Rumitnya hubungan kekentalan oli mesin dengan licin. Oli mahal atau aditifnya komplit belum tentu licin


Orang itu sekarang pada berpendapat bahwa yang namanya oli lebih encer itu lebih licin.

Namun banyak yang sepertinya tidak sadar bahwa ada syarat dan ketentuan berlaku. Sebenarnya nggak bisa dibilang kalau encer licin dan kental nggak licin. Karena yang encer pun bisa nggak licin dan kental itu licin.

Syarat dan ketentuan bagaimana?

Kita bahas dari kekentalan dulu. Perlu diingat bahwa kemampuan oli itu digambarkan sama ahlinya punya dua sisi. Dan oli encer itu disebut bikin licin dalam kondisi berikut ini:

Jadi memberi manfaatnya cuma ketika rpm tinggi.

Kalau rpm rendah bagaimana? Ya justru oli encer itu jadi penghambat, dan menghambatnya jauuuh lebih parah (grafik ini dibuat berdasar penelitian tentunya)

Karena hambatan yang besar itulah mengapa kok oli encer wajib ditambahi aditif anti aus atau extreme pressure yang lebih banyak:

Ini artinya anti wear itu hanya bermanfaat bila olinya terlalu encer. Kalau masih kuat melapisi ya nggak kepakai aditif anti wearnya.

Sama satu lagi yang sampai sekarang masih dibantah oleh grup oli adalah pengaruh dari bahan oli. Beda bahan oli itu beda film strengthnya. Eksplisitnya, beda lubricity, beda licinnya. Dan dari banyak penjelasan soal oli yang dari luar, bisa disimpulkan bahwa oli full sintetis paraffin (grup III+) atau full sintetis PAO itu termasuk yang lubricitynya jelek.

Implikasinya oli yang punya lubricity jelek butuh banyak aditif biar olinya lebih licin. Oli yang aditifnya lebih komplit belum tentu lebih licin karena bisa saja bahan dasar olinya kurang licin. Ditambahi banyak aditif itu untuk tambal sulam saja.

Itu teorinya. Lalu bagaimana dengan faktanya?

Penulis sekarang lagi pakai oli yang sekarang dijual dengan harga 220 ribu per quartz (946 mL). Amsoil Signature 10W50. Dan penulis kecewa.

Banyak yang ngomong oli ini termasuk lengkap aditifnya, tapi ketika penulis coba sendiri ternyata kurang licin. Ho oh kalau habis digeber suara mesin halus. Masalahnya sebelum digeber suara mesinnya kasar. Dan makin lama kok ruang bakar makin kotor. Bahkan terakhir top speed juga sudah mulai turun.

Pengalaman pakai oli yang konon aditifnya komplit lain adalah Shell Advance Ultra Scooter. Kecewa juga. Malah parah top speed cuma nyampai 108 kpj dari biasanya 113 kpj.

Kedua pengalaman tersebut mengindikasikan bahwa aditif komplit belum tentu memberikan hasil yang baik. Kekentalan sangat penting. Bahan oli yang dipakai juga penting. Mahal belum tentu bagus. Kedua oli tersebut menurut penulis nggak sebanding dengan Fastron Techno 15W50 atau Repsol 20W50.

Untuk contoh soal kekentalan, akhir akhir ini penulis juga beberapa kali dapat masukan pakai oli 10W30 itu bikin performa motor Honda (termasuk PCX 160) performanya turun kalau siang hari. Yang punya NMAX atau Aerox juga laporan pakai yang SAE belakangnya 50 lebih sip. Jadi sebaiknya kita jangan terbelenggu oleh klaim pabrikan yang belum tentu bisa dijamin kebenarannya. Kalau motor kita bermasalah, justru mereka yang untung.

Kalau ada yang bilang bahwa pabrikan pasti nggak mau konsumen rugi karena nanti pada nggak mau beli lagi, mungkin perlu sekali sekali berkunjung ke grup motor tertentu. Walau bermasalah, masih mau saja beli. Atau nyeselnya baru setelah kebeli.

Bakal masih terus eksplorasi merek merek oli.

