Ring piston kok selalu terlihat aus? + Mengapa bentuk ring piston aneh aneh


Entah yang namanya ring piston umurnya berapa lama harusnya. Karena yang namanya coating itu harusnya bisa awet. Tapi sebelumnya penulis sudah bahas bagaimana efek aditif moly ke coating:
Aditif moly di oli mesin ternyata bisa merusak coatingnya mesin! Hindari oli skuter, oli mobil atau oli Jepang!

Sebenarnya, berapa km sih sebuah coating bertahan?

Coating itu kalau NMAX harusnya seperti berikut ini kalau dalam kondisi baru:

Ring pistonnya:

Terlihat ring 1 nya warnanya mengkilap dan ring 2 warna gelap. Di pemakaian 35 ribu km dengan oli motul ganti tiap 2 ribu km hasilnya seperti berikut ini:
Penyebab Yamaha NMAX Saya Vampir Haus Oli Ngebul Tipis

Contoh kedua, sama sama sudah bersih:

Keausan yang sama juga terlihat di R15. Warna ring piston R15 adalah hitam dua duanya:

Dari yang sudah bongkar, hitamnya sampai hilang sama sekali:
R15 V2 TURUN MESIN!!! Akibat telat ganti OLI⁉️

Cukup sulit untuk cari contoh. Tapi dari contoh contoh yang ada, coating ternyata sampai hilang sama sekali. Padahal yang namanya coating itu jadi bagian penting dari ring. Kalau coating hilang, maka kompresi bakal bocor:
Thermal spraying of piston rings

Penulis curiga kebanyakan oli di pasaran itu merusak coatingnya ring piston. Karena bila tidak, harusnya coating bisa awet.

 

Sebenarnya apa sih fungsi ring ring tersebut? Digambarkan sebagai berikut:
The piston ring

Ketiganya multifungsi tapi ada prioritas masing masing:
The Material Details & Evolution of Piston Ring Technology

Beda fungsi tersebut membuat bentuk ring piston jadi harus dibedakan. Ring oli betuk melikuk diapit oleh dua ring tipis. Bentuk ujung membulat pada ring pertama (top ring) gunanya agar bisa membentuk seal tekanan kompresi yang baik di saat gerakan piston ke bawah. Bentuk ujung tajam di bagian bawah ring kedua adalah untuk membuat hambatan lebih kecil pada saat gerakan ke atas dan bisa menyapu oli pada saat gerakan ke bawah. Walau ada juga yang menggunakan desain lain:
The Material Details & Evolution of Piston Ring Technology

Cincin kedua yang umum adalah RBT (reverse twist taper face) atau THG (hook groove atau Napier). Dengan cincin RBT, bevel bagian dalam menyebabkan putaran yang akan mencegah penumpukan minyak di belakang cincin sementara permukaan lancip menggores lubang. Desain THG akan memiliki putaran yang tidak disebabkan oleh bevel bagian dalam tetapi kait di muka cincin saat menyentuh lubang. Ini juga mencegah penumpukan oli di belakang ring kedua dan sebagian besar digunakan untuk performa.

BRT sepertinya menggunakan desain yang kedua.

Ring kedua yang model pertama, selain urutan ring tidak boleh terbalik, pasangnya pun tidak boleh ketukar atas dan bawah:
Sealing Power: The Science Behind Motorcycle Piston Rings

Untuk ring pertama, ada juga yang bagian membulatnya di bagian dalam:

Untuk meningkatkan kemampuan, coating diterapkan:

Agar cincin baja kompatibel dengan lubang silinder besi cor, cincin itu harus dilapisi dengan moly, chrome, PVD (Particle Vapor Deposition), atau gas nitriding. Lapisan moly diterapkan pada permukaan cincin. Moly menawarkan ketahanan yang tinggi terhadap lecet, tetapi juga berpori yang memberikan beberapa retensi minyak.

Chrome adalah lapisan yang sangat keras yang digunakan dalam aplikasi beban tinggi dan sering ditemukan di mesin balap tanah. Lapisan krom dapat menahan impregnasi kotoran dan mengirim kotoran keluar dari lubang pembuangan. Jika Anda menggunakan cincin berlapis moly dalam aplikasi ini, kotoran yang tertelan akan terperangkap di muka cincin karena porositas, dan kerusakan pada lubang akan terjadi.

PVD adalah lapisan tipis yang diendapkan pada cincin menggunakan titanium atau kromium yang diuapkan oleh panas dengan gas nitrogen reaktif. Proses ini akan membuat cincin menjadi sangat keras, halus, dan tahan suhu.

13 respons untuk ‘Ring piston kok selalu terlihat aus? + Mengapa bentuk ring piston aneh aneh

  1. Mantap, cuma terkadang mekanik pasang ring piston terbalik antara ring satu dan dua, atau arahnya terbalik seperti ring satu yg ada lambangnya hrs menghadap ke atas, dan juga gap antar ring tidak boleh sejajar, sekitar 120° gap antar ring, gap side rail berjarak sekitar 2cm dari gap spacer, sehingga ring piston berfungsi maksimal, karena kalau tidak kompresi tdk akan maksimal 🙂

    Suka

  2. Bagaimana dengan pengaruh dari “Rasio Kruk As”? , yaitu perbandingan antara panjang Conrod dengan panjang stroke piston?!

