Roller selang seling di CVT ternyata dibuktikan tidak berguna di uji dyno, lebih penting cari berat ideal


Penulis sebelumnya sudah bahas sedikit soal efek dari penggunaan roller kombinasi yang diselang selang beda ukuran:
Roller CVT lebih ringan akselerasi makin bagus atau sebaliknya? nggak mesti bro!

Saat itu ada data. Namun ternyata data tersebut representasinya salah sehingga penulis sempat salah ambil kesimpulan. Datanya seperti ini:
Achmad Ardhiko Widyarso – Analisa dan pengujian roller pada mesin gokart matic

Padahal kalau direpresentasikan dengan cara berbeda, terlihat bahwa data tersebut tidak memberikan data yang konsisten. Data berikut adalah hasil rata rata percobaan, data adalah prosentase waktu 0-100 / 0-150 / 0-200 dibanding dengan waktu rata rata:

Perhatikan bahwa perbedaan kurang dari 1%. Sangat kecil sekali.

Salah satu sumber di link menyebutkan menggunakan roller kombinasi itu tidak ada gunanya:
PEMBUKTIAN ROLLER SELANG-SELING

Praktiknya di Honda Vario 2008 berjarak tempuh sudah 14.000 km. Kondisi motor sudah spec up di beberapa bagian. Misal knalpot diganti merek Password tipe racing harian, lalu CDI pakai Ftech serta pilot jet dinaikkin 1 step, dari 35 jadi 38. Lainnya masih standar termasuk komponen CVT.

Roller ditukar kombinasi 9/11 gram pakai produk LHK. Hasilnya, vibrasi lebih parah dari pemakaian roller standar. Malah getaran mulai start hingga kecepatan 15 km/jam.

Bobot roller pakai yang rata 11 gr. Ternyata dari segi akselerasi, sama dengan penerapan roller kombinasi 11/9 gr. Efek vibrasi lebih smooth ketimbang pakai roller kombinasi. “Mirip saat pakai roller standar,”.

Tapi penulis penasaran apa memang ada yang melakukan perbandingan antara roller normal dan selang selang. Ternyata ada.

Yang berikut ini cukup membingungkan eksperimennya. Tapi ditunjukkan bahwa yang paling cepat waktunya adalah 7 gram dan roller kombinasi hasilnya adalah di antara yang tidak kombinasi:
REDESAIN PERENCANAAN SISTEM CONTINUOSLY VARIABLE TRANSMISSION (CVT) DAN PENGARUH BERAT ROLLER TERHADAP KINERJA PULLEY PADA SEPEDA MOTOR MATIC

Yang berikut ini membandingkan tenaga di rpm tertentu. Angka dalam tanda kurung adalah berat rata ratanya. Terlihat bahwa roller kombinasi tidak membuat tenaga meningkat tapi kira kira setara rata ratanya. Terbaik adalah ketika pakai roller 15 gram:
ANALISIS PENGARUH MASSA ROLLER CVT (COUNTINOUSLY VARIABLE TRANSMISSION) STANDART DENGAN VARIASI TERHADAP DAYA DAN TORSI PADA SEPEDA MOTOR HONDA VARIO TECHNO 125 PGM-FI TAHUN 2012

Yang berikut menunjukkan perubahan tenaga puncak berdasarkan sudut kemiringan pulley dan berat roller, termasuk yang kombinasi. Terlihat bahwa yang tidak kombinasi justru hasilnya paling baik:
PENGARUH SUDUT PRIMARY PULLEY DAN VARIASI BERAT ROLLER TERHADAP TORQUE DAN RPM PADA MOTOR GANESHA ELECTRIC VEHICLES 1.0 BASE CONTINOUS VARIABLE TRANSMISION (CVT)

Jadi yang sebenarnya banyak mempengarhi performa adalah berat dari rollernya. Berikut ini diperlihatkan perubahan membuat perubahan profil torsi. Ada yang lebih besar di awal, ada yang lebih besar di akhir:
Variasi berat roller sentrifugal Padacontinuosly variable transmission (CTV) terhadap kinerja traksi sepeda motor

Yang perlu dipuji pada dyno ini adalah sumbu x merupakan kecepatan. Ini tentu lebih relevan daripada menggunakan rpm. Karena pastinya mengubah roller bisa mempengaruhi kecepatan.