30 respons untuk ‘Rumitnya hubungan kekentalan oli mesin dengan licin. Oli mahal atau aditifnya komplit belum tentu licin

  1. pak motor pario125 ku bisa nyampe 110 di jln datar,pke spx2,pertamax turbo,
    itu di siang2 cuaca panas pantura,,cm menurutqu kok suaranya malah lebih kasar ktimbang saat pake shell yg kentel 10W40,pake shell itu suaranya lbh alus,tp top nya 108 pake pertamax biasa,.
    Mohon masukannya sebaiknya pake oli apa,utk pemakaian di lingkungan panas sm sejuk,trus juga di kondisi jalan pegunungan yg naek turun

    Suka

    • Bila seperti itu, rasanya oli spx2nya terlalu encer. Lalu oli shell itu memang sepertinya mengurangi top speed.

      Sayangnya belum ada rekomendasi oli 10W40 bagus. Mungkin cuma valvoline. Bila sulit, coba Mesran B40 saja dulu dan dilihat apakah performa turun atau tidak. Bila terlalu berat, coba dioplos dengan yang lebih encer.

      Suka


      • The following group of 13 oils are ranked according to their “load carrying capacity/film strength”, or in other words, their “wear protection” performance, at 230*F. The higher the psi number, the better the wear protection. The tests were repeated multiple times for each oil, and then those results were averaged to arrive at the final psi numbers shown below. And every single oil was tested EXACTLY THE SAME.

        1. 10W30 Valvoline NSL (Not Street Legal) Conventional Racing Oil = 103,846 psi
        2. 10W30 Valvoline VR1 Conventional Racing Oil (silver bottle) = 103,505 psi
        3. 10W30 Valvoline VR1 Synthetic Racing Oil, API SL (black bottle) = 101,139 psi
        4. 10W30 Amsoil Z-Rod Oil = 95,360 psi
        5. 10W30 Joe Gibbs HR4 Hotrod Oil = 86,270 psi
        6. 5W30 Royal Purple XPR (Extreme Performance Racing) = 74,860 psi
        7. 15W40 Farm Rated Heavy Duty Performance Diesel, CI-4, CH-4, CG-4, CF/SL, SJ (conventional) = 73,176 psi
        8. 0W30 Brad Penn, Penn Grade 1 (semi-synthetic) = 71,377 psi
        9. 10W30 Brad Penn, Penn Grade 1 (semi-synthetic) = 71,206 psi
        10. 15W50 Mobil 1, API SN = 70,235 psi
        11. 10W30 Royal Purple HPS (High Performance Street) = 66,211 psi
        12. 10W40 Valvoline 4 Stroke Motorcycle Oil conventional, API SJ = 65,553 psi
        13. Royal Purple 10W30 Break-In Oil conventional = 62,931 psi

        540 RAT | https://540ratblog.wordpress.com

        Valvoline 10w40 ada di urutan ke-12….

        Suka

        • Iya, pernah lihat daftar itu juga. Entah ya, kalau uji gesek begitu apa menguji zddpnya, boronnya, molynya, atau beneran film strength olinya. Soalnya saya pernah pakai oli motor valvoline 10W40 hasilnya hampir kayak dicampuri minyak goreng.

          Lalu amsoil signature termasuk yang terbaik di daftar itu, tapi saya sekarang coba sendiri justru kecewa karena terasa film strength olinya kurang

          Suka

  2. Ane pernah nyoba oli 0w20, 10w30 dan 15w40. Semakin rendah kekentalan maka rasanya ke tangan itu lebih mudah tergesek ( kontak kulit ke kulit ), dan pernah pula ane coba kosongkan botolnya dan dijemur di panas matahari selama hampor 2 minggu, semakin rendah kekentalan maka tidak ada licinnya… ngeri coba, bayangkan kalau ada di dalam mesin?

    Regulasi pemerintah atas emisi dan konsumsi bensin lebih menguntungkan oli rendah kekentalan walaupun proteksinya menyedihkan, solusinya ya sparepartnya diberi coating agar tidak mudah aus

    Mungkin om perlu nyoba oli Arab seperti Adnoc Voyager Silver ( oli favorit grup sebelah, harga 90 ribuan per liter ) dan Q8, katanya orang2 sih oli arab punya base oil bagus dengan aditif yang minim

    Suka

    • Wah, padahal cuma dijemur bisa makin encer ya? parah juga.

