Lho, ECU RC213V-S kok dibilang lebih inferior daripada versi MotoGP? Terbalik!


Penulis tidak setuju dengan pendapat dari tmcblog yang mengatakan sebagai berikut:
Marc Marquez terlihat tidak menunjukkan gejala nyeri atau ketidaknyamanan saat test Portimao

Sensasi pertama bisa kita lihat dari video di Portimao cukup mengkonfirmasi bahwa terlepas dari perbedaan spek RC213V-S dan RC213V, Marc Márquez terlihat ‘nyaman’ dengan motornya ini. Contoh yang jelas mengenai ini terlihat pada spot video dimana ketika Marc mendekati apex pada tikungan terakhir, dengan lebih inferiornya elektronik RC213V-S, terlihat roda belakang agak ndut-ndutan namun Marc tidak menutup gasnya dan terus kail akselerasi menuju straight.

lebih inferior itu maksudnya lebih jelek. Penulis tidak setuju karena baik dari Marcnya sendiri atau dari teknisi Hondanya justru bilang yang dipakai di MotoGP itu lebih jelek.

Perlu diingat bahwa sekarang ini motor MotoGP semua diwajibkan pakai ECU buatan Magneti Marelli. Dan sampai sekarang, pabrikan masih tidak bisa dengan sempurna menyetel ECU ini dengan baik karena keterbatasan kemampuan dari ECU buatan Magneti Marelli. Kalah jauh dari buatan pabriknya sendiri.

Sementara itu RC213V-S itu pakai ECU setara dengan yang di MotoGP saat itu (yang buatan Honda sendiri), almost identical kata desainer RC213V-S:

Waktu awal awal penerapan saja dari tim Honda malah justru mengaku bahwa menyetel ECU Magneti Marelli itu adalah kelemahan utama dari motornya:
Honda says optimising electronic set-up its main weakness

“Last year we used our own software, and the setting was not so critical,” continued Nakamoto. “But with the new software you have to find the exact number. Sometimes we manage it, but most of the time we don’t. The rider complains that the bike doesn’t accelerate, so then we change the setting and then there is too much wheelie.”

He added: “The Honda system was much simpler: the engineers trackside would make changes and the bike responded right away in the way we expected.

Teknisi Hondanya sendiri yang ngomong bahwa pakai ECU Magneti Marelli itu susah. Kadang bisa pas, tapi banyak melesetnya. Sementara itu pakai sistem Honda itu lebih gampang. Begitu setelan dirubah, maka motor bakal bereaksi seperti perkiraan.

Dari kata teknisi ini bisa kita simpulkan, yang lebih jelek adalah software Magneti Marelli.

Ini sempat jadi kendala Honda, bikin Honda kesulitan mengendalikan RC213V:
Crisis? What crisis?

Honda was having a tough time trying to tame its aggressive RC213v motor, with an abundance of horsepower creating wheelie and wheelspin with this year’s more basic electronics package.

Perhatikan kata kata “this year’s more basic electronics package.”. ECU Magneti Marelli dianggap ECU yang lebih basic alias lebih jelek, lebih nggak canggih.

Marc pun setuju. Dan bahkan saking jeleknya, Marc itu sampai ngomong bahwa kalau berkendara, ia berusaha untuk tidak mengandalkan ECU!:
Márquez: his winning secret

Bagian depan Bridgestone sangat bagus dan bagian belakang tidak memiliki grip dan Michelins sebaliknya. Jadi, pertama-tama, kami sedikit menyesuaikan motor dan juga gaya berkendara kami. Selain itu, ketika mereka mengubah perangkat lunak, semuanya berubah, karena sebelumnya Anda dapat menggunakan elektronik dengan cepat dan sekarang sebaliknya: semakin sedikit perangkat elektronik yang Anda gunakan, semakin cepat Anda menggunakannya, karena perangkat lunak tersebut bekerja dengan cara yang berbeda.

