Fenomena motor yang makin memaksa jinjit ketika dipakai, bawaan budaya Jepang


Salah satu hal yang membuat penulis sering bertanya tanya adalah kebutuhan untuk makin jinjit setiap naik motor baru atau facelift baru. Yang penulis tahu persis sih waktu review NMAX new dengan NMAX old, otomotif TV menyebut yang NMAX New lebih jinjit (menit 9:55). Tapi entah mengapa ketika bahas PCX 150 dan PCX 160 nggak bahas soal jinjit lagi.

Contoh paling jelas adalah Yamaha Lexi, yang jinjitnya banget:
VLOG : Test Ergonomi Yamaha Lexi . . . Mirip NMAX !

Walau entah mengapa, penulis tidak menemukan bahasan ergonomi (perubahan jinjit) PCX 160 di tmcblog. Kalau yang 150 sih ada:
VLOG : Test Ergonomi Honda PCX 150 dan Berboncengan dengan Bobot total 159 kg

Penulis cari contoh lain juga tetap nggak nemu.

Apa itu artinya motor motor tersebut cocoknya untuk rider yang tinggi? Rasanya tidak juga. Motor kelihatan kekecilan ketika dikendarai rider dengan badan tinggi. Baik dari jarak setang, ketinggian setang, posisi kaki, tempat selonjoran, dst itu rasanya lebih cocok untuk rider yang tinggi badannya butuh jinjit ketika naik motornya.

Mengapa kok bisa begitu?

Penulis merasa ini adalah salah satu desain yang lebih mengedepankan budaya Jepang. Motor motor didesain oleh orang Jepang yang nggak perduli kebiasaan orang Indonesia seperti apa. Mereka lebih memikirkan budaya Indonesia.

Budaya Jepang yang penulis maksud adalah budaya rider Jepang yang sudah biasa harus jinjit ketika naik motor.

Di Jepang itu sudah lumrah bila seorang reviewer mereview motor yang jinjitnya berlebihan. Seperti contohnya berikut ini:
25mmシート高をローダウン! レガーレ「ヤマハ MT-25 ロースタイル」とスタンダードモデルを比較インプレ

平嶋夏海の「つま先メモリアル」(第7回:HusqvarnaMotorcycles Svartpilen 701)

梅本まどか × モト・グッツィ「V85 TT」足つき性もチェック!【オートバイ女子部のフォトアルバム】

梅本まどか × スズキ「KATANA」 足つき性もチェック!【オートバイ女子部のフォトアルバム】

平嶋夏海のバイクインプレ「Honda CB1100RS LOW STYLE」(レガーレ)足つき性抜群の〈ロースタイル〉だから身長154cmでも安心!?

Walau satu kaki saja yang bisa turun ke tanah, nyantai saja bergaya:

Memang kebiasaannya seperti itu. Dan sepertinya pabrikan Jepang berharap rider Indonesia untuk melakukan seperti itu juga. Oleh karena itu motor yang naiknya butuh jinjit itu jangan dipikir ridernya harus tinggi. Motornya tetap didesain untuk yang nggak tinggi tapi ridernya harus membiasakan cara naik motor seperti itu, model menggantung.

Sepertinya begitu harapan desainer NMAX, PCX, ADV, Aerox atau Lexi. Disuruh belajar berkendara sambil jinjit. Untuk rider yang nggak tinggi harus cari motor yang jinjit. Motor yang pas untuk rider yang tinggi itu bukan yang bisa napak, tapi yang juga harus jinjit. Kalau napak bisa dipastikan motornya kekecilan.

Kalau tidak salah dulu pernah ada yang komentar bahwa ia kalau naik motor ya begitu itu. Setiap kali berhenti maka ia akan merosotkan badannya ke kiri biar kaki bisa menapak tanah. Saat itu ia protes mengapa penulis sebut nggak aman.

