Unboxing Amsoil Signature series 5W-50, cek keaslian cuma bisa dari labelnya?


Setelah cukup lama memaksakan untuk selalu beli offline untuk oli mesin, akhirnya penulis memulai juga beli oli secara online. Oli beli online pertama adalah Amsoil Siganture Series 5W-50:

Mengapa Amsoil? sudah dijelaskan di artikel sebelumnya:
Sulit ya cari oli PAO? Dilema beli oli online, bagaimana kalau dapat yang palsu?

Lalu mengapa nggak oli khusus motor? Karena kan penulis sebelumnya menyarankan untuk mencoba oli khusus untuk motor dulu sebelum memutuskan bahwa PCMO itu lebih baik?

Kalau ini kembali lagi ke alasan praktis, yaitu nggak nemu.

Amsoil V-Twin 20W-50 (MCV) dijual dengan harga sekitar 300 ribu, tapi nggak ada PAOnya.

Ada Amsoil 20W50 yang lain (MC5), harga lebih murah. Tapi di datasheet nggak ada PAOnya dan di Eropa disebut sebagai entry level motorcycle oil. Ya skip dulu lah.

Ada yang disebut 100% synthetic (MCF) juga sama nggak ada PAOnya di datasheet.

Padahal daya perlindungan bahkan didemokan lebih baik daripada Motul (perhatikan bahwa oli satunya adalah amsoil V-Twin):

atau Castrol:

Karena dari niatan adalah beli oli yang ada PAOnya, ya sudah, Amsoil signature series saja. Yang diesel juga nggak ada PAO yang SAE belakangnya 50. Jadi memang satu satunya pilihan oli semi PAO Amsoil ya signature series.

Berikut tampak belakang:

Sebagai oli yang cukup populer, oli amsoil ini ternyata perlindungan terhadap pemalsuan hampir tidak ada. Yang penulis lihat cuma label belakang ada lapisan keduanya:

Lapisan keduanya bolak balik dengan isi sebagai berikut:

Jadi rupanya garansi 25 ribu km itu bila pakai filter olinya amsoil. Punya penulis sepertinya masih tetap pakai filter oli Yamaha. Tapi entah apa beneran bisa 12 ribu mil (19 ribu km) mengingat motor penulis NMAX mengalami fuel dilution.

Tutup oli kesannya biasa:

Oli warnanya seperti berikut:

Penulis tidak lihat tanda tanda lain keaslian oli tersebut. Ya moga moga deh dapat yang asli. Belinya di DBM.

videonya:

25 respons untuk ‘Unboxing Amsoil Signature series 5W-50, cek keaslian cuma bisa dari labelnya?

  1. kl nemu yg palsu pasti lsg kasar asal plus lari berat banget sperti Kang Kupas Motor lagi bonceng sy yg …. berat badannya 😋jgn campur minyak goreng dl , jd benar benar amsoil 100 persen bl sdh dirasa sdh nempel bbrp km baru de campur keliatan palsu atau tidak karna sy pas coba coba merk baru demikian kecuali merk yg sdh pernah coba dan ternyata jelek 😋dicampur apapun ttp sama

    Suka

  2. mantap om akhirnya nyoba Amsoil AMR, memang oli diesel lebih cupu secara komposisi jika dilihat di MSDS daripada PCMO. Jangan lupa wadah olinya dirusak om untuk hindari pemalsuan.

    Kalau ane pribadi ngga percaya klaim bisa lebih dari 15.000 km disini karena macet, panas, debu, stop n go. Jadinya kerja oli berat juga, kasihan mesinnya.

    Semoga cocok dengan si AMR om… yang pasti ngga cocok dengan motor Honda keluaran terbaru karena terlalu kental ( apalagi matic )

    Suka

    • Sip iya, wadah bakal dirusak. Iya, pemakaian rasanya nggak akan sejauh itu. apalagi kan motor lagi kena FD.

      Entah apa tidak cocok untuk motor Honda. Karena 10W30 kan anjuran untuk jepang.

      Suka

  3. Msh pake oli Yamalube Sport buat si meking. Ada rencana mw bore up 200cc dan ganti ECU. Klo skrg di bore up percuma jg krn masih WFH.

    Suka

  4. Belanja oli harga mewah sebenarnya worth it dan ngaruh signifikan ga sih kalau cuma utk motor biasa dan penggunaan harian? Atau cuma memberi kepuasan ketenangan batin dari sugesti saja? Karena sudah keluar uang banyak rasanya ‘lebih halus, adem, irit, dsb’

    Karena sy pakai motor yg sama selama 13 tahun pakai oli ya yg biasa saja, yamalube gold, atau kadang fastron hijau koq rasanya enak2 saja, mesin ga pernah rusak, ga pernah masalah, rasanya juga enak2 saja tanpa keluhan ini itu.

