Pakai spring buffer lebih sip daripada pakai preload? Dilema + rumus hitung kekerasan per setelah dipotong


Penulis pikir pikir, rasanya pakai ganjal per atau spring buffer itu hasilnya bakal lebih sip daripada kalau pakai preloadnya per.

Pakai preloadnya per itu kelemahannya adalah tingkat kekerasan per tidak sebaik ketika pernya ukurannya pas. Jadi karakter suspensi yang pakai preload itu seperti berikut ini, grafik ini menunjukkan perubahan kekerasan per ketika per tersebut ditekan (dalam mm):

Beda karakternya dari bila pernya dirubah:

Bedanya terasa terutama ketika dipakai boncengan. Per yang terlalu empuk ketika dipakai boncengan itu bakal ambles. Ketika dipakai preload pun bakan lebih ambles daripada kalau pernya dibuat pas.

Gambarannya seperti berikut ini:

Terlihat bagaimana per jadi tidak ideal. Tapi tentu masih mending daripada suspensi yang dari sananya keras. Dipakai untuk berdua agak keras, dipakai untuk sendirian amit amit kerasnya.

Mengganjal per itu ibarat memotong bagian per yang akan membuat per menjadi lebih keras (terima kasih info bro Zzz). Kalau dari rumusnya ada yang menyebut begini.
The Math Behind Cutting Coil Springs

Tingkat_kekerasan_per = 1271079 x diameter_logam_pernya4 / (8 x jumlah_lilitan_logamnya_yang_bisa_gerak x (diameter_dalam_pernya + diameter_logam_pernya)3)

Angka depannya itu sepertinya angka yang didapat (aslinya 11,250,000) dari perhitungan lain lain seperti misalnya konstanta untuk kelenturan logamnya.

Kalau diringkas (silahkan koreksi bila penulis salah):
Tingkat_kekerasan_per_dipotong x jumlah_lilitan_dipotong = Tingkat_kekerasan_per_aslinya x jumlah_lilitan_aslinya

Lalu
Tingkat_kekerasan_per_dipotong = Tingkat_kekerasan_per_aslinya x jumlah_lilitan_aslinya / jumlah_lilitan_dipotong

Rumus itu bisa kita pergunakan untuk memperkirakan kekuatan per yang baru. Dan tentu rumus ini juga bisa kita pakai untuk memperkirakan kerasnya per yang pakai spring buffer. Karena pakai spring buffer itu kan ibarat mematikan satu lilitan pernya. Sementara rumusnya itu hanya menghitung lilitan yang bisa gerak.

Pakai contoh punya penulis:

Kira kira ada 7 lilitan. Kalau pakai spring buffer maka ibaratnya pernya jadi cuma 6 lilitan. Karena dianggap ada satu lilitan yang tidak gerak karena diganjal. Kekerasan per yang baru adalah:

Tingkat_kekerasan_per_dipotong = Tingkat_kekerasan_per_aslinya x 7/6

Jadi per yang baru itu 16,7% lebih keras dari sebelumnya. Kalau kurang kuat, bisa pakai dua spring buffer, sehingga kekuatan per jadi 40% lebih keras dari sebelumnya.

Jelas cara ini lebih sip daripada kalau pakai preload. Karena pakai preload itu tidak merubah kekuatan pernya sendiri, tapi memberikan pembebanan awal. Pre-load itu kan artinya pembebanan awal.

Cara yang jelas manjur tapi hanya cocok untuk suspensi yang pernya terlalu empuk. Untuk yang terlalu keras nggak bisa.

Cara ini juga jelas lebih manjur daripada memotong per. Karena potong per itu bakal bikin permukaan bawahnya jadi tidak bisa melengkung kalau per tidak dimodif khusus. Per juga jadi makin pendek.

Cuma penulis jadi dilema juga setelah melihat per motor Honda Beat (suspensi aftermarket) yang sudah cukup lama penulis pasang spring buffer, jadi mleyot:

Kalau pakai contoh suspensinya NMAX penulis, gaya yang terjadi pada per melawan hambatan spring buffer digambarkan berikut ini:

Penulis tidak tahu apakah per cukup kuat untuk menahan gaya tersebut. Kalau nggak kuat, bisa terjadi kayak di suspensinya Beat itu.

Tapi penasaran juga. Mungkin bakal pasang. Nanti kalau sudah mleyot coba dilepas dan dilihat efeknya.

Satu respons untuk “Pakai spring buffer lebih sip daripada pakai preload? Dilema + rumus hitung kekerasan per setelah dipotong

  1. […] Kelemahan dari suspensi DBS adalah per yang terlalu empuk. Akibatnya jadi harus pakai preload cukup banyak kalau nggak ingin mentok dipakai boncengan. Tapi kalau disetel seperti itu, dipakai sendirian jadi agak keras (masih lebih empuk dari ori). Penjelasan lengkap bisa disimak di artikel berikut: Pakai spring buffer lebih sip daripada pakai preload? Dilema + rumus hitung kekerasan per setelah di… […]

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.