Vinales rekrut Galbusera yang dianggap nggak becus? Ban depan Michelin terlalu empuk?


Kalau menurut media lokal, keputusan Maverick Vinales bisa dibilang aneh, karena kok ganti kepala mekanik kok dengan orang yang menurut media lokal ada mekanik yang nggak becus. Padahal juga, Esteban Garcia sudah dianggap keluarga dekat oleh Vinales:
Vinales MotoGP crew chief split “hurts” on personal level

Setelah berdiskusi dengan Yamaha, marque Jepang memilih untuk menggantikan kepala kru Vinales, yang merupakan keputusan yang dia “percayai” tetapi mengakui hubungan pribadinya yang kuat dengan Garcia telah membuatnya sulit.

“Saya berbicara dengan Esteban tentang ini karena pertama-tama dia adalah teman saya,” kata Vinales pada Kamis di Barcelona. “Kami memiliki hubungan yang sangat baik, saya sering pergi ke rumahnya dan saya mengenal istrinya, putrinya, saya mengenal mereka dengan sangat baik.

Silvano Galbusera sendiri dianggap nggak becus oleh blogger lokal:
2020 Crew Chief Valentino Rossi akan ganti dari Galbusera Ke David Munoz

Kalau dari Kacamata tmcblog ini jelas mengartikan bahwa Valentino Rossi masih cukup Semangat menatap 2020. Ia masih berfikiran bahwa selain usia, mungkin saja ada faktor crew Chief yang menghalangi performanya di Tarck . . Terlihat Sepertinya Valentino Rossi sadar bahwa harus ada juga perubahan yang hadir dari dalam dirinya untuk paralel membaik bersama Yamaha M1.

Performa Kian Jeblok, Rossi Pecat Kepala Mekanik Yamaha

Pada awalnya saya tidak mengira kami akan berpisah, tetapi pada akhirnya saya memutuskan untuk membuat perubahan

[Breaking News] Valentino Rossi “buang” kepala mekaniknya, ada apa ???

Yup…Valentino Rossi “buang” kepala mekaniknya, ada apa ??? Keputusan Vale sepertinya karena kurang puas dengan performa Galbusera cak. Last…Perubahan ini menandai keseriusan Rossi untuk tampil kompetitif musim depan.

Penulis sendiri punya pandangan berbeda. Menurut penulis performa buruk Rossi bukanlah kesalahan Rossi tapi lebih kepada ketidakmampuan Yamaha dalam membenahi ECU:
Galbusera penyebab anjloknya prestasi Rossi menurut Chad Reed, iya kah? enggak .

Alasan Galbusera pensiun juga bukan karena nggak becus tapi karena alasan pribadi:
Rossi pisah dengan Silvano Galbusera bukan karena Galbusera nggak becus

Kembali ke MotoGP apa plin plan? Sebenarnya sih tidak, mengingat sekarang ini lokasi MotoGP makin sedikit dan kebanyakan di Eropa karena adanya Covid. Alasan berhenti pun karena malas pindah pindah:
Rossi: “I leave Galbusera and aim to improve further with Munoz”

Silvano wanted to continue working with Yamaha but with less stress and less days away from home

Vinales sendiri punya alasan kuat untuk memilih Galbusera karena perlu diingat bahwa Vinales itu beberapa kali bisa sukses dalam menyeting setelah copas setelan dari motornya Rossi:
MotoGP, Viñales: I ‘copied’ Rossi’s setup and it worked

Sepertinya keputusan untuk mengganti kepala mekanik dengan Galbusera cukup sukses bila melihat komentar terhadap kerjasama pertamanya:
Vinales “not used” to ex-Rossi MotoGP crew chief’s methods

“Pada dasarnya, tujuannya adalah untuk menemukan perasaan bagian depan dan kami mencapainya hari ini, jadi saya cukup senang tentang itu.

Bisa kembali merasakan bagian depan ini merupakan sesuatu yang cukup bagus mengingat pembalap lain juga ada yang mengeluh lemahnya bagian depan semenjak ada perubahan di ban Michelin.
Rins says recent MotoGP crashes “not normal”

Alex Rins: “Balapan ini [ada] tidak cukup [dari] perasaan yang baik di depan, tidak perasaan yang sama seperti latihan. Tapi saya tidak mengerti apa yang terjadi, kami perlu melakukan sesuatu karena tidak normal memiliki empat angka nol berturut-turut, selalu hilang grip di depan.

The tech secrets boosting three MotoGP bikes at Mugello

Pembalap KTM telah berjuang pada tahun 2021 sebagian besar sebagai akibat dari alokasi ban depan Michelin, yang cenderung terlalu lunak untuk apa yang dibutuhkan RC16.

Catalunya MotoGP: Front end and soft tyre woes leave Valentino Rossi 19th

Rossi sangat kesulitan dengan perasaan ‘front end’ di tikungan ‘entry’, yang telah menjadi masalah sepanjang tahun, sementara kesengsaraannya dengan ban lunak dalam situasi time attack berlanjut hari ini.

“Sore ini kami mencoba pengaturan berbeda untuk meningkatkan terutama pengereman, tetapi saya tidak merasa nyaman. Saya terlalu lambat, saya tidak dapat membelokkan motor, jadi posisi saya sangat buruk, saya sangat tertinggal. Juga serangan waktu dengan ban lunak buruk.”

Rossi merupakan pembalap yang termasuk tersiksa ketika ban depan kurang kokoh rangkanya (mudah berubah bentuk ketika kena tekanan):
Salah mengartikan bisa jadi salah analisa! problem ban Rossi karena carcass di ban itu bukan tekstur, daging ataupun kompon

Namun harus diingat juga bahwa di Yamaha itu akselerasi juga masih menjadi masalah. Seperti kita lihat di balapan terakhir, beberapa kali Fabio terlihat wheelie saat akselerasi.

Walau kelihatan gaya, wheelie itu bikin lambat kalau di MotoGP. Tapi sepertinya mustahil Yamaha bisa menanganinya.

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.