Dengan perangkat lunak pabrik, Anda dapat sepenuhnya percaya pada elektronik dan bekerja dengan cara apa pun yang Anda inginkan, menggunakan elektronik menjadi lebih cepat. Sekarang kebalikannya: Anda harus cukup bebas tanpa menggunakan terlalu banyak kontrol dan juga Anda harus cukup lancar, sehingga Anda tidak mengganggu elektronik.

Apakah Anda lebih suka balapan dengan lebih sedikit elektronik, jadi itu Anda, bukan ECU?

Ya, bagi saya, lebih sedikit elektronik lebih baik, karena semuanya lebih banyak di tangan Anda, di tubuh Anda, di dalam diri Anda sendiri. Tapi juga sangat menyenangkan bekerja dengan elektronik yang bagus. Perangkat lunak yang kami miliki sekarang tidak buruk, tetapi bagus untuk berkendara dengan elektronik tingkat tinggi karena Anda dapat berkonsentrasi pada hal-hal lain: cukup buka gasnya dan coba lakukan yang terbaik, jadi lebih mudah.

Yang dimaksud elektronik dengan tingkat tinggi di atas itu maksudnya ECU buatan Honda sendiri. Sementara yang ia pakai sekarang adalah yang Magneti Marelli.

Yang penulis tangkap dari pernyataan tersebut adalah ketika pakai ECU buatan Honda, Marc nggak ribet, tinggal gas beres. Sementara ketika pakai ECU Magneti Marelli, Marc harus bertarung melawan kejelekan ECU Magneti Marelli, yang salah satu caranya adalah dengan tidak bergantung pada ECU.

Kecelakaan yang menyebabkan Marc harus absen lama bisa jadi akibat dari kejelekan ECU Magneti Marelli, yang salah satu efeknya adalah engine brake yang angin anginan kerjanya.

Dijelaskan bahwa cara kerja dari ECU Magneti Marelli itu terlalu nggak canggih, very simplistic, reaksinya lambat, modelnya reaktif. Faktor beban mesin juga tidak dihitung:
Everything You Wanted To Know About MotoGP’s 2016 Unified Software, But Were Afraid To Ask

software uses the so-called Alpha N system, which measures throttle opening and engine RPM. This provides very simplistic control of the engine, which tends to be slow to react. Factors such as engine load are often overlooked, and the system uses reactive control, rather than active control. For example, the ECU closes the throttle butterflies to control wheelies, which the engine takes a few milliseconds to respond to.

Reaktif itu artinya nunggu ada apa apa baru respon. Dan responnya lambat. Very simplistic itu lebih relevan diterjemahkan sebagai lebih inferior. ECU nya Magneti marelli lebih inferior.

btw, teknologi ECU motor JALANAN sekarang sudah dalam taraf bisa memprediksi. Mestinya ini yang dimaksud dengan sistem aktif:

Kalau tidak salah, teknologi prediksi ini sudah muncul di ZX-10R produksi 2015.

Info diatas semuanya mengindikasikan ECU Magneti Marelli itu lebih jelek dari buatan Honda sendiri. Entah darimana sumber info tmcblog sehingga bisa menyimpulkan ECU Honda lebih inferior.

Update:
info bagi yang lain, yang barangkali tidak mengikuti motogp:
– motor motogp Honda versi 2015 pakai ecu inhouse HRC
– motor jalanan RC213C-S 2015 pakai ecu inhouse HRC
– motor motogp Honda versi 2020 pakai ecu Magneti Marelli, nggak pakai inhouse HRC lagi, dilarang Durna.

Balapan tahun ini Marc itu dikasih motor versi 2020. Marc nggak bakalan pakai motor versi 2015, impossible.

Marc latihan pakai RC213V-S. motor jalanan RC213C-S 2015 pakai ecu inhouse HRC. motor motogp Honda versi 2020 pakai ecu Magneti Marelli. tmcblog bilang “lebih inferiornya elektronik RC213V-S.”. implikasinya tmcblog bilang ECU inhouse HRC lebih inferion (lebih jelek) dari ECUnya Magneti Marelli.

si mas Vision ini maksa lebih inferironya itu dibanding versi 2015, padahal marc itu bakal pakainya versi 2020. Silahkan dinilai sendiri mana yang benar.

