PCX 160 terbukti lebih bertenaga pakai pertamax turbo, apa benar aman pakai pertalite?


Salah satu topik yang cukup hangat jadi perdebatan di motor Honda PCX 160 adalah aman atau tidaknya PCX 160 pakai bensin pertalite (premium sudah punah):

Salah satu ukuran yang bisa dipakai untuk mengetahui apakah bensin dengan oktan rendah itu cocok atau tidak dipakai adalah dari perbedaan kemampuan motor ketika pakai oktan yang rendah dan yang tinggi.

Bensin yang disebut cukup layak dipakai di PCX 160 adalah pertamax. Bahkan banyak yang ujinya mengandalkan bensin pertamax. Untuk tahu apakah bensin pertalite cocok, maka harusnya pakai pertamax tidak membuat performa motor turun.

Dan akhirnya sudah ada review video yang membandingkan premium dan pertamax:

Pada video tersebut, perbedaan kemampuan PCX 160 disebut sangat ekstrem. Disebut enak banget pakai pertamax turbo. Sepertinya juga direkomendasikan di grup PCX 160.

Dari fakta ini jelas bahwa PCX 160 tidak cocok pakai pertalite. Dan walau disebut aman, jelas sangat meragukan.

Penulis membandingkan dengan motor NMAX old penulis. Memang NMAX itu bukan PCX. Tapi menurut penulis reaksi mesin yang seperti itu wajib diperhatikan.

Di motor penulis, pertamax turbo itu serasa pakai shell super, alias tenaga nggak sebaik pada saat pakai pertamax (tanpa turbo). Beda performa cukup lumayan. Terasanya di rpm rendah. Ketika masih pakai pertamax turbo, tenaga mesin di rpm rendah nggak berlebihan. Sehingga mau ngegas mulus gampang. Tapi sejak pakai pertamax (isi full saat bensin tinggal 1 bar), tenaga rpm rendah yang berlebih membuat penulis jadi harus lebih hati hati dalam memutar gas. Pakai Shell V-Power pun tenaganya tetap tidak seenak pertamax.

Penulis tidak akan pakai pertalite di NMAX.

Saat penulis pakai premium, terasa bahwa oktan bensin kurang. Walau akselerasi ataupun konsumsi bahan bakar tidak terindikasi berubah, namun tetap ada perilaku seperti misalnya mesin jadi kadang mati saat idle atau lepas gas. Bila pas cuaca dingin juga tenaga di rpm rendah terasa kurang. Padahal penulis sudah pakai pro capacitor, yang di Suzuki Spin terbukti sangat jelas bisa membantu meningkatkan oktan. Ketika pro capcitor dilepas dari Spin, tenaga mesin berkurang banyak dan kemlotak mesin bikin miris.

Padahal beda oktan, dari pertamax ke premium, cuma 4. Sementara itu dari Pertamax turbo ke pertalite bedanya 8. NMAX penulis punya kompresi mesin 10.5:1 di atas kertas, dan bisa jadi bocor mengingat penyakit fuel dilution. Sementara itu PCX 160 kompresi mesin 12.0:1 di atas kertas.

NMAX old penulis paling ok tenaganya ketika pakai pertamax. Pakai pertamax turbo tenaganya lebih lemah, pakai V-power tenaganya juga lebih lemah. Pakai premium agak kerendahen oktannya. PCX 160nya Ners Ajang Heri paling ok tenaganya ketika pakai pertamax turbo. Pakai pertalite rasanya bakal beresiko untuk mesin.

Apalagi pakai pertamax pun suara mesin sudah kasar:

Penasaran juga bagaimana perbandingan performa PCX 160 saat pakai pertamax turbo. Berikut perbandingan akselerasi virtual dengan motor penulis, dilakukan habis isi bensin:

btw, kalau merasa keberatan pakai pertamax turbo, sebaiknya tidak usah beli PCX 160.

6 respons untuk ‘PCX 160 terbukti lebih bertenaga pakai pertamax turbo, apa benar aman pakai pertalite?

  1. kompresi 12:1 itu minimal pertamax plus, pertamax juga sudah lewat batas bawah, karena adanya pertamax turbo ya pakai yang turbo, sedangkan mesin kompresi 10,5:1 batas minimalnya pakai pertamax

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.