Berikut ini ditunjukkan bahwa di mesin Vario, roller 8 gram memberikan tenaga paling besar di rpm rendah tapi tenaganya drop di rpm atas. Sementara pakai roller 16 gram tenaga drop di rpm rendah tapi bagus di rpm atas. Yang terbaik pakai 10 gram bisa cukup baik di rpm rendah dan rpm atas.
The Effect of CVT Rollers Weight on Power and Torque of Honda Vario 125 Engine in Garuda Hybrid Car 2017

Berikut ini roller 9 gram yang paling baik:
PENGUJIAN VARIASI BOBOT ROLLER WEIGHT PADA SEPEDA MOTOR YAMAHA MIO

Berikut ini roller 11 gram yang terbaik. Lebih besar efeknya daripada pegas:
PENGUJIAN PENGGUNAAN BERAT ROLLER DAN PEGAS PULLEY SEKUNDERY NON STANDART PADA COUNTINUOUSLY VARIABLE TRANSMISSION (CVT) TERHADAP DAYA DAN TORSI SEPEDA MOTOR HONDA BEAT PGM-FI

Berikut ini 8 dan 9 gram cukup baik:
PENGARUH VARIASI BERAT ROLLER 8 GRAM, 9 GRAM, 10 GRAM, 11 GRAM DAN 12 GRAM MENGGUNAKAN PEGAS CVT 800 RPM (STANDAR) TERHADAP KINERJA MOTOR HONDA SCOOPY 108 CC

Berikut ini yang terbaik adalah 12 gram untuk top end:
STUDI EKSPERIMEN VARIASI ROLLER7 GRAM, 10 GRAM, 11 GRAM DAN 12 GRAM PADA CONTINUOUSLY VARIABLE TRANSMISSION (CVT)TERHADAP KINERJA TRAKSI DAN PERCEPATAN DARI KENDARAAN SCOOPY 110 CC

Berikut ini yang terbaik adalah 13 gram:
Pengaruh Berat Roller Terhadap Performa Mesin Yamaha Mio Soul 110 Cc Yang Menggunakan Jenis Transmisi Otomatis (CVT)

Yang berikut ini menarik karena kecepatan awal lebih sip pakai roller ringan, kecepatan tinggi lebih sip pakai roller berat:
PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI BERAT ROLLER CVT TERHADAP KECEPATAN PADA SEPEDA MOTOR YAMAHA MIO SPORTY

Bagaimana dengan diameter roller? Ditunjukkan berikut ini ada juga pengaruhnya:
PENGARUH DIAMETER ROLLER CVT (CONTINOUSLY VARIABLE TRANSMISION) DAN VARIASI PUTARAN MESIN TERHADAP DAYA PADA YAMAHA MIO SPORTY TAHUN 2007

Intinya sih lebih cocok cari berat roller ideal daripada coba coba selang selang ukuran roller. Sayangnya penulis nggak nemu penelitian untuk NMAX dan PCX.

27 respons untuk ‘Roller selang seling di CVT ternyata dibuktikan tidak berguna di uji dyno, lebih penting cari berat ideal

  1. Buat gw bawah tengah udh cukup buat harian. Gak perlu ngejar atas apalg top speed. Berbeda klo buat balap. Makanya gw pake MX King fokus di akselerasi bukan di top speed.

