Ban belakang selip ketika mengerem darurat ala kupasmotor di 103 kpj. Bagaimana rasanya? Biasa aja!


Kebetulan pagi ini penulis ngevlog soal pengereman ketika ternyata muncul komen bahwa penulis harus tunjukkan cara pengereman penulis di sentul. Entah mengapa harus di sentul tapi kebetulan tadi sempat lengang sehingga bisa praktek pengereman mendadak dari kecepatan 103 km/jam:

Sebelumnya penulis harus mengaku bahwa penulis sama sekali nggak berani mempraktekkan ajaran sekolah safety riding JDDC dan RDL yang mengatakan bahwa di kecepatan tersebut harus pakai rem depan saja dan harus dikcook. Dibilang penakut silahkan, toh buktinya TIDAK ADA sama sekali video yang mempraktekkan itu di kecepatan yang sama di youtube. Beraninya cuma saat pelan.

Itupun kelihatan jelas malah lebih parah dari pengereman biasa. Berikut yang mempraktekkan, menit 10:30:

Perhatikan posisi berhenti motor ketika pakai pengereman biasa dan ketika mempraktekkan teknik dikocok.

Bisa disebut nggak pernah ada yang sukses mempraktekkan ajaran JDDC atau RDL. Padahal teknik mereka dikesankan sebagai teknik paling dewa kalau untuk pengereman darurat. Ya mungkin saking dewanya maka nggak ada manusia yang mampu mempraktekkan itu.

Maaf mencobanya cuma sekali, karena sulit bisa dapat kondisi yang aman. Penulis nggak ada niatan mencoba tengah malam atau subuh. Nggak percaya ya sudah. Yang penting teknik pengereman penulis ini dipakai sehari hari.

Teknik sudah sering dijelaskan, rem belakang dulu, lalu diikuti yang depan. Namun perlu jadi catatan bahwa entah mengapa, rem NMAX penulis itu pakem dua duanya. Padahal kan biasanya pemilik NMAX sering mengeluh remnya nggak pakem. Akhir akhir ini malah sepertinya rem belakang kelewatan pakemnya.

Sepertinya itu juga yang membuat pada saat melakukan pengereman di kecepatan 103 km/jam tersebut, ban belakang selip, diiringi dengan bagian belakang megal megol cepat. Entah mengapa ban belakang selip. Apa mungkin karena lewat jalan beton?

Motor memang sedang diguncang guncang oleh tidak ratanya jalan sih. Bisa dilihat di menit 7:20 video berikut:

Apakah motor jadi sulit dikendalikan? Kan katanya instruktur safety riding kalau ban belakang selip itu bahaya banget?

Yang penulis rasakan tidak. Penulis masih bisa mengendalikan motor. Namun jadi lebih hati hati ketika pakai rem depan. Oleh karena itu jarak pengereman jadi lebih jauh dari biasanya. Mengerem dari kecepatan 103 km/jam menjadi 25 km/jam membutuhkan waktu sekitar 3 detik.

Perlu diketahui juga bahwa menurut standarnya MSA (lembaga safety riding Amerika), kalau ban belakang selip ketika melakukan pengereman darurat, disuruh dibiarkan saja:
You and Your Motorcycle: Riding Tips

Bila ingin melepas rem belakang, diharuskan motor harus dalam kondisi benar benar lurus:
How to Pull Out of a Rear Wheel Skid – Infographic

Silahkan dikritisi bila itu dianggap lambat untuk bobot total sekitar 200 kg. Iya memang penulis akui tidak maksimal. Ban sama sekali tidak bunyi cit cit cit. Padahal sebelumnya ngerem di kecepatan yang hampir sama bisa bunyi cit cit cit. Biasanya juga nggak sampai selip ban belakangnya.

Bila ada yang ngeremnya bisa lebih cepat, silahkan posting video sebagai pembanding.

Yang jelas dengan mengerem belakang dulu, penulis merasa pede ketika menekan tuas rem depan. Penulis bisa lebih rileks walau ban belakang dalam kondisi selip.

5 respons untuk ‘Ban belakang selip ketika mengerem darurat ala kupasmotor di 103 kpj. Bagaimana rasanya? Biasa aja!

  1. Kalo ban belakang ngunci, sebelum melepas rem pastikan posisi motor lurus, karena kalo gak lurus bisa highside

    Tapi saya menyoroti poin ke tiga, ketika ban depan ngunci, lepas rem bentar trus ngerem lagi, 100 ke 25 bisa 3 detik itu kalo jalan kering, tapi di jalan tanah, berpasir, basah, bisa jauh lebih lama

    Suka

    • Ban depan ngunci kadang langsung jatuh kalau di matik.

      3 detik itu lambat karena ban belakang selip. Kalau ban belakang tidak selip bisa lebih cepat lagi berhentinya. Jalan juga tidak mulus. Di situ motor biasa bakal terasa terhambat.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.