51 respons untuk ‘Lho, ECU RC213V-S kok dibilang lebih inferior daripada versi MotoGP? Terbalik!

  1. ybs mungkin lupa atau bisa jd setoran blm ada jd begitu. ECU ini yg jd masalah buat Ducati, Honda dan Yamaha. Krn ECU seragam tp tanpa ini yg mendominasi adalah pabrikan kaya raya.

    Suka

    • Sulit juga bicara bakal didominasi pabrikan kaya raya, karena motor jalanan justru pakai yang lebih baik dari punya Magneti Marelli. Yang versi jalan raya sudah pada taraf prediksi, di MotoGP masih dalam taraf reaktif. Uaneh.

      Suka

      • Gua nangkap yg dimaksud si Roy diatas adalah …..jika masih berlakukan ECU inhous masing2….maka dominasi akan masih terlihat dari hnd atau Ducati ( mungkin ini yg disebut pabrikan kayaRaya ) .tentunya dominasi dalam kejuaraan MotoGP..alhasil yang keluar sebagai pemenang dia lagi dia lagi 😂 mangkanya di Homoo kan tuh ECU , biar kekuatan rada seimbang.

        Suka

          • Bisa jadi…makanya hnd pas di awal menentang dan bahkan ancam mengundurkan diri dari kejuaraan , tapi gak lama muncullah kesepakatan..nah penyebabnya gua ga tau tuh , tapi issuenya sih tuh ECU juga harus 1 software atau apalah gitu 😅

            Suka

          • software nya inferior di MotoGP skrg, krn versi jalan raya lebih bagus dr ini. Klo di bilang bahwa ECU Honda inferior gw gak setuju tp klo di bilang teknisi data Honda msh keder ama ECU ini gw setuju. Kecuali Software nya buatan pabrikan masing2 bukan homologasi dr DORNA maka bisa jd Software nya kurang bagus. TP namanya ECU yg terdiri dr sensor2 ya jelas sepertinya sensor dan software nya bermasalah.

            Suka

  2. Dari panjangnya artikel ini…gua cuma ambil yang di alinea ke 2 …. Tentang inferior , to de poin istilahnya 😄
    Yang dipake di RcvS tsb adalah ECU inhouse dan itu betul. Yang dimaksud inferior disini adalah :
    1. Itu rcvS adalah motor MotoGP yang diperuntukkan buat Legal di Jalan raya .

    2. Walaupun masih pake ECU yang digunakan untuk balapan dimasa sebelumnya…namun karena Regulasi Legal buat jalan raya …maka ECU yang ada pada Rcv tsb di Cut , dilimit…atau di Set dengan batasan Legal tsb , artinya tenaga Rcv tsb tidak sepenuhnya bisa keluar sept Rcv yang digunakan dilintasan sirkuit…selain juga perbedaan lainnya.

    3. Inferior yang disebutkan tsb….adalah karena salah 1 nya factor dari poin ke 2 diatas.

    4. Dan walaupun HRC turun tangan disini ( dalam latihan Marc tsb ) … Mereka tentu tidak akan bertindak ceroboh untuk mengutak Atik ECU tsb. Karena itu adalah pelanggaran dalam regulasi MotoGP sendiri. Ya , latihan yang diperkenankan oleh regulasi MotoGP adalah dengan motor street legal. Pilihannya ya CBR Rrr atau Rcv s ini.

    5. Dan sepertinya ya ( poin 5 just opini ) Marc dan tim dalam tes tsb tetap dalam batasan yang jelas…bahwa Marc latihan untuk mengembalikan feeellllnya , bukan dalam pengetesan Part2 baru ataupun untuk mencari catatan waktu.