    Suka

  2. sperti yg pernah ane share di artikel lain,.pengalaman ane modif roller memang harus coba2,
    ane lengkapi sharingnya:
    ane beli beat baru 2021 utk mnggantikan beat lama, utk dipake istri,.istri protes krn mekanisme gasnya beda bgt dgn beat lama(beat fi 2013)
    abis tu ane modif,awalnya modif ecu,stlh pemakaian satu bulan dirasa kurang puas,.pemakaian sering utk jln pegunungan,istri menganggap masi kuat beat lama ketimbang beat baru,pdhl uda ane modif ecu,.
    Lanjut, ane modif rollernya,,harus coba2 smpe 4 jenis roller dgn berat yg berbeda smpe ketemu performa yg dirasa pas utk jalan nanjak,.ketemunya pake kombinasi 3 roller standar + 3 kawahara 11 gr
    Tp ane masi blm mikir utk ganti oli yg kentel,saat ini pake spx2,krn smpe saat ini 3 minggu stlh modif roller, ga ada masalah yg berarti,
    walaupun momentumnya sering telat tp cm spersekian detik,
    tp klo buka gas mendadak malah momen nya krasa telat bgt

    Suka

      • thanx pak cahyo atas blog nya yg informatif
        terus terang ane tu awam klo masalah motor,
        mulai tertarik ttg motor jg blm lama,.
        Dan ane tertarik jg baca2 artikelnya pak cahyo

        ttg setting ecu jg ga paham apa itu piggy back ato open looper,tp sbg gambaran,saat beat ane bawa ke bengkel ane sempat merhatiin cara si mekanik setting,
        ane liat si mekanik pake sbuah kotak warna hitam yg ada layar LCD digitalnya,jg ada kabelnya,kabel itu disambungkan ke mesin beat ane,si mekanik liat LCD sambil bbrpa kali muter2 gas,.
        Wkt itu sii ga ada komponen yg ditambah,,dan biaya ongkosnya ga smpe 100 ribu, selesai sekitar 2 jam,.
        Abis tu lgsung ane coba tu motor emang ada peningkatan signifikan di jalan datar (walau istri menganggap kurang puas saat di jalan nanjak)

        ane coba di jalan nanjak gombel semarang,hasilnya saat nanjak gaspol mentok 60 kpj,.saat itu ane sempet kaget krn disalip sm beat karbu yg dgn mudahnya nyalip(mgkin dia di kecepatan 75 kpj) – sbg perbandingan allnew pario125 standar, ane jg gaspol di jln itu berkendara sendirian,cm bisa 77 kpj –

        stelah setting ecu tp sbelum modif roller,memang masi ada delay momentumnya,
        tp stelah modif roller kombinasi,ane rasakan delay momentumnya makin singkat(kondisi motor masi usia 3 bulan,oli spx dan pertamax)

        Suka

        • terima kasih. Wah penasaran juga ya, sepertinya itu dimapping ulang? Mantap bila benar begitu karena katanya mapping ulang itu mahal. Murah juga kurang dari 100 ribu. Biasanya modif itu menambah alat untuk membuat ECU menghasilkan semprotan bahan bakar lebih banyak, Bisa lebih dari 700 ribu.

          Kalau memang sudah meningkat, mungkin memang di versi baru lebih untuk perkotaan. Mungkin kalau modif dari roller saja kurang. Mungkin perlu coba juga dari panjang belt:
          Mau menambah top speed Honda Beat lama gampang tinggal ganti belt

          Atau semua roller diganti yang lebih ringan.

          Baru tahu kalau delay bisa dari roller juga. Sudah dibandingkan dengan berat roller berapa saja?

          Suka

          • Remap ecu nyemprot bensin lebih banyak?
            Berarti makin boros konsumsi bensinya gitu?
            Stelah modif ecu ane sering tanya ke istri ttg pemakaian bensinya,dia bilang sama aja kyk saat pake beat lama

            Wah maaf ane lupa diuji pake roller yg brp aja,
            laen kali ane tanyain lg ke mekanik yg modif motor ane,.

