PCX 160 ternyata ber VTEC? baguslah, tapi jadi salah momentum


Ada kabar bahwa Honda PCX 160 itu ternyata siap untuk dipasangi VTEC:
GEGER !! Bongkar Mesin Honda new PCX160, ditemukan konstruksi VTEC ?

Ya baguslah, dari noken as juga kelihatan sudah siap:

Kabar yang bagus untuk para penggemar Honda yang sudah lama iri terhadap adanya fitur VVA di motor Yamaha.

Untuk penulis sih biasa. Toh tiap hari naik motor VVA sekarang. Dan juga sampai sekarang masih nggak bisa bedakan ketika VVA aktif dan tidak. Kerasanya ya naik tenaganya, akelerasinya konstan. Nggak kayak di youtube VTEC kick in yang jelas heboh banget. Jadi mau itu VTEC atau VVA, penulis tidak merasa itu hal yang istimewa.

Nggak dipasang di PCX rupanya teknologinya masih belum siap. Mungkin masih ada bug atau cacatnya. Ya baguslah, karena kalau terburu buru tentunya nggak bagus. Tapi yang begini menurut penulis bakal mempersulit Honda sendiri.

Mengapa?

Karena sekarang ini kan tenaga motor PCX 160 sudah dibuat paling maksimal. Dan dari dynonya TDR terlihat bahwa kurva tenaga dibuat sangat sangat mepet di limiter.

Kalau nanti VTEC sudah siap, tentunya bakal sulit untuk menaikkan tenaga puncak lagi. Mau pakai cara apa lagi? Kompresi sudah mepet atas. CC juga sudah besar. Apa mau di stroke up?

Dan seperti kasusnya dyno PCX yang dibesar besarkan karena tenaga puncaknya tinggi, orang sekarang kan pada terkesan hanya pada tenaga puncak. Sementara daging daging tenaga yang nggak dipuncak itu 100% diabaikan.
Dyno PCX 160 jadi bukti bahwa membandingkan tenaga puncaknya matik itu bodoh

Padahal fungsi VVA itu justru untuk membuat dagingnya tenaga selain puncak itu jadi lebih tebel. Biar tenaga bisa gede juga di selain maksimalnya.

Rasanya nanti bila VTEC matik akhirnya dirilis, bakal ada “pendidikan” masal kepada masyarakat bahwa tenaga selain di puncak itu juga penting.

Sekarang sih “pendidikannya” tenaga puncak itu yang paling penting. btw, ini soal motor matik. Kalau motor sport beda lagi.

28 respons untuk ‘PCX 160 ternyata ber VTEC? baguslah, tapi jadi salah momentum

  1. Menurut dugaan q sih karena filosofi Honda Motor yang mementingkan irit, tenaga puncak boleh mirip-mirip dengan Yamaha, tapi distribusi tarikan motor lebih halus di Honda. Mungkin ini untuk menghemat bensin (tentunya ditunjang berbagai teknologi low friksinya). Distribusi tarikan yang halus ini menyebabkan cita rasa kenikmatan handling berkurang.

    Tinggal liat aja teknologi ala VTEC di motor Honda seperti apa jadinya

    Suka

  2. Stroke 55mm itu harusnya bisa 11rb rpm dan masih sangat aman, power puncak harusnya di angka 10rb rpm
    La pcx di cekik di 9000rpm, potensi masih besar, makanya grafiknya seakan sudah mepet, padahal kalo limiter di geser lagi, power masih bisa naik lagi

    Suka

    • Cocok nih jadi insinyur honda, matic disuruh main di 11 ribu rpm biar meraung raung boros, seprotnya cukup crit 9000 rpm aja 😂

      Suka

      • 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

        Suka

    • agak aneh juga
      Nmax155 stroke 58,7mm limiter tembus 10rb rpm
      Pcx160 stroke 55,5mm limiternya cuma 9rb rpm (ketahuan saat dyno)

      Suka

    • Nmax aja di limiter ke 8000 kok. 11-12 dgn PCX160. Lu geser power ke atas perlu TB n knalpot yg mumpuni, klo gear ratio sama ya percuma. Mw 40dk jg mentok di 140kph. Sarkem AjiVAS 38dk top speed tetep 160kph krn ratio std. 38dk itu klo tempat laen bisa 45dk diban belakang.

      Suka

  3. klo metik sih buat ane mending nyaman, akselerasi bawah & menengah bagus. soal cari speed mantaff & akselerasi kilat mah ane mending sport.

    Suka

  4. Utilitas yg menjadi kodratnya motor jenis ini apa sih? Di berbagai penjuru blog n vlog ko jadi performa, sampe adu sirkuit, jarang ada yg ngangkat isu intensitas cahaya lampu, kemudahan bawa barang, kenyamanan berkendara dll lah yg sesuai peruntukannya..
    Motor jenis lain juga gitu.. pasti deh selalu dibahas tenaga puncak lah, top speed lah.. perasaan kalo pada bahas mobil ga gini2 amat..

    Disukai oleh 1 orang

    • karena tenaga puncak itu mencerminkan kemampuan sebuah motor. Di Indonesia, mau motor apapun pasti top speed yg di raih. WR175 aja banyak yg bore up diatas 200cc buat ngejar top speed, padahal genre nya klassik touring tp tetep yg di maenin bore up.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.