Review impressi awal Amsoil Signature 5W-50 di NMAX old


Akhirnya jadi sudah menggunakan oli mesin Amsoil Signature 5W-50 di motor NMAX penulis.

Penulis nggak langsung pakai oli ini tapi penulis pakai oli Mesran B40 dulu selama 200 km untuk membantu menghilangkan kerak kerak oli sebelumnya. Maklum, oli sebelumnya itu adalah campuran dari bekasnya waktu rekondisi pakai Xado Revitalizant (50% Mesran B40, 50% Bimoli, 13,5 ml Xado Revitalizant). 70%nya adalah Repsol 20W50.

Oli tersebut bikin performa turun. Terasa sekali bahwa tenaga berkurang dan tidak seperti biasanya. Penulis curiga bahwa kandungan metal (dari Xado) yang terlalu banyak, mesin jadi berkerak. Penulis coba pakai Shell Super, memang terasa ada peningkatan. Tapi begitu balik pertamax lagi, jadi nggak enak lagi.

Sampai akhirnya penulis pun memutuskan pakai margarin blue band. Hasilnya sip banget, terasa jelas mesin jadi makin bersih yang ditandai oleh membaiknya waktu 0-100kpj.

Penulis juga menyempatkan coba bensin BP RON 95 yang ternyata malah bikin kecewa berat. Mesin nggak terasa lebih bersih, tapi performa anjlok parah:

Dari coba itu juga jadi kembali merasakan ampuhnya margarin blue band. Setelah ditambah satu sendok teh diratakan, tenaga jadi mantap lagi.

Kecurigaan penulis terhadap pengaruh oli terhadap performa juga terbukti setelah penulis mengganti oli dengan Mesran B40 (tanpa dicampuri minyak goreng):

Performa mesin terasa makin lama makin membaik semenjak pakai Mesran B40. Sampai terakhir sebelum ganti oli ke Amsoil, sentakan tenaga sudah mulai seperti dulu lagi. Cuma karena suara mesin sudah mulai kasar, penulis pun putuskan menyegerakan ganti oli ke Amsoil (tanpa dicampuri minyak goreng):

Impresi pertama pakai oli Amsoil adalah: biasa

Yah mungkin karena penulis sudah merasakan bagaimana rasanya 50% minyak goreng. Tapi bukan berarti olinya jelek. Jelas bahwa oli amsoilnya tidak sejelek oli Shell Advance Ultra Scooter. Top speed nggak turun.

Apa pakai oli yang SAE belakangnya 50 terasa berat? Nggak juga. Dipakai saat cuaca dingin pun rasanya tidak menghambat. Tarikan motor terasa ringan. Ketemu NMAX lain beberapa kali, mau yang sudah modif suspensi atau knalpot ya bisa dengan mudah membully mereka.

Tidak berarti oli ini tidak ada kekurangannya. Dibanding dengan Mesran B40, jelas bahwa mesin terasa lebih kotor dalamannya. Walau nggak sampai sekotor ketika pakai oli matik atau yang aditifnya banyak. Sentakan di kecepatan rendah jadi berkurang. Tapi di kecepatan lebih tinggi sentakan masih bisa dirasakan mantapnya.

Anehnya juga, idlenya nggak halus. Nggak bisa seperti ketika pakai Prima XP. Jadi curiga, apa ini karena aditif ZDDPnya dikurangi ya? Atau boronnya kurang. Tapi kayaknya oli “modern” sekarang ini sifatnya seperti itu. Kalau gosokan mesin nanggung maka aditif nggak bisa aktif. Tapi mau menambahkan aditif macam STP ZDDP ragu banget.

Sifatnya cukup aneh. Suara pas berangkat lebih kasar daripada setelah sampai. Jadi awal awal risih juga dengar suara kasar, tapi begitu sudah jalan jadi makin halus. Begitu digeber di jalan, jadi makin halus. Dan walau suara kasar, masih tetap licin bila melihat response ketika gas dilepas. Dan terasa makin licin setelah digeber geber terus. Cuma sepertinya kotoran di mesin itu jadi makin banyak. Sehingga makin lama berkendara, tenaga makin berkurang.

Untuk soal kemampuan jangka panjang masih belum bisa komentar. Tapi rasanya sih oli ini tahan shear. Dipakai kencang pun rasanya kekentalan tetap konsisten.

Intinya sih oli masih termasuk recommended. Walau perlu warning bahwa rasanya oli ini pakai moly juga, yang sudah penulis bahas sebelumnya:
Aditif moly di oli mesin ternyata bisa merusak coatingnya mesin! Hindari oli skuter, oli mobil atau oli Jepang!

Suara yang nggak begitu halus saat idle jadi bikin pingin coba oli Bardahl dengan aditif C60 Fullerene yang katanya cocok banget untuk mesin aluminium. Tapi pingin coba juga PTT, Total atau Valvoline yang tentunya yang JASO MA ūüôā.

10 respons untuk ‚ÄėReview impressi awal Amsoil Signature 5W-50 di NMAX old‚Äô

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.