    6. Dari sumber 2 berita yang ada…too speed yang diraih Marc dalam latihan tsb memperlihatkan , too speed yang memang inferior. Kenapa demikian ? Karena memang ini Rcv yang dilegalkan buat jalan raya. Bahkan too speed CBR Rrr saja jauh diatasnya 😄👍

    Suka

    • Sampean lupa kalo RCVS itu ada race kit nya, yang men unlock performa jadi RCVS versi motogp
      Asal smpean tau aja, race kit ini cuma knalpot dan ecu, yang men unlock power dari 168hp menjadi 202hp
      Dan race kit ini dijual resmi, jadi legal dipakai

      Ya, belum setara dengan RCV 2013 marc, tapi setara dengan RCVS satelit

      Suka

      • Septnya memang begitu, tapi jika dilihat dari top speed yang d raih Marc … Keliatannya , memang standarnya rcvS

        Suka

      • Ini RCVS satelit pas ini motor keluar kan? yg terseok2 bahkan ke overlap itu kan? Idealnya bukan RCVS sih klo mw ya pakai mesin lama yg di pakai Gressini.

        Suka

    • Yang dibahas di artikel adalah teknologi penyaluran tenaga ke roda dan bukan soal teknologi untuk menghasilkan tenaganya. Nggak ada hubungan dengan tenaga maksimal, tapi dengan bagaimana mengatur tenaga yang dikeluarkan misalnya saat akselerasi biar nggak wheelie atau wheel spin. Nggak ada hubungannya dengan power terbesar.

      Terlepas dari itu, Marc dan teknisi Honda jelas mengatakan bahwa punya Honda lebih canggih.

      Suka

      • Kalau gua gak lihat case lain om, diatas yang jadi tanda tanya kan mengenai ” inferior ” yg disebut tmcb 😅
        Kemudian siOm bilang…lowh bukannya ECU Rcv lebih Superior daripada ECU Mm…betul , hanya saja … kenapa dircvS jadi inferior sept yg disebut tmcb ? Ya karena itu tadi..berhubung ini RcvS ( street legal ) maka ecunya itu versi yang dikebiri.

        Suka

        • Bukan ECUnya yang dikebiri, tapi memang mesinnya RCVS beda dengan mesin RCV MM, contohnya SSG dan pneumatic valve, dimana RCVS ga pake. Makanya speednya gak sekenceng RCV MM

          Suka

          • Betul…selain ECU yang pasti dikebiri .banyak lainnya yang bikin gak sama .
            Sebenarnya gua gak mau bahas jauh2 dan melebar kemana mana , Tapi cukup dibagian Inferior yang disanggah si Om ini terhadap tulisan tmcb ( paragraf 1 ) yang oleh si Om ini mengarah/diarahkan ke ECU 😅

            Suka

            • Kata tmcblog: “lebih inferiornya elektronik RC213V-S.”

              kata desainer RC213V-S:

              kata marc setelah electronicnya motogp nggak pakai buatan sendiri lagi:

              Kata MotoGP:

              btw, untuk saya ECU itu adalah electronic control unit, tapi mas menganggap lain, ya mau bilang apa lagi,

              Suka

    • Tambahan. jadi ibaratnya ada honda beat pakai ECU paling mahal limiternya cuma bisa disetel maksimal 9 ribu (karena semua masih standar) itu lebih inferior dari ECU murah yang limiternya bisa disetel 12 ribu (karena sudah full modif) ya? Sama sekali tidak setuju.

      Suka

  3. Jadi , yang dimaksud tmcb inferior adalah…karena Rcv yang digunakan Marc latihan adalah rcvS yang notabene ECU nya sendiri sudah diKebiri sesuai dengan Legalnya.

    Yang gua lihat , hanya semacam Salah penafsiran dari siOm penulis 😂

    Suka

    • terserah bila berpendapat begitu, tapi teknisi Honda ataupun Marc nggak ngomong begitu. Bahkan motogp.com bilang Magneti Marelli itu lebih basic.