    Suka

    • Dan karena ini pula jd ga pernah merasa butuh utk experimen aneh2 pakai oli campur minyak Goreng, atau pakai oli diesel dsb. Krn smuanya selama ini baik2 dan enak2 saja, jd ga niat dan kepikiran utk sampai nguprek soal oli dimacem2in atau pakai diluar spesifikasi umumnya

      Suka

      • Itu juga dilema. Selama tidak pernah coba yang disebut bagus, maka merasa yang sekarang ini sudah yang paling sesuai.

        Saya sendiri standarnya jadi naik semenjak coba coba pakai minyak goreng. Usaha sekarang ini juga cari oli yang bisa setara campuran dengan minyak goreng.

        Suka

    • Iya sih, sebenarnya oli itu tergantung dari pemakaian juga. Harga tidak menentukan kualitas. Kadang harga mahal karena biaya impornya. Sementara kualitas bisa jadi rata rata.

      Dan untuk saya sekarang, dengan motor yang penyakitan FD dari mulai baru, menggunakan oli mahal sebenarnya buang buang uang. Lebih untuk memuaskan rasa penasaran saja. Apa benar lebih bagus dari Repsol + Bimoli?

      Suka

    • klo makenya anteng2 aja dan mesinnya bukan yg baru cukup pake semi sintetis juga udh bagus. Klo mesinnya udh mainan apalg maen bore up an ya bagusnya pake full sintetis. klo sering geber2 jg pake semi sintetis gak enak untuk mesin std. suara setelah digeber akan jd kasar.

      Suka

    • klaimnya sih gitu lebih licin jd irit bbm, proteksi ke mesin lebih baik, long drain, dll. harian saya jga cuma pake pcmo under 80rb udah cukup.

      Suka

  5. Sekedar sharing aja, kalo menurut saya oli hanya berperan sebagai ‘pendukung’ dari sebuah mesin. Jadi bagus tidaknya kinerja oli ya bergantung pada kualitas komponen yang dilumasi oli itu sendiri. Saya punya mio sporty 2006 sama mio m3 2017 di rumah. Mio m3 saya isi oli macem2 mulai dari mco, pcmo, hdeo, dari yang murah sampe yang mahal, dari sae 30 sampe sae 50, tapi hasilnya sama, yaitu vampir oli. Bahkan yang paling parah, dalam jarak 1500 km oli udah nggak tersentuh dipstik, tapi alhamdulillah mesin sampai sekarang nggak ada suara2 aneh, nggak jauh beda sama waktu baru beli. Sedangkan mio sporty saya isi pake oli bekas mio m3 yang sudah diendapkan. Alhamdulillah sampai sekarang masih halus dipakai harian, tapi dua-duanya nggak ada yang long drain. Untuk mio m3 nggak bisa long drain karena vampir, sedangkan mio sporty sengaja nggak saya bikin long drain karena pakai oli bekas. Dari segi kualitas mio m3 jelas jauh dibawah mio sporty. Jadi kesimpulannya motor jadul pun bisa tetap halus & awet mesinnya walaupun pakai oli bekas, karena komponen yang digunakan kualitasnya jelas jauh diatas motor-motor sekarang yang mungkin sengaja didesain agar ‘tidak awet’.

    Suka

    • Iya, memang sepertinya motor lama itu punya mesin yang lebih awet dari motor sekarang. Namun itu juga berarti, dengan mesin yang lebih ringkih sekarang, kebutuhan oli yang lebih berkualitas jadi makin meningkat.

      Juga harus disadari bahwa oli di jaman dulu itu pilihannya jarang ada yang jelek. Sementara itu sekarang kualitas oli cenderung turun. Oli 10W30 yang harusnya jauh lebih mahal karena butuh aditif yang lebih modern agar kemampuannya sama dengan oli 10W40, malah harganya sama murahnya. Ketika dibandingkan dengan oli 10W40 juga bisa dirasakan beda kemampuan pelicinnya.

      Suka

    • Mio Sporty termasuk motor yg gak rewel kok. Paling kendala di aki yg cepet soak dan lebih memperhatikan sektor engkol. Krn klo gak di urus kadang suka macet.

      tp drpd beat temen yg engkolnya macet, std tengah macet dsb nya Mio Sporty lebih baik. Mw lebih enak lg dan gak boros oli mesin?

      Suzuki Tornado GS. Oli sampingnya cm lebih boros 1L bisa 1500km krn mesin mati juga ngocor itu oli samping. Dan karena itu mesin2 Suzuki 2 tak lebih awet drpd Yamaha atau Kawasaki.

      Suka

  6. Saya kurang paham mengapa bapack-bapack disini mencampur oli motor dengan minyak goreng. Padahal minyak goreng itu kan kena panas dikit aja langsung mendidih. Coba bapack-bapack experiment sekali-sekali bantuin istri menggoreng ikan atau jeroan ayam, terus bayangin kalau jeroan motornya seperti kampas kopling atau gear dll yang digoreng dalam minyak goreng tadi? Kebayang gak? Hiii…

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.