Ada PCX 160 klotak klotak saat stasioner, jadi warning pertamax hanya boleh bila darurat saja


Kembali muncul keraguan soal kebutuhan oktan bensin dari Honda PCX 160. Katanya pakai pertalite boleh, tapi Ners Ajang Heri mengeluh bahwa motor Honda PCXnya bunyi tak tak tak cukup keras pada saat berhenti atau stasioner. Padahal motornya baru 2 ribu km. Bensinnya juga pertamax:
review jujur – Keluh kesah vs Senyum merekah pemakaian PCX160 setelah 2000 KM

Tentu masalah ini tidak bakal dianggap serius oleh para pemilik PCX 160. Lha wong suara mesin kasar saja seringnya dibiarin.

Yang jadi masalah adalah suara ini biasanya muncul di motor Honda yang biasa antri premium:

Padahal sekarang premium sudah punah. Motor matik Honda pun pada jadi makin halus suaranya karena minim pakai oktan 90.

Tapi PCX 160 mendobrak tradisi dengan dilengkapi mesin kompresi 12,0:1. Katanya sih aman pakai pertalite. Tapi melihat kasus tersebut, rasanya pakai pertalite itu membahayakan. Kalau pakai Pertamax saja klotak klotak, pakai pertalite rasanya bisa brol juga.

Memang ada yang menyebut suara begitu tidak ada hubungannya dengan bensin. Disebut terjadi karena karetnya rumah roller kocak:
Slide Piece CVT Rusak, Antisipasi Dini Sebelum Kantong Jebol

dialami Wandy, pembesut Honda Vario 125 lansiran 2013. “Barunya sih enggak ada masalah, tapi setelah sekitar 1,5 tahun saya pakai, terdengar suara krotok-krotok dari dalam CVT. Hanya terdengar saat motor berhenti dan stasioner. Tetap saja, meski suaranya pelan bikin enggak nyaman deh,” keluh warga Ciledug, Tangerang

Tapi jadi pertanyaan apa benar hanya dengan 2000 km sudah cukup untuk membuat bagian tersebut oblak di PCX 160?

Menurut penulis salah satu yang menjadi penyebab bagian tersebut cepat oblak adalah karena putaran mesin yang tidak konsisten ketika di rpm rendah. Penyakit ini sering dialami oleh motor yang oktan bensinnya kurang. Dan sepertinya Pertamax itu oktannya kurang tinggi untuk Honda PCX 160.

Jadi jangankan pertalite, pakai pertamax pun sepertinya juga hany boleha dalam keadaan darurat saja untuk PCX 160. Tapi efeknya bisa dibilang tidak serius kalau untuk pemilik setia Honda. Banyak yang menganggap itu bukan rusak, terbukti dari banyaknya pemakai matik Honda yang antri premium di jaman dulu. Hanya muncul klotak klotak saat stasioner. Kalau ISS aktif kan nggak ketahuan.

Entah NMAX 2020 mengalami hal yang sama atau tidak. Dengar motor NMAX 2020nya Albert di ADK Reality, rasanya kok iya.

Kalau ada pemilik PCX 160 yang sudah lebih dari 2 ribu km pakai pertamax terus, suara mesin tetap tidak klothakan saat stasioner, silahkan share.

57 respons untuk ‘Ada PCX 160 klotak klotak saat stasioner, jadi warning pertamax hanya boleh bila darurat saja

    • Wah, saya sendiri ngasih PR ke mekanik Ahass saja tidak mampu menyelesaikan. Padahal suara kasarnya dari gesekan. Kalau ada klotaknya, perlu cari yang oblak.

      Dilepas beltnya masih kasar suaranya tidak?

      Suka

      • Cara ngecek memang gitu , semua bagian kiri dilepas total , jika suara mesin aman..baru rangkai cvt tanpa belt …ada suara atau ga….kalau masih gak ada , pasang semua mesin Nyala..buat ngedeteksi suara.

        Kalau saat station yang bunyi gitu , rerata kebanyakan dari karet slide.

        Suka

      • pngalaman saya punya vario125 LED, baru turun dari diler suara halus bgt. selang semingguan suara daerah Cvt agak kasar spt suara gesekan.. kata ahass itu krn beltnya double teeth.. tp mnurut saya kok ga masuk akal..
        ketika suara gesekan cvt makin kasar kayak amplas, saya iseng buka cover cvt, perkiraan saya beltnya kok keras bgt bahannya, beda dgn Vario 125 old. Analisa saya krn bahan beltnya keras itu.. terus saya iseng olesin pinggiran beltnya pke air smpe rata, lalu saya hidupkan mesinnya, langsung senyap bgt bunyinya.. begitu sehari kemudian lgsung mulai kasar lg.. berarti dugaan sy benar bahan beltnya yg keras bgt.. tapi btw umur beltnya trmsk awet bgt lho apa krn bahannya yg keras tadi..

