150R, depan upside down ala moge, belakang cuma kelas matik


Bro Firdaus Rafli share berikut di Bekakas:

Beruntung juga dapat ganti rugi.

Yang penulis ingin bahas bukan soal pecahnya plastik suspensi belakang:

Karena wajar memang kalau plastik begitu gampang pecah. Kasus di motor matik lain juga banyak.

Yang masalah adalah karena kan tahu sendiri bahwa di versi terbarunya, CBR150R pakai tampilan ala CBR250RR. Sehingga terlihat mirip. Suspensi depan juga terlihat ala moge, sudah pakai up side down:

Yang masalah adalah, mengapa kok suspensi belakang pakai yang mirip dengan Vario???

Ok lah, mungkin tujuannya baik. Diberi pelindung plastik karena pabriknya kebetulan nggak punya kemampuan atau nggak punya niatan untuk bikin pelindung anti lumpur yang baik untuk suspensi.

Masalahnya mengapa harus pakai yang modelnya ala motor matik?

Jadi terkesan njomplang. Depan ala moge, dilihat dari belakang ada unsur Varionya. Ingat belakangnya Vario itu sporty banget.

Iya deh memang suspensi belakang itu bakalan nggak pernah kelihatan bagus selama musim hujan karena spakbor kolong yang sudah repot repot dibuatkan (entah apa maksudnya) terlihat jelas gagal berfungsi (lihat kotornya suspensi di foto, itu motor baru lho). Tapi mbok yao pilih yang agak bagusan sedikit? Minim dicat kuning atau biru lah.

Mungkin kesannya jadi seperti spakbor kerdus penulis kali ya?

Barangkali karena pabriknya sudah coba desain spakbor kolong, tapi saat dipasang pada kaget semua, “lho kok masih kecipratan lumpur?!!!” Akhirnya ada yang nyeletuk, “dipasangi yang kayak punya Vario saja!”, “Ok, ide bagus itu! Laksanakan!”

No problem untuk mereka yang mementingkan fungsi. Walau penulis ragu juga, jangan jangan secara fungsi juga kayak suspensi matik? Tipe single action yang cuma menghambat saat suspensi memanjang thok?

13 respons untuk ‘Suspensi Honda CBR150R, depan upside down ala moge, belakang cuma kelas matik

  1. Kayaknya yg bagus cover shok belakang di vixion old
    Spatbor jadul tapi fungsional, ga ada hugger tapi ada lembaran karet pelindung monoshock

    Suka

  2. Pabrikan lebih mementingkan tampilan motor daripada fungsi. Shock depan upside down lebih terlihat keren dapat mendongkrak harga. Padahal shock depan biasa bisa dibuat bagus performanya. Shock belakang fully adjustable itu sudah harganya mahal, bentuknya nggak “kelihatan” alias tersembunyi. Sulit membuat calon konsumen mau bayar mahal. Intinya cost cutting di bagian yang tersembunyi.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.