Kayaknya ini alasan mengapa orang barat itu sering ngeyel semua motor wajib counter steering, efek gyro, mengabaikan offset


Beberapa hari terakhir ini penulis terus debat sama orang luar negeri. Topiknya adalah counter steering tapi bahasan jadi menyebar ke soal handling motor dan mengapa motor bisa stabil.

Dalam topik ini, orang luar negeri itu sering ngeyel soal hal berikut ini:
– teknik counter steering bisa dipergunakan di semua motor
– mengendarai semua motor itu paling enak pakai counter steering.
– yang nggak pakai counter steering itu sebenarnya secara tidak sadar pakai counter steering
– semua motor cara handlingnya sama, kalau nggak sama namanya bukan motor

Untuk menunjukkan bahwa semua motor butuh counter steering, mereka mencontohkan video berikut, videonya Keith Code yang memberikan:

ada juga yang kasih contoh pakai 1 jari:

Intinya sih counter steer itu teknik untuk mengawali belok dengan membuat motor rebah ke arah menikung dengan menyentak setang ke arah berlawanan.

Yang jadi masalah adalah ketika mereka mereka ini menganggap bahwa kita wajib menerapkan ini di semua motor. Padahal dalam kenyataan tidak bisa begitu.

Alasan mereka yang pertama adalah semua motor punya gaya gyro di ban depan. Namun sayangnya, penulis TIDAK NEMU demonstrasi yang menjelaskan hal ini secara nyata. Mereka sih kasih contoh tidak relevan berikut ini:

Penulis sebut tidak relevan karena kan itu bergerak independen atau beda dengan ban motor yang digapit oleh fork. Oleh karena itu kita bisa mendapatkan persepsi yang salah terhadap gaya gyro.

Sementara yang penulis temukan paling mendekati adalah yang berikut ini:

Itu juga masih belum benar benar menjelaskan gaya yang terjadi.

Ada yang kasih video berikut. Namun sayangnya di video tersebut geometri setang dibuat sangat sederhana. Tidak ada offset atau pun rake angle.

offset yang penulis maksud:

Ya jelas salah hasilnya. Karena pastinya offset dan rake angle itu sangat mempengaruhi handling. Lha wong offset digeser sedikit di PCX 160 saja bisa membuat fans memuji habis habisan.

Sebenarnya sih cara yang lebih mantap adalah pakai sepeda yang digantung lalu diputar kencang ban depannya. Cuma penulis sekarang kesulitan untuk melakukan demo tersebut. Butuh minim 2 orang kayaknya. Oleh karena itu penulis pun coba di harddisk dulu untuk merasakan bagaimana sih efeknya:

Dari percobaan ini penulis merasakan bahwa ketika harddisk dalam kondisi mati, harddisk gampang diputar putar. Setelah dihidupkan, jadi ada hambatan ketika penulis coba putar arahnya. Hambatan terasa munculnya dari bagian bawah. Sehingga ketika mau dirubah arahnya, bagian bawah seperti digandoli.

Kalau ini diterjemahkan di motor, maka harusnya makin kencang setang itu bakal terasa makin berat. Tapi faktanya, muter setang itu makin kencang bisa makin ringan (tergantung geometri juga).

Dan ini ke poin berikutnya yaitu ngeyelnya mereka bahwa semua motor itu handlingnya sama. Uaneh banget karena dari merek dan tipe yang sama pun bedanya bisa jauh:

Dan mungkin kita harus maklum juga bahwa orang luar negeri itu bergaulnya seringnya sama motor laki semua atau kalau matik, matik Honda. Jadi wajar bila mereka berpendapat bahwa semua motor handlingnya sama saja.

Klaim bahwa semua motor itu kalau belok pasti pakai counter steering itu pasti jadi terasa menggelikan bagi yang pernah merasakan naik Suzuki Crystal, Suzuki Shogun atau semacamnya, yang ketika setang dibelokkan ke kanan maka motor langsung otomatis miring kanan dan belok ke kanan.

Sekarang pun penulis 3 motor matik penulis di rumah handlingnya beda beda. Yang paling ekstrem adalah Honda Beat eSP vs Suzuki Nex II. Honda Beat wajib pakai counter steering di semua kecepatan kalau mau lincah. Suzuki Nex II malah nggak perlu counter steering di kecepatan tinggi sekalipun. Penulis malah pernah malu mau mendemokan counter steering tapi gagal karena pas lagi naik Nex II, menit 9:27:

Baru setelah pakai NMAX bisa berhasil:

Jelas bahwa anggapan counter steering bisa dipakai di semua motor, semua motor beloknya pakai counter steering itu salah. Beda motor juga jelas butuh beda cara berkendaranya.

Jadi menurut penulis wajar sih bila orang luar negeri berpendapat semua motor bisa pakai counter steering. Karena memang mereka nggak pernah menjumpai motor yang beredar di Indonesia.

Soal yang ngeyel tentang gyro:

5 respons untuk ‘Kayaknya ini alasan mengapa orang barat itu sering ngeyel semua motor wajib counter steering, efek gyro, mengabaikan offset

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.