Marc sadar mendompleng itu tidak sportif, tapi bakal terus melakukannya


Penulis sudah berkali kali membahas soal praktek mendompleng dan melambatnya Marc yang kalau di kelas lain kena penalty:
Dan Marc keluarkan jurus nebeng pun disebut mind game, Mir sindir aksi tersebut dihukum di Moto3 dan Moto2
Melambat untuk mendompleng dihukum makin berat di Moto3, kok di MotoGP bebas?

Ternyata yang di MotoGP pun sadar akan hal itu, dan aksi Marc itu sudah diprediksi oleh Manajer tim Yamaha, ketika Marc kembali ke lintasan:
Yamaha slams Marquez’s “not fair” MotoGP qualifying tactics

Bos Yamaha MotoGP Massimo Meregalli mengecam taktik Marc Marquez melawan Maverick Vinales di kualifikasi Grand Prix Italia sebagai “tidak adil” dan berharap intervensi Race Direction. Meregalli mengatakan kepada motogp.com : “Sayangnya di sisi lain garasi… sepertinya Marc Marquez semakin membaik karena dia mulai berperilaku seperti dulu. “Saya berharap mungkin Race Direction akan memutuskan sesuatu karena bagi saya perilakunya tidak adil.”

Ini bukan pertama kalinya musim ini Marquez mendapat kritik dari sesama pebalap untuk taktik serupa, dengan Joan Mir menyebut ini “berbahaya” selama akhir pekan di Portugal.

Ceritanya (ini balapan sebelumnya):

Pembalap Honda itu mengikuti Vinales keluar dari pitlane di kedua larinya dalam sesi adu penalti 15 menit pertama di Mugello pada Sabtu sore.

Vinales terlihat sangat marah dengan hal ini, dengan pebalap Yamaha bahkan membatalkan outlap untuk melewati pitlane lagi untuk mencoba dan mengguncang Marquez – hanya untuk pria Honda itu untuk mengikutinya.

Membutuhkan satu putaran untuk mencoba masuk ke Q2, Vinales tidak punya pilihan selain mendorong dengan Marquez di belakang, dengan pebalap Honda yang mampu memuncaki Q1 mengejar Yamaha.

Vinales sendiri menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa lebih cepat:
Vinales doesn’t blame Marquez for Mugello MotoGP Q1 exit

“Saya tidak punya komentar tentang itu, jujur,” kata Vinales ketika ditanya tentang taktik Marquez di Q1. Hanya saja kami tidak cukup cepat. Sejujurnya, setelah FP1 saya tidak pernah merasakannya lagi, kami hanya mundur, bukan maju. Jadi, tidak ada alasan, kami lambat dan hanya itu. Dia memainkan kartunya dengan sangat baik dan hanya itu.

Marcnya sendiri mengakui bahwa yang ia lakukan itu bukan perbuatan sportif:
Marquez: Vinales “right to be angry” after Mugello qualifying

“Ya, saya bertemu Maverick sebelum masuk TV,” katanya ketika ditanya oleh Motorsport.com tentang versinya setelah kualifikasi ke-11. “Pertama-tama, saya meminta maaf karena saya tahu itu tidak sepenuhnya adil dan apa yang saya katakan adalah ‘kamu punya alasan untuk marah’.

Menurut Marc, cara mendompleng itu adalah cara satu satunya yang bisa ia lakukan karena ia tidak bisa kencang:

“Maksud saya, untuk beberapa alasan tentang kondisi fisik, motor, semuanya, saya merasa tidak begitu baik dan saya berhenti di FP4 sebelum akhir dan saya berkata kepada tim ‘Saya tidak merasakan motornya, saya tidak merasakan apa-apa. , kita harus mengikuti seseorang’. Kami memeriksa daftar, orang tercepat adalah Vinales. Jika itu yang lain, kami akan memilih yang lain. Lalu saya mengikutinya, itu adalah taktik karena itu satu-satunya cara untuk berkembang.

Menurut Marc, cara ini juga banyak dilakukan pembalap lain, dan ia bakal terus melakukannya selama itu tidak dilarang:

“yang lain mengikuti saya seperti berkali-kali di masa lalu. Saya tahu, karena saya memiliki perasaan itu di masa lalu, bagaimana perasaan Maverick dan itulah mengapa saya meminta maaf. Tetapi pada akhirnya itu ada di dalam aturan – pada batasnya, tetapi di dalam aturan. Apa yang saya lakukan adalah mencoba menemukan situasi yang sempurna untuk melakukan 100% dan mendapatkan hasil terbaik.”

Jadi selama ia dalam kondisi tidak bisa sekencang yang lain, Marc akan berusaha kuat mendompleng.

Memang bukan Marc saja yang melakukan, namun dari pembalap sendiri rupanya ingin ada peraturan seperti di Moto3, seperti menurut Fabio Quartararo:
Quartararo critical of “pointless” Mugello MotoGP traffic

Pembalap Yamaha itu adalah salah satu dari beberapa yang terlambat dalam latihan kedua sore ini di Mugello yang terpaksa membatalkan putaran cepat karena menghadapi lalu lintas yang padat.

Tur adalah sesuatu yang di kelas bawah – khususnya Moto3 – telah sangat ketat dalam beberapa tahun terakhir, dengan hukuman yang lebih keras seperti pitlane mulai diberikan kepada pengendara untuk apa yang dianggap “berkendara tidak bertanggung jawab”.

“Kami semua sama, kami berlomba di kejuaraan dunia. Ya, ini kategori yang berbeda tapi kami berkendara lebih cepat dari mereka, itu lebih berbahaya. Jadi, bagi saya itu harus sama dengan Moto2 dan Moto3. Setiap kali saya melakukan lap, saya tidak mengganggu siapa pun. Pada lap terakhir adalah di mana Anda benar-benar berada di batas dan Anda menemukan semua orang berada di tengah [lintasan]. Jadi, saya pikir itu tidak adil dan berbahaya.”

Tetap jadi pertanyaan besar mengapa aturan di Moto3 dan Moto2 tidak diterapkan di kelas MotoGP. Yang jelas Marc sekarang ini bakal jadi pembalap yang dirugikan bila peraturan ala Moto3 diterapkan. Dan Marc sepertinya bakal terus melakukan trik ini sampai benar benar dilarang.

Dulu saat Marc masih bisa menyalip pembalap lain (secara agresif) penulis sudah tidak suka aksi Marc yang sangat mengandalkan mendompleng. Sekarang ia sudah tidak bisa menyalip lagi dan sering jadi penghalang, penulis makin tidak suka lagi terhadap aksi mendompleng Marc.

Walau bukan jadi bagian yang ditayangkan, tetap saja bikin kesan MotoGP buruk.

7 respons untuk ‘Marc sadar mendompleng itu tidak sportif, tapi bakal terus melakukannya

  1. Mentalitas jurdun 8X apakah seperti ini? Kok kelihatan sekali seperti menghalalkan segala cara.. Dan dilakukan secara terang2an pula. Selama masih diperbolehkan di kelas motoGP, aksi ini bakal terus lanjut dilakukan marc, dan pensboy nya tetep bakal belain junjungannya.

    Tapi akan banyak orang yang kehilangan respect terhadap perilaku jurdun 8x yang seperti ini. Padahal akan terlihat lebih bijaksana dan berwibawa bila mengakui dan menyadari kelemahan, serta tidak memaksakan bangkit dari keterpurukan dengan cara yang seperti ini. Toh memang marc sempat vakum 1 musim dan baru saja/masih pemulihan pasca cidera berat.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.