Safety riding ajaran Eca dan Kardus: Klaim rem dikocok beda dari fakta. + Belok patah counter steering


Kali ini penulis ingin bahas teknik safety riding yang diajarkan oleh channel Eca dan Kardus:

Ada beberapa hal yang penulis tidak setuju dengan asumsi asumsi yang diberikan. Seperti misalnya pada video part 1:

Di menit ke 5:00 dijelaskan bahwa menaruh jari di tuas rem itu jadi penyebab banyaknya kecelakaan. Tentu dengan penyampaian yang dilebih lebihkan.

Rasanya yang mengajarkan ini bukan orang yang tiap hari naik motor. Karena justru dengan menaruh jari di tuas rem itu akan membuat rider lebih mudah mengendalikan kekuatan rem, lebih cepat bereaksi dan nggak panik karena rem sudah tinggal ditekan.

Kalau jari tidak dituas rem maka kecepatan respon berkurang, mengendalikan kekuatan pengereman susah karena harus ngepaskan tangan dulu dan tuas rem nggak segera keraih, paniknya bakal sampai ubun ubun. Kalau sudah panik, ya tetap saja jatuh. Tidak menaruh jari di tuas rem tidak menjamin nggak bakalan jatuh. Kalau panik ya tetap saja jatuh bro.

Itu pengalaman pribadi. Penulis beberapa kali celaka ketika menerapkan hal itu, tidak menyiagakan jari di tuas rem. Justru setelah menyiagakan jari di tuas rem jadi lebih tenang. Jadi lebih tidak panik.

Reaksi lambat oleh yang mendemokan sekitar 0,3 detik (diperlihatkan di Part 2). Jadi setelah menurunkan gas, baru 0,3 detik kemudian tuas rem mulai ditekan. Padahal dari pengalaman penulis, pengereman biasanya terjadi kurang dari 1 detik di NMAX. Delay 0,3 detik menurut penulis termasuk lama.

Pendemo juga mencontohkan kaget di tikungan bisa bikin ban kehilangan grip. Pengalaman penulis sebaliknya, ketika jari sudah di tuas rem, waktu bisa dipergunakan untuk menggunakan rem degnan lebih hati hati. Kalau jadi tidak di tuas rem, banyak waktu terbuang untuk bisa meraih remnya.

Di menit ke 9:15 diperkenalkan teknik menikung dengan counter steering:

Dan counter weight:

Penulis baru kali ini pendefinisian teknik counter steering yang seperti itu. Yang penulis pakai beda:
Teknik counter steering yang diajarkan instruktur safety riding itu ngawur

Penulis bedakan teknik belok menjadi 2: counter steering dan body steering. Pemakaian tergantung motor dan kecepatan. Untuk Nex II misalnya. Agak sulit untuk melakukan counter steering. Apalagi Spin. Lebih mudah bila dilakukan body steering.

Bedanya apa? Body steering itu belok dengan memiringkan badan ke arah tikungan. Motor yang cocok pakai teknik belok ini akan segera nurut belok.

Teknik counter steering diterapkan di motor celeng yang maunya lurus terus. Bila mau belok kiri, maka setang disentakkan mendadak ke kanan sehingga bodi motor bakal kebanting rebah ke kiri. Nah ketika bodi motor sudah kebanting ke kiri, kita balikkan setang ke arah kiri dan menyeimbangkan. Ini membuat kita bisa belok dengan lebih mendadak.

Apalagi bila dikombinasikan dengan sekilas rem belakang. Belok akan makin tajam. Teknik kombinasi ini cocok untuk dipergunakan untuk belok patah di NMAX kecepatan agak tinggi. Seperti misalnya contohnya bisa dilihat mulai menit 15:15 video berikut, belok patah di detik 15:45:

Maaf kamera penulis lambat sehingga nggak begitu jelas. Itu dalam keadaan sedang belok ke kanan. Untuk mengarahkan ke kiri, penulis sentakkan setang ke kanan sesaat sehingga membuat bodi kesentak ke kiri, lalu penulis arahkan setang ke kiri lagi (tidak menyentak).

Sebagai hasilnya motor yang sedang serong ke kanan, secara mendadak bisa serong ke kiri. Kelihatannya setang mendadak bisa belokkan ke kiri, padahal sebenarnya itu setang sempat penulis sentakkan ke kanan sebentar (nggak terekam kamera). Perhatikan bahwa kecepatan juga tidak turun.

Perlu latihan ya.

Berikutnya video part 2:

Di menit ke 1:30 kembali dijelaskan soal counter steering.

Di menit 9:30 dijelaskan bahwa bobot akan pindah ke depan saat pengereman. Sayang tidak dijelaskan bahwa transisi tersebut butuh waktu dan di kondisi awal pengereman, grip ban depan masih lemah.

Di menit 10:40 di jelaskan mengerem pakai dikocok. Bagian ini yang penulis maksud di judul. Karena dijelaskan bahwa dengan dikocok, perlambatannya akan lebih cepat. Kesannya jarak pengereman makin pendek

Nyatanya waktu pakai pengereman biasa sudah bisa langsung berhenti:

Sementara pakai dikocok motor belum berhenti:

Jarak pengereman di video itu kira kira jarak 6 motor saat pakai pengereman biasa. Entah di kecepatan berapa. Penulis coba di NMAX kira kira jaraknya 3 motor di kecepatan 50 kpj pakai cara rem penulis. jarak 4 motor kalau dikocok. Menit 10:00.

Padahal jelas jelas kelihatan, waktu ia demokan pribadi, motornya jadi lebih jauh jarak pengeremannya, jadi makin payah perlambatannya. Tapi tetap saja berani klaim perlambatan makin cepat.

Tapi seperti itulah realita sekolah safety riding di Indonesia. Asal klaim padahal bisa jadi kenyataan justru berlawanan hasilnya.

Hati hati.

8 respons untuk ‘Safety riding ajaran Eca dan Kardus: Klaim rem dikocok beda dari fakta. + Belok patah counter steering

  1. Saya copy dari blog artikel ini:
    Bedanya apa? Body steering itu belok dengan memiringkan “BADAN” ke arah tikungan. Motor yang cocok pakai teknik belok ini akan segera nurut belok.

    Maaf om, mungkin kata yg saya beri huruf kapital diganti dengan kata “MOTOR” karena motornya yg miring k arah tikungan sedangkan badan rider tegak lurus mengimbangi 🙏

    Suka

  2. Belok counter steering sering saya lakukan waktu riding motor bebek pakai satu tangan. Mengantarkan masakan ke rumah di rw sebelah, tangan kiri bawa box isi sayur yang rawan tumpah, tangan kanan di gas. Rem belakang di kaki. Beloknya ya harus dorong/tarik stang berlawanan.

    Suka

  3. Jiah malah dipromosiin atuh eta mah jadinya channelnya..
    Banyak youtuber ga kompeten sekarang (di bidang apapun).. asal modal pengetahuan sedikit dijadiin konten.. padahal bisa2 menyesatkan.. yah fenomena..

    Disukai oleh 1 orang

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.