      Tetap butuh tahu darimana sumber infonya tmcblog yang bilang ECU RC213V-S itu kalah bagus dari ECUnya magneti marelli. Selama ini nggak ada yang ngomong begitu.

      Suka

      • Dalam kasus lain betul om , malah jelek ECU Mm ini buat hnd . Bahkan bisa dan Sah jika hnd sesumbar dan Sombong dengan ECU mereka . Namun yang namanya regulasi baru dan dengan banyak pertimbangan atas gelaran MotoGP , akhirnya terjadilah kehomologisasian ecu dan hnd sendiri yang awalnya menentang akhirnya ikut menyepakatinya 😅
        Sekali lagi..ini dalam kasus lain , dan keknya udah terjadi bertahun sebelumnya.

        Mungkin kalau si Om mau ngebahas tentang ECU HRC vs MM yang tak berkaitan dengan RcvS ( plus kaitannya dengan latihan Marc )
        Maka secara judul bolehlah di Revisi Om , Karena dijudul…si Om keberatan dengan Inferior yang ditulis tmcb terhadap rcvS😅
        Opini gua sih om.

        Suka

        • Dan sept yang gua baca juga di tmcb mengenai latihan Marc diportugal…tidak ada kata yang mengarah pada : ECU Rcv kalah bagus daripada ECU Mm.

          Q…
          Tetap butuh tahu darimana sumber infonya tmcblog yang bilang ECU RC213V-S itu kalah bagus dari ECUnya magneti marelli. Selama ini nggak ada yang ngomong begitu.

          Gua boleh tau Om ? Link artikelnya yang mana tmcb bilang ECU Rcv HRC yang kalah bagus dari Mm…mana tau gua kelewat mbaca artikel si tmcb 😅

          Suka

      • Menurut gua , si Om udah melebar kemana mana dan ngelantur dalam ” mengurusi sebuah poin yang si Om sendiri sudah harus bawahi yaitu tentang Inferior ” 😂

        Suka

        • Inferior yang ditulis tmcb…gua pikir cukup mengulasnya disekitar sana , dengan tidakk perlu menghadirkan alibi alibi lain apalagi sampe menyandingkan dengan ECU MM dll 😂,
          Bahkan kalau disimak dengan sedikit datar ( gak pake mikir aneh2 ) ..tmcb gak menekankan pada Inferior..tapi lebih kepada Marc yang kelihatan ( oleh tmcb ) tidak memperlihatkan rasa tidak nyaman dengan kondisi lengannya.

          Dan oke ada kata elektronik inferior yang perlu di gali dari sana.
          – ini rcvS bukan Rcv Proto..sudah pasti di Cut … di kebiri…dilimit .. di downgrade… Yang artinya memang mau tak mau inferior 😂.

          Suka

          • Jadi..kata Inferior disini sudah mewakili downgrade yang dimaksud…
            Downgrade dari mana ? Ya dari produk yang serupa dooong….dari ECU Rcv inhouse HRC sendiri .😂

            Suka

            • seperti saya bilang, mas nggak percaya sama desainernya Hondanya, dan lebih percaya sama tmcblog ya terserah:

              Kalau menurut saya sih omongan teknisi Honda itu lebih credible dari omongan tmcblog.

              Suka

          • Justru aneh kalau nggak dibandingkan dengan Magneti Marelli. Memang tmcblog membandingkan dengan apa bilang inferior begitu? Motor tahun 2015 apa motor tahun 2020?

            Nggak relevan banget kalau membandingkan dengan versi 2015. Versi 2020 dengan versi 2015 itu beda jauh mas. Banyak bedanya.

            Relevan karena ada embel embel: “roda belakang agak ndut-ndutan namun Marc tidak menutup gasnya”. Justru itu yang bikin canggih, rider tinggal gas pol saja.

            Suka

            • Justru aneh kalau nggak dibandingkan dengan Magneti Marelli. Memang tmcblog membandingkan dengan apa bilang inferior begitu? Motor tahun 2015 apa motor tahun 2020?