    Dari yg ane ketahui, salah satu syarat agar supaya piston dan teman2nya (rings) bisa awet tahan lama adalah rasio kruk as diatas 1.8, lebih minim gesekan sehingga bagus buat putaran tinggi, rasio kompromi (berimbang) untuk putaran Atas & Bawah adalah 1.7 – 1.8, sedangkan biar kuat di bawah, torsinya gede dibawah 1.7 rasionya.

    Contoh Satria FU panjang conrod 102.5mm dan stroke 48.8mm maka rasio kruk as nya mencapai “2.1”

    Lalu Yamaha Vixion, New Vixion, MX King panjang conrod 100mm strokenya 58.7mm maka rasio kruk as “1.703”

    pengaruhnya adalah dg makin besar rasio kruk as pada saat kruk as berputar bikin gaya-momen inersia yg terjadi pada dinding piston dkk (rings) makin kecil, dg kata lain gesekan lebih minim otomatis komponen yg menerima beban momen inertia lebih kecil. begitu juga berlaku sebaliknya.

    kenapa ini bisa terjadi? karena jika pake conrod panjang maka sudut stang dari pusat centre kruk as lebih sempit, susah deh klo jelasin pake kata2 (kecuali ada gambar) karna butuh pemahaman dari otak secara 3D😅

    Suka

  3. setuju ni dgn pembahasan ini , inilah mengapa motor skrg lbh muda berasap plus vampir oli bukan masalah merk motor nya tp oli nya berbeda ma jaman masih grand, supra x , dllnya masa itu oli tdk banyak pilihan , plg banyak ya Top One dibengkel bengkel jalanan sisanya federal, yamalube, sgo, pertamina, mala motor jaman tsb bs awet dibanding skrg , motor makin canggih dan oli banyak merk mala bikin tak awet wl pakai oli asli merk apapun seakan oli skrg mala sperti oli palsu ya bs jadi mmg oli jaman skrg mengikis coating di logam mesinnya pelan pelan yg sll ganti oli tepat waktu aja msh ditemukan berasap dan vampir oli apalagi motor yg asal pakai aja ya

    Suka

    • Iya ya. Jaman dulu jarang ada masalah vampir oli. Oli dulu juga pada kental kental, kalau sekarang ini makin encer tapi seperti tidak ada aditifnya. Entah apa beneran mesin sekarang makin canggih atau makin menurun kecanggihannya. Karena justru makin ringkih.

      Suka

      • dulu hy sensor magnet buat dibaca ma cdi ke koil, sekarang sy sebut lbh canggih karna sensornya banyak , sperti sensor oksigen, sensor tps , abs dll hy benar semakin canggih jd ringkih sy setuju sekali motor jaman dl bs bertahan sd sekarang hy sayangnya gas buang yg tak sesuai lagi , motor sekarang tinggal menghitung hari banyaknya kita pakai serta Km tiap hari siap siap buat biaya sperti pcx yg pernah dibahas ma blog ini ya hitungan hari mala ya banyak keluhan ya , tp ya balik lagi ke kita ya motor tsb pcx dan sejenisnya yg sdh angka 30 juta up mmg layak disebut motor kedua atau motor manja , kl tuk harian lbh baik ya 10 juta up aja 😁murah meriah perawatannya plg siapin ban cadangan kl msh pakai velg jari jari

        Suka

        • Iya, betul, entah mengapamakin sekarang makin banyak keluhan.

          Kalau soal gas buang memang repotnya semprotan bahan bakar di motor karbu tidak bisa dimatikan ketika tidak butuh. Padahal kalau soal irit sama saja.

          Ha ha, iya, motor murah anehnya lebih mudah perawatannya 😄 👍

          Suka

  4. Aye rasa ini lebih karena dinding boring aluminium yg punya coating tersendiri (klo di yamaha nyebutnya diasil, klo di suzuki nikasil).. Alhasil tu tepian ring ngelawan aluminium bercoating yg punya koefisien muai lebih tinggi dibanding liner besi..
    Aye memahami ini saat memotong pipa aluminium pake mata potong besi ko malah kalah pemotongnya nah ternyata ada mata potong khusus yg ditreatmen untuk aluminium dan harganya jauh lebih mahal.. Demikian pula saat aye dulu belajar ngelas aluminium walaupun lunak ternyata aluminium minta derajat panas lebih tinggi buat bisa luluh layaknya baja..

    Suka

    • wah menarik infonya. Apa karena ada reaksi sehingga bikin besinya cepat aus ya (beda electric potential)?. Kalau soal coating sih nikasil ada di atasnya diasil. Dan ada yang bilang juga diasil itu levelnya beda beda dan yang sekarang levelnya di bawah keluaran beberapa tahun lalu.

      Suka

      • Iya.. Aluminium lebih cepat melepas panas dibanding baja, ringan dan ga fleksibel. . Coba aja bandingkan dgn honda yg masih pakai liner besi.. Kalo ada deformasi dari ring piston pada honda boring masih bisa adaptasi tapi pada suzuki dan yamaha ga akan bisa..

        Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.