            Wah kager jg kalo ternyata biaya remap ecu mahal,
            beruntung deh ane

            Suka

  3. Buat vario std pas nya pake roller yang berapa gram.. Saya sekarang pake roller std 13 gram campur roller 10 gram..

    Suka

  4. Remap ecu bikin nyemprot bensin lebih banyak?
    Berarti lebih boros bensin gitu?
    Tp ane jg sering tanya ke istri ttg pemakaian bensinnya stlh modif ecu,dia bilang sama aja kyk beat lama,.
    Ttg berat roller yg brp aja seinget ane si mekanik bilang dicoba 4x pake bobot yg berbeda.tp pake yg berat nya apa aja ane lupa, dan bobot 11 gr dianggap paling pas

    Wah kaget jg klo ternyata biaya remap ecu mahal.,

    Suka

    • Menyemprot bensin lebih banyak tidak selalu jadi lebih boros. Lagipula Beat FI rasanya tidak termasuk irit. Beat eSP saya juga termasuk boros. Sama NMAX saja nggak jauh beda borosnya.

      penasaran juga apakah 4x pakai bobot berbeda itu dalam kondisi campuran semua.

      Suka

  5. Pak ane mau sharing pengalaman berkendara motor,.tp maaf di luar tema artikel,
    ttg teknik pengereman,
    gara2 rem cbs, ane jd punya kebiasaan baru,
    kebiasaan ini sering ane lakukan yaitu: saat mengerem, cuma pake engine brake tanpa menarik tuas rem,.tp bukan saat panik break,.
    Saat di perjalanan dgn kondisi jalan agak ramai kendaraan,ane perhatiian kendaraan2 di depan ane mengerem(kelihatan dari lampu rem nya yg menyala), tp nyata nya ane cm pake engine break tnpa narik tuas rem aja uda cukup mengurangi laju kendaraan,.knapa yg laen hrs narik tuas rem pdhl pake engine break aja juga uda cukup mngurangi laju motor.
    intinya: di titik jalan yg tanpa hambatan yg berarti, kebanyakan pengendara motor narik tuas rem utk mngurangi laju motor,ane malah cuma pake engine break aja,

    Bahkan ane sering kali belok di tikungan tanpa narik tuas rem,tentunya itu di kecepatan rendah,dan aman tnpa nabrak yg laen,

    mohon tanggapannya bro sekalian ttg kebiasaan pengereman ane ini apa ada efeknya? (efek ke motor ato bisa jadi efek ke hal lain)

    Suka

    • silahkan.

      Tidak semua motor engine brakenya besar. Beat, NMAX dan Nex II saya engine brakenya termasuk kecil. Saya ingat betul saat naik Beat (CBS dimatikan) jalan agak terlalu kencang mau masuk tikungan jadi panik karena rem depannya nggak pakem, untungnya yang belakang masih pakem. Jadi untuk motor saya, engine brake tidak bisa diandalkan. Tapi memang ada engine brake matik yang bisa pakem.

      Tapi ingat juga bahwa itu untuk pemakaian normal. Untuk pengereman mendadak rasanya kurang memadai. Untuk bisa tahu layak atau tidak perlu tes jarak / waktu pengereman. Mestinya jalan 40 km/jam itu jarak pengereman bisa kurang dari dua kali panjang motor, atau sekitar 1 detik. Dari 100 kpj bisa kurang dari 4 detik.

      Suka

      • iya,sering pake engine break tnpa narik tuas rem hanya saat pemakaian normal, tp 40 kpj hrs bisa berenti dlm 1 detik,,kayaknya skill ane blm cukup utk coba kyk gitu pke pario125 ane,
        Yg ada malah ndlosoor…
        Kebiasaan ane hrs jaga jarak yg mnurut ane cukup,dan klo di kec segitu lbh enak fokus utk jalan tp juga santai (bukan fokus utk ngerem wlau jari tetep ada yg siaga di tuas rem)

        trus posisi jari ane klo ngerem:
        tngn kanan pake jari tunjuk+tengah,tngan kiri pake jari tengah+manis
        yg stanby jari tngn kiri, dan brharap ga smpe panik break

        Suka

        • Apakah mengeremnya pakai depan dulu? Bila belakang dulu mestinya nggak akan ndelosor. Perlu latihan soalnya kadang sudah menjaga jarak tapi lalu ada yang ngawur.