              A :
              Jadi..kata Inferior disini sudah mewakili downgrade yang dimaksud…
              Downgrade dari mana ? Ya dari produk yang serupa dooong….dari ECU Rcv inhouse HRC versi sirkuit nya sendiri 😂

              Suka

            • terserah lah.

              info bagi yang lain, barangkali tidak mengikuti motogp:
              – motor motogp Honda versi 2015 pakai ecu inhouse HRC
              – motor jalanan RC213C-S 2015 pakai ecu inhouse HRC
              – motor motogp Honda versi 2020 pakai ecu Magneti Marelli, nggak pakai inhouse HRC lagi, dilarang Durna.

              Balapan tahun ini Marc itu dikasih motor versi 2020. Marc nggak bakalan pakai motor versi 2015, impossible.

              Marc latihan pakai RC213V-S. motor jalanan RC213C-S 2015 pakai ecu inhouse HRC. motor motogp Honda versi 2020 pakai ecu Magneti Marelli. tmcblog bilang “lebih inferiornya elektronik RC213V-S.”

              si mas Vision ini maksa lebih inferironya itu dibanding versi 2015, padahal marc itu bakal pakainya versi 2020. Silahkan dinilai sendiri mana yang benar.

              Suka

      • Cukup dari kata ” hampir identik ” yang dikeluarkan pihak hnd nya 😂

        Dan kenyataannya ? Saat rcvS ini dilempar ke pasaran…powernya jauh berkurang dari versi Asli sirkuitnya.

        Suka

        • oooo, ibaratnya suatu motor sudah pakai ECU BRT. piston kondisi standar itu elektroniknya lebih inferior daripada ketika di bore up to? Begitu di bore up jadi superior elektroniknya, begitu dibalikkan standar jadi inferior lagi elektroniknya?

          Salah mas, elektronik itu artinya bagian yang ada IC nya. Bukan yang dari besi atau aluminium.

          Suka

          • Oot lagi om 😂 yang dibahas kan ECU nya..kalau dikaitkan kemana mana sept bireuo dll ya pasti bisa doooong…..itu yang gua maksud jadi melebar kemana2 dan akhirnya akan berkesinambungan kemana mana juga..gak bakal tuntas 😂😂

            Suka

            • masa masih nggak sadar itu membantah statement: “Dan kenyataannya ? Saat rcvS ini dilempar ke pasaran…powernya jauh berkurang dari versi Asli sirkuitnya.”

              Kok seakan akan mengesankan hardwarenya RC213V-S dan RC213V versi 2015 itu sama.

              Suka

        • Rcvs S ini pake ECU inhouse HRC sendiri dengan ” hampir identik ” yang artinya ada yang dikurangi karena ini versi jalan raya. Terbukti spek elektronik yang dikeluarkan saat dipasarkan ….secara power jauh dibawah versi sirkuit.
          Ini yang dimaksud dengan Inferior.

          ECU homo dari MM mulai diberlakukan pada musim 2016 hingga saat ini . ( Regulasi MotoGP )

          Dan Marc latihan tidak berlaku untuk mengetes Part2 apalagi mengejar catatan waktu. Dalam hal ini Marc yang kita lihat hanya latihan mengembalikan kebugaran dan feelll nya dalam mengendarai Rcv , setidaknya Marc bisa kita lihat bisa menikung nikung Rebah dengan kondisi lengannya saat ini diatas RcvS .

          Penekanan Inferior disini oleh penulis terlalu melebar kemana mana hingga dari kacamata gua terjadi penyimpangan dan keluar dari Topik Inferior itu sendiri.

          Tidak ada pemaksaan pendapat dari gua , hanya mencoba lebih mengarahkan dan fokus dalam bahasan Inferior yang dimaksud.