Saat itu penulis lupa faktor yang membedakan antara Jepang dan Indonesia, jalannya. Jalan di Jepang itu rasanya pada mulus dan datar semua. Dekat perumahan pun serba mulus dan datar. Sementara itu di Indonesia tidak. Bahkan kadang di lampu merah pun bisa terjadi jalannya nggak rata atau nggak datar. Macet macetan juga bisa terjadi di jalan yang permukaannya nggak jelas. Belum lagi kalau itu pas menginjak kaki orang lain atau keplindes ban mobil. Kadang macet itu juga sampai memaksa lewat bahu jalan, yang kadang masih batu batu dan tidak selevel dengan jalannya.

Jadi lebih berbahaya lagi ketika motor berhenti di tanjakan:

Menurut penulis, di jalan Indonesia ini, nggak aman kalau yang turun cuma satu kaki. Harus dua kaki yang bisa turun.

22 respons untuk ‘Fenomena motor yang makin memaksa jinjit ketika dipakai, bawaan budaya Jepang

  1. Itulah jeniusnya nippon.. one for all & all for one
    Padahal nikmat banget kalo make motor yg kaki bisa full napak bumi tapi ya runyem mikirin ground clearance jalanan di sini..

    Suka

    • Sebenernya bisa aja bikin motor yang seat height nya aman tanpa mengorbankan ground clearance, mungkin bisa di otak-atik dari segi bentuk frame, ketebalan jok, lebar body, atau yang lain. Tapi balik lagi ke pabrikan sih, mau apa kagak bikinnya wkwkw

      Suka

    • Iya, tapi pikirin juga orang yang tingginya 174 kayak gue

      Orang pendek naik motor tinggi itu kesiksa pas berhenti aja, orang tinggi naik motor pendek itu kesiksa sepanjang jalan

      Suka

    • Kelebihan naik motor yang jinjit / sport / sport touring / maxi skuter menurut saya :
      1. Riding posisi lebih lega, lebih nyaman buat jarak jauh.
      2. Karena tinggi maka jarak pandang lebih luas, lebih aman buat nyalip dijalan raya.
      3. Berasa lebih prestise dan mewah, ini seperti budaya seekor Kuda, semakin tinggi dan besar Kuda maka harganya lebih mahal.

      Disukai oleh 1 orang

  2. Hehehe saya naik R25/Ninja lebih napak daripada Nmax, padahal yang naik R25 90% cowok yang rata-rata lebih tinggi dari cewe. Nmax, PCX, Aerox, ADV, Lexi yang banyak dipakai cewe malah lebih tinggi.

    Suka

  3. Tapi buat ane yang 174cm, motor2 di sini berasa pendek
    Vario bisa napak sempurna, kalo boncengan malah kaki nekuk, pas jalan dengkul mentok
    NCB walo sendirian, kaki udah nekuk alias kurang tinggi

    Ga usah tanya beat kayak gimana, naek beat udah kayak mau berak aja

    Suka

  4. 175cm naek scoopy dan beat punya istri , punggung kanan matirasa dan kesemutan pas lagi riding ataupun setelah riding…

    Upgrade pake pcx 160 , jarak dek , kaki dan setang lbh lega rada enakan , td kadang punggung masih kerasa sedikit kesemutan…

    Basicnya sdh 6 tahun nark verza…

    Setelah pakai pcx 160 , sesekali naek scoopy feelnya makin gak nyaman kayak motor yg kekecilan dan wheelbase yg kependekan , naek verza pun serasa motornya terlalu agile handlingnya…

    Apa mungkin ini krn sdh mulai adaptasi pakai pcx yg whellbase panjang sepertinya

    Suka

  5. Berapa hari lalu liat di TV negara yg ter, indo masuk sebagai negara yg rata² tinggi penduduk yg terendah, yaitu 158cm (kayaknya ini udah level dunia)
    Kalo jalanan mulus, rata² orangnya tinggi, tapi motornya rendah ya tirulah Amerika, tapi panjang n besarnya motor juga amit² hehe
    Sy liat faktor tingginya seatheight ada 2 : Ngejar bagasi gede (matik besar) sama motor sport bersasis samping (deltabox)

    Suka

  6. Menurut saya Suzuki address termasuk pas ergonominya buat yg tingginya 165 – 170cm, kaki bisa napak tp dengkul tdk mentok ke bagian depan saat duduk berkendara. Di pake ade sy yg tingginya 156 cm jg nyaman, walau jinjit balet.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.