Nasib mesin rekondisi Xado setelah 1000 km setelah ganti oli? Model suntikan mahal banget!


Sekarang ini motor penulis sudah mencapai lebih dari 1100 km setelah ganti oli pertama setelah mesinnya direkondisi dengan Xado Revitalizant:

Kondisi oli saat ini adalah tidak coklat, tidak hitam, tapi warna hijau:

Kalau nggak hijau rasanya masih termasuk oli bagus tuh. Yah, masih ciri mesin yang kena penyakit fuel dilution, oli mesin kecampuran bensin. Hampir terusan pakai pertamax. Bukan karena Shell super jadi 10580 (iya juga sih) tapi karena memang ingin menguji apakah dengan pertamax bakal masih ok.

Bagusnya, dalam kondisi sekarang ini suara mesin masih halus. Lebih halus dari ketika habis servis pertama dulu. Tapi terus terang nggak sebagus ketika masih full pakai Xado revitalizant. Dan juga penulis kepikiran apakah efek ini karena penulis sekarang pakai minyak goreng yang rasionya lebih banyak?

Setelah pemakaian 1000 km ini jelas terasa bahwa ada penurunan ketatnya toleransi mesin. Terasa bahwa oplok oplok ketika turunkan throttle jadi ada lagi, walau sedikit. Kletukan pada saat idle juga ada lagi, walau sedikit.

Jadi penulis jelas ragu akan klaim bahwa Xado Revitalizant itu efeknya bisa 100 ribu km.

Kalau dari klaim itu bayangnya efek Xadonya akan 100% terus hingga pas 99.999 km lalu jadi 0% di 100.000 km. Tapi dari yang penulis rasakan sekarang sepertinya setelah ganti oli efeknya jadi tinggal 80%. Mungkin berikutnya 70%, dst.

Rekomended tidak?

Iya. Terutama yang mengalami toleransi mesin jadi berlebihan dan nggak ingin bongkar mesin. Walau tentu idealnya sih bongkar mesin.

Mungkin ada yang punya ide untuk dipakai tiap ganti oli saja. Penulis sih tdak menyarankan karena rasanya aditif ini akan mempengaruhi pembakaran juga. Rasanya seperti kalau pakai oli matik, tapi lebih parah. Tenaga mesin sepertinya jadi sulit untuk keluar karena aditifnya jadi mengganggu pembakaran.

Paling tidak ini yang penulis alami sekarang ini. Penulis curiga performa turun karena ruang bakar kotor. Pakai Shell super terasa tenaga naik lagi. Balik ke pertamax, eh seminggu balik lagi tenaga nggak keluar. Rasanya nggak cocok kalau dikombinasikan dengan pertamax. Harus dengan bensin yang daya pembersihnya bagus.

btw, untuk bisa dapat hasil yang maksimal, sebaiknya pakai oli yang minim aditif (oli kental dan untuk sport). Lalu pada saat rekondisi jalan kurang dari 50 km/jam, nggak harus naik turun. Gunakan dalam 3 tahap. Jangan harap bisa dapat hasil maksimal dengan satu sachet saja karena yang pertama itu banyak yang kebuang karena sepertinya jadi bereaksi dengan aditif bawaan olinya. Baru hasil kedua lebih terasa. Hasil ketiga lebih mantap lagi. Entah kalau ditambah yang keempat rasanya seperti apa.

Sama yang perduli dengan efisiensi, yang berikut ini penting juga.

Xado untuk motor itu ada dua. Yang satu model sachetan, yang satu model suntikan. Katanya sih yang model suntikan itu generasi kedua dengan kemampuan lebih baik:

Kelihatannya sih bagus. Cuma masalahnya di harga. Model sachetan harganya 50 ribu untuk 4,5 ml:

Nah beli yang suntikan, 165 ribu cuma dapat 4 ml!

Penulis sarankan untuk pakai yang sachetan saja. Rugi kalau pakai yang 4 ml an. Karena bisa jadi segitu bakal bereaksi sama aditif olinya semua.

Versi video:

4 respons untuk ‘Nasib mesin rekondisi Xado setelah 1000 km setelah ganti oli? Model suntikan mahal banget!

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.