        Suka

  1. Jangan review cuma berdasarkan “katanya”, bosque. Coba beli PCX 160, dengarkan sendiri kasar mana suaranya dibandingkan sama ngoroknya nmax sampean. Empuk mana sokbrekernya dibandingkan kerasnya bantingan nmax sampean. Ngacir mana akselerasinya dibandingkan lemotnya nmax sampean. Irit mana bensinnya dibandingkan borosnya nmax sampean. Keren mana tampilan berkelasnya dibandingkan nmax sampean. Kenyataannya semakin hari PCX semakin merajai jalanan dibandingkan nmax yang semakin numpuk di dealer dan di gudang. Kalau produk ini jelek seperti su’udzon samepan, gak mungkin para selebritis pada antri beli. Ini buktinya, bukan sekedar “katanya” seperti sampean: https://m.tribunnews.com/seleb/2021/04/02/arief-muhammad-hingga-nia-ramadhani-beli-motor-baru-geng-the-prediksi-nggak-mau-kalah

    Suka

    • Yang saya pakai sebagai sumber itu adalah pemilik PCX. Bro nggak percaya sumber ya sudah.

      Soal suara kasarnya mesin kan jelas rider lain itu nggak perduli kasarnya suara mesin. Ya nggak bisa dibandingkan bro. Bukan soal beda merek motor, tapi oli rekomendasi pabrik itu jelek.

      Soal suspensi, kan sama sama pakai desain cacat ala pabrikan Jepang. Engine mounting juga sama sama cacatnya. Kalau nggak diakali ya jangan harap bebas dari sakit pinggang.

      Soal boros, jelas lebih irit PCX. Soal keren, selera. Saya lihat sendiri dan saya tidak suka tampilan belakang PCX yang baru. Soal ngacir belum adu.

      Semakin merajai mungkin kata yang agak berlebihan, karena saya lebih sering lihat nmax daripada lihat PCX.

      Soal suudzon, nggak. Saya kasih solusi dan warning untuk pemilik PCX dan bukan untuk yang ngefans PCX tapi nggak niat beli PCX.

      Suka

    • Benuuul 👍 Harus mau dan usaha lebih mengkompeer antar produk . Ada persentase juga yang menjawab disana. Jadi dari sekian unit produk kan cuma beberapa yang bermasalah.
      Yang. Amanya Gorengan Hangat ya pasti sangat Nikmat untuk dibahas ya kan ? 😂
      Terkadang Kasarnya suara motor dilevel yang masih Normal…itu bisa jadi semakin Parah dari penilaian orang yang ada di pihak yang bertentangan 😂

      Suka

  2. Metik apa saja penyakit itu sama semua.😂 Tergantung ngerawat dan nasib baik . Kalau beruntung dapat yang bagus , ya bertahun juga masih aman2 saja.

    Suka

      • ya jadi beli motor skrg untung2an donk? Klo beda2 berarti tidak ada standarisasi dalam produk pabrikan. Krn biarpun beda vendor tp harus memenuhi standar adalah tugas dr vendor2 tsb dan tugas QC adalah memperhatikan bahwa parts tersebut sesuai dgn standar pabrikan.

        Suka

        • Anehnya dengar cerita pemilik PCX, masalah itu beda beda satu sama lain, seperti setang miring, bodi nggak rapat, cat nggak rata, dst. Anehnya lagi saya pernah beli Honda Beat, problemnya lebih banyak karena “kebijakan” pabriknya. Nggak mengalami seperti cerita pemilik PCX

          Suka

  3. Temen bapak ane punya vario techno 125 body udh ancur2an ga tau dah abis ngapain, masih dibawa jalan aja, padahal mesinnya udh ngelitik, ada suara ngiung2, dll. Parah dah om

    Suka

  4. hando sangat yakin kompresi 12 bisa minum pertalite karena piston sudah disemprot oli by nozzle yg katanya katanya katanya dapat menghilangkan knocking

    Suka

      • Lagian , dari hadirnya PCX dulu sebelah juga udah heboh…nyatanya ? Jualannya diNgeropah sana sekian digit diatas Nyemex .
        Jadi…kalau heboh2 yang masih berkelanjutan sampe sekarang ini sudah gak ada ngaruhnya lagi . Pasar membuktikan.
        😂👍

        Suka

    • Pabrikan2 itu punya banyak engineering …insinyur ..propesorrr…tenaga ahli dalam R n D mereka . Banyak lowh ya , bukan 1 kepala yang cuma bisa menilai lewat komentar 😂

      Suka

      • seh, kenapa jeng, lagi PMS ?
        Ai komen di artikel ngahaem karena ai punya salah satu produk nya,
        kalo ga punya produknya ngapain ai komen,
        terus, karena ai pengen sales/bloger busuk di bongkar ama om cahyo, jadi ai dukung beliau.
        biar tidak ada yang ketipu lagi, begono jeng

        Suka

  5. Jika motor 1 type kualitas produknya berbeda itu menandakan bahwa tidak adanya standarisasi dari setiap part yg dikirim dr vendor ke pabrikan. Jika benar begitu argumen Ngepbeha maka pabrikan Honda itu tidak memiliki standard kualitas yg jadi acuan vendor untuk memenuhi standar tsb. alias produk yg di kirim bebasan dan tidak akan di cek oleh QC Honda.

    Suka

    • Memang sepertinya QC Honda lemah. Dan part sepertinya tidak dibuat sendiri. Pernah ada thesis S1 yang menjelaskan bahwa part Honda itu disubkan ke ribuan produsen. Bisa jadi memang kualitas beda beda.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.