          Suka

          • motor ane kan pake cbs,,ane ngerem narik rem dpan sm narik rem belakang,perasaan sii bersamaan,,iya ni,memang hrs banyak latihan + ati2, krn ga kyk dulu pakenya suprafit, bisa mainin rem belakang dl abis tu br rem depan,,

            sblm nya jg ane latihan ngerem pake jari tunjuk+tengah tangan kiri,tp malah saat narik tuasnya terhalang jari manis ane yg ga biasa nempel di gas,,

            O iya
            mungkin posisi tangan kiri ane saat ngerem emang ga biasa,.
            Apalagi klo bawa anak di depan,
            krn posisi dan desain tombol klakson allnewpario125 aneh mnurut ane, jd saat bawa anak di depan,tgn kiri ane posisinya jari tengah+manis dipake utk rem, +jempol dipake utk nutupi tombol klakson biar ga bunyi krn tangan si anak pegangan tiang spion, jg nempel ke tombol klakson

            Suka

            • Wah rumit juga kalau sampai mencegah anak pejet klakson. Iya, posisi tomolnya aneh. Tapi bikin main sulit nekan tuas rem ya?

              Seharusnya bila ngeremnya belakang dulu tidak akan jatuh. Yang bikin ndelosor itu adalah karena ban depan sudah ngunci sebelum grip ban depannya mantap. Grip itu baru mantap ketika motor sudah condong ke depan. Kalau dalam kondisi belum condong ke depan rem depan sudah ditekan maksimal, ya ban depan akan hilang grip.

              Suka

        • Posisi jari klw bisa hindari jari tengah + jari manis, karena ane pernah ngalamin ketika panic break handle rem jadi ketahan sama jari telunjuk dan hampir nyeruduk yang didepan..lebih pake baik telunjuk aja, atw telunjuk + jari tengah..

          Suka

  6. Tentang cbs ni ane dl ke beres utk matiin cbs tp ditolak sm mekaniknya, si mekanik ngomong panjang lebar tp ga trlalu ane perhatiin krn saat itu ane kecewa,yg ane inget dia smpet bilang tentang rasio rem saat ini 60-40,.
    Di perjalanan pulang dari beres,ane sempet mikir ttg tu angka,,ane ga paham,
    apa bro sekalian ada yg tau?

    Suka

    • 60/40 itu mestinya tenaga pengereman yang diterima oleh ban. Itu cuma perkiraan, karena kalau mau realnya maka akan bergantung pada perbedaan grip ban depan dan belakang, juga perbedaan pembebanan ban depan dan belakang. Di motor sport yang center of gravitynya tinggi, maka ban depan bisa sampai 100%. Di motor matik yang berat belakang dan cog rendah, malah bisa jadi lebih banyak belakang.

      Kita nggak bisa pakai patokan angka. Apalagi kan dari pabrikan sudah membedakan ukuran rem depan dan belakang. Di motor sport belakang lebih kecil, di motor matik yang belakang juga besar. Kita cuma bisa mengatur tenaga sehingga nggak bikin ban depan ngelock.

      Suka

  7. wah kok ternyata rumit juga,pdhl cuma masalah pengereman,.
    Klo perkiraan berarti ga bisa dapat yg pasti dong?
    Namanya perkiraan kan belum tentu tepat,.lagian klo ane mikir,60 tu seberapa,40 tu seberapa,.acuannya gmn,.
    Ane malah jd punya imajinasi:
    saat tuas rem depan ditarik akan muncul angka 60 di layar panel,saat tuas rem belakang ditarik akan muncul angka 40 di panel,.jadinya pas 60-40…
    Ahahahaa…..

    Suka

    • Wah itu sulit. Karena 60% tenaga kita tidak berarti 60% di ban. Kalau saya, saya akan berusaha untuk mengerem sampai limit ban. Di motor harian, limit ban bisa diketahui dari bunyi cit cit terputus putus. Kalau tidak bunyi berarti kurang pakem, kalau citnya nggak terputus berarti terlalu banyak ngeremnya.

      Yang repot adalah karena saat rem makin pakem maka beban di depan akan makin banyak. depan harus ditambah, belakang dikurangi. Lalu perpindahan berat terjadi lagi karena rem makin pakem, jadi harus koreksi lagi. Begitu terus menerus yang terjadi dalam hitungan detik.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.