Mengurangi penguapan / berkurangnya oli tanpa harus modif mesin


Yang ingin penulis bahas di artikel ini adalah cara untuk mengurangi penguapan atau berkurangnya oli dengan cara yang bisa kita lakukan dengan mudah.

Memang, beberapa terjadi karena memang karakter mesinnya. Bisa karena modifikasi mesin. Seperti misalnya dijelaskan juga di berikut:

Penyebabnya secara umum dibagi dua, yaitu karena panas dan karena kebocoran.

Dari sisi kebocoran bisa karena celah antara piston silinder yang besar, klep valve robek atau cacat, dst. Dari sisi panas bisa jadi karena peningkatan kompresi, modifikasi, atau bensin.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi berkurangnya oli ini. Cara yang paling manjur adalah dengan menggunakan oli yang lebih kental. Alasannya adalah dengan oli lebih kental maka celah akan lebih mudah menutup. Ini mengapa beberapa “solusi” anti knalpot berasap itu akan bikin oli jadi jauh lebih kental. Alasan kedua adalah karena oli yang lebih kental akan lebih sulit menguap.

Cara yang kedua adalah memilih oli yang lebih sulit menguap. Bila dari spesifikasi, kita bisa menggunakan data evaporation loss. Bila data itu tidak ada, kita bisa coba perkirakan dari data flash point atau data kinematic viscosity di suhu tinggi.

Cara yang ketiga adalah memilih coolant yang lebih dingin, yaitu yang mempunyai kandungan air yang lebih tinggi. Memperbesar kipas atau memperbesar sebaiknya dilakukan setelah ganti coolant.

Cara keempat adalah memilih bensin yang sesuai. Karena memilih bensin yang oktannya terlalu rendah akan membuat lebih mudah panas.

Cara kelima adalah ganti busi denga yang heat rangenya sesuai. Mesin yang terlalu panas, sehingga busi sampai timbul bintik bintik harus dibuat lebih dingin dengan memakai busi dingin.

Yang bisa dimasukkan ke cara keenam adalah dengan mencampurkan minyak goreng ke oli mesin. Karena minyak goreng punya titik didih lebih tinggi dari oli mineral, maka penguapan oli akan berkurang. Tapi tentu dengan memilih yang tidak mudah menguap:
Maaf, ternyata Sania itu minyak goreng yang kurang bagus jadi aditif oli mesin!

versi video:

16 respons untuk ‘Mengurangi penguapan / berkurangnya oli tanpa harus modif mesin

  1. mnurut sy sih memang mesinnya spt itu.. sbnrnya liquid coolingnya sdh lumayan bs menstabilkan temp mesin.. jd ya pke oli agk kntal sdikit

    Suka

  2. yg difoto kena brainwashing group LDI itu pasti, pake oli yg uencer biar katanya tarikan enteng, bahkan memang orang2 di sana dan gak melulu di group LDI sudah terdoktrin bahwa Logikanya lebih encer oli lebih enteng, pokoknya asal angka SAE dibawah rekomen pabrik maka = enteng tarikan,memang sama sekali gak mikir proteksi nampaknya, gak mikir apakah mesin jadi kasar saat suhu tinggi sepertinya, baru nanti kalo ada kerusakan komponen mesin maka yg disalahkan kualitas materialnya, padahal belum tentu🤣🤣🤣

    Suka

  3. Yang bisa dimasukkan ke cara keenam adalah dengan mencampurkan minyak goreng ke oli mesin. Karena minyak goreng punya titik didih lebih tinggi dari oli mineral, …

    Bisa disarankan merk migornya…?
    Biar gak salah beli

    Suka

  4. Kalau boleh request modif pengapian prof.

    Pengalaman sendiri nyoba-nyoba busi di aerox kompresi 10,5 an Standar Cpr 8 BBM Ron 92 : Pake Cr 8 kurang enak kalau dibuka cepat berkarbon, pake Cr 9 malah enak, Yg udah dicoba paling enak pake substitusi Cpr 8 to iridium

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.