          Apakah RCvS ( versi jalan Raya ) ini memang inferior dari Rcv Proto MotoGP HrC ( dengan elektronik yang sama ) ?
          – kalau memang inferior….silahkan di respon berikut alasan .
          – kalau tidak inferior…..silahkan direspon berikut alasan.

          Yang penting , tanggapan tetap dijalurnya , tidak merembet ke lain hal yang membuat pembahasan mengenai ” inferior ini ” jadi abu abu 😂👍

          Suka

          • mas jangan melebar begitu. mas pastinya sudah sangat paham Marc NGGAK BAKALAN pakai motor MotoGP yang ECUnya HRC. Yang dipakai Marc cuma 2, sekarang RC213V-S dan nanti RC213V versi 2020. Selain itu diluar topik. Nggak usah bahas motor motogp yang ECUnya HRC.

            Yang on topic itu adalah lebih inferior mana elektroniknya motor RC213V-S dibanding dengan RC213V versi 2020?

            jelas maksud dari tmcblog itu dibanding motor Motogp sekarang atau yang tahun kemarin dipakai.

            Suka

            • Nah betul ,…termasuk juga dibanding rc213v2015 kebawah ( ECU inhouse )👍😂
              Namun yang jadi pertanyaan penulis kan mengenai inferior tsb….

              Tapi disini :
              Q :
              jelas maksud dari tmcblog itu dibanding motor Motogp sekarang atau yang tahun kemarin dipakai.

              Nah….dari kalimta diatas artinya penulis sudah . menyimpulkan maksud dari tmcb.
              Artinya kan sudah terjawab….kenapa sebelumnya Penulis tidak setuju dengan kata Inferior yang disebut tmcb ? 😂
              Jadi aneh gak ?

              Suka

            • dari mulai artikel dibuat kok masih nggak paham paham.
              versi tmcblog: ECU RC213V-S lebih inferior dari ECU RC213V versi 2020
              versi saya: ECU RC213V-S lebih superior dari ECU RC213V versi 2020

              Saya nggak setuju dengan tmcblog.

              Mas Vision ini bikin versi sendiri:
              versi Vision: ECU RC213V-S lebih inferior dari ECU RC213V versi 2015

              mas off topic banget. Ngapain Marc naik RC213V versi 2015?

              Suka

  4. Sebelum ada regulasi ECU MM, Ducati tidak bisa berbuat banyak. Dulu yang bersaing hanya Yamaha vs Honda. Bahkan jaman itu Yamaha sama Honda belum pakai Seamless Shift Gearbox, tetap saja hanya 2 pabrikan ini yang gantian menang. Awal pakai ECU MM, Honda sama Yamaha masih pakai software inhouse dan masih dominan, baru setelah software juga disamakan, Ducati baru mulai sering di depan.

    Suka

      • Nah ini sept yang gua bilang… Lain kasus ( memanjang manjangkan hak gak perlu , dan melebar ) 😂
        Bahkan mengulas dari bagian motor itu sendiri sept dari bagian mesin serta Part2 lain tidaklah perlu…jika kita bicarakan elektronik yang Inferior di RcvS

        Suka

    • Problem dr Ducati itu adalah sassis nya yg monokok dimana rangka depan n belakang di gabung pakai Mesin. Ini yg kemudian diubah oleh Rossi dan Lorenzo. Krn fokus dr Ducati adalah FULL POWER bukan easy to ride. Banyak permintaan Lorenzo dan Rossi yg gak di penuhi oleh Ducati smp mereka keluar dr tim pabrikan.

      Suka

  5. […] Untuk mengingatkan, pembalap Honda perlu beradaptasi dengan elektronik itu karena saking jeleknya ECU Magneti Marelli, pembalap harus bisa riding menghindari intervensi elektronik. Jangan disamakan dengan ECUnya RC213V-S, dimana rider nggak perlu mengurusi hal itu dan cuma tinggal gas pol saja langsung beres. Berikut komentarnya Marc Marquez: Lho, ECU RC213V-S kok dibilang lebih inferior daripada versi MotoGP? Terbalik! […]

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.