Manuver Joan Mir di tikungan terakhir ternyata bukan sebuah error, makin pede


Twitternya MotoGP menganggap bahwa Joan Mir gagal finsh urutan kedua itu karena sebuah error:

Berikut manuvernya:

Ternyata itu bukan kesalahan. Joan Mir menyebut bahwa ia justru berusaha untuk bisa mendapatkan kecepatan keluar tikungan yang lebih baik daripada Ducati. Namun memang performa mesin Suzuki masih kalah jauh dibanding Ducati:
Yesterday I wanted to break everything, today I’m smiling even without a podium

Di lap terakhir Anda menyalip Zarco dan kemudian dilewati oleh orang Prancis dan Pecco Bagnaia dalam sprint ke garis. Di tikungan terakhir Anda melebar, kesalahan atau strategi?

“Rencananya adalah finish di podium tanpa menyalip Zarco. Tapi ada kesempatan dan saya melewatinya meski saya tahu saya akan memiliki dua pembalap Ducati yang sangat marah di belakang saya. Pada tikungan terakhir saya mencoba melebar untuk menambah kecepatan di ujung lurus tetapi tidak banyak membantu. Saya mengira cuma satu Ducati saja di saat sprint itu, bukan dua, tapi Bagnaia selalu ada di sana ”.

Jadi jelas bahwa yang dilakukan Mir itu bukan sebuah kesalahan. Ia bahkan puas dengan hasil yang dicapainya. Tanpa penyesalan. Bahkan cerita kalah akselerasi juga sambil tersenyum:

Bisa dilihat juga bahwa Joan Mir juga berusaha mencegah dijadikan tameng angin. Tapi seperti bisa dilihat, tanpa slip streaming pun Ducati bisa enteng saja menyalip Suzuki.

Joan Mir juga pede untuk tahun ini karena sudah bisa merasakan kembali feeling tahun lalu, apalagi tangki bensin sekarang juga bisa lebih membantu dia menggunakan kaki dengan lebih baik:

Saya akhirnya menemukan sensasi musim lalu dengan motor, saya butuh waktu, mungkin sedikit terlalu banyak, tapi saya berhasil. Selain itu, tahun ini saya juga memiliki penyangga yang meniru bentuk klasik tangki dan memungkinkan saya bekerja lebih banyak dengan kaki saya saat pengereman, seperti yang saya suka.

Di tangki kelihatan ada anti licinnya juga:

8 respons untuk ‘Manuver Joan Mir di tikungan terakhir ternyata bukan sebuah error, makin pede

  1. Jika Suzi ( mir ) konsisten saja sept itu sampe akhir musim…peluang besar sebagai juara dunia , karena dengan posisi tsb saja tiap seri …maka poin yang didapat pun stabil 😃

    Suka

  2. power top end mungkin Yamaha kecil, tapi mungkin juga torsi bawah menengah Yamaha lebih baik dari Suzuki karena peningkatan perbaikan elektronik..

    Suka

    • Rasanya tidak. Karena dari pertarungan rins dengan quartararo, terlihat jelas motor Quartararo kalah akselerasi keluar tikungan. Tapi terlihat juga akselerasi motor Suzukinya Rins kalah dari Ducatinya Miller. Bahkan ada perulangan juga. Di tikungan side by side, begitu di lintasan lurus langsung dilibas ketinggalan 8 motor mungkin.top speednya Suzuki kurang.

      Suka

      • tapi yamaha mampu membuntuti ducati saya rasa ada peningkatan power dan torsi di putaran bawah menengah, klo memang misal kurang akselerasi sedari awal yamaha bakal sulit ngejar jarak ducati, seperti tahun 2017 – 2019..

        Suka

        • Tidak, sekarang tetap kalah. Contoh ketika Quartararo diapit Zarco dan Miller, jelas kalah:

          Dalam situasi tersebut, miller kalah banyak dalam adu pengereman, sehingga Quartararo balik di depannya Miller lagi.

          Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.