      Rasanya belum tentu oli encer bikin konsumsi bahan bakar makin irit. apalagi kalau sudah lebih dari 1000 km.

      Iya, coating jadi perlu. Tapi olinya sendiri merusak coatingnya. Iya, ada rencana juga pakai Adnoc dan Q8. Untuk bahan base oil. sendiri sih nggak yakin.

      Suka

  3. ane malah punya rencana coba pake ahm mpx3 utk pario125,itu jg skalian utk oli gardan nya, mau ane bandingkan sm yg shell dulu,.dl jg pernah mau nyoba mesran b40 tp tmen bengkel ane ga menyarankan,(ga tau alasannya apa)

    O ya skalian sharing pengalaman,belum lama ni ane beli beat baru, eh malah kecewa,,mau nyalip di jalan datar aja susahnya minta ampuun,.akhirnya ane modif tu beatnya,setting ecu sm rolller kombinasi,3 standar(14,5gr)+(3 merek kawahara 11 gr),hasilnya signifikan bgt !
    Dulu saat masi ori top nya bisa smpe 108 tp akselerasinya payah,skarang uda dimodif akselerasinya enteng bgt tp topnya cm 102,.
    Pemakaian sering dipake di jln pegunungan sm di lingkungan sejuk,
    Si mekanik menyarankan utk pake oli spx2,.

    Apa ada masukan om,utk olinya,ane baru nyadar ternyata kapasitas oli mesin beat baru tu cm 650ml,sisanya bisa ane pake di gardan,.

    Trims

    Suka

    • seharusnya kl posisi lingkungan menanjak sy ma lbh saran ke bebek atau moped , soalnya gampang tinggal ganti gir belakang nambah 2 mata jd ampuh menanjak nya , oli tinggal pakai fastron tekno hijau da cukup, kl matic bs nanjak terutama beat harus boreup , ma ganti leher knalpot yg lbh besar diameternya hy knalpot msh ori agar gak kena tilang percuma ganti jeroan cvt ma kl gak boreup , sedikit aja boreupnya pistonnya naik 1 tingkat bs pakai yg vario 125 kl pakai yg 150 mesin kepanasan kl tdk diganti TB nya dan ikutin vario 150 se set lah biar aman sy yakin tiap hari nanjak aman , setelah itu baru upgrade rem ma bannya ya biar selamat sd tujuan dan plg kerumah soalnya buat ama motor kencang tp tdk selamat iya kan

      Suka

    • Sharing pengalaman jga ya kak, sy belum lama ini ambil beat 2021 (mesin baru yg oli 650ml) mengalami masalah yg sama dgn anda

      Waktu msh baru, oli lgs tak ganti dgn oli mobil “mobil super” 10w40. Saat odometer 1000an km, sy tdk service awal di dealer. Tp lgs ke bengkel oli. Oli mesin pkai petronas syntium 10w40 (700ml) & oli gardan lgs sy ganti dgn shell spirax mtf 80w90 (120ml), apa yg terjadi?

      Akselerasi meningkat & enak buat ngebut 😁
      (Belum mencoba top speednya krn gak berani😅)

      Oli mesin sy sarankan yg sdh beneran terdaftar API
      https://engineoil.api.org/Directory/EolcsSearch

      Utk oli transmisi nya sy sarankan pkai oli transmisi manual mobil (MTF) krn sdh sy buktikan di beat, scoopy, nmax 👌. Tarikan jauh lebih enak & transmisi lebih awet 👍

      Suka

    • Sebaiknya jangan shell kalau mau coba oli, bukan oli yang baik. Soal menyarankan jangan pakai mesran b40, bisa jadi daerahnya termasuk dingin? Kalau dingin memang cocoknya yang encer encer. Tapi baiknya coba dulu oli 10W40 yang untuk motor sport. Merek valvoline, PTT, total atau sekalian fastron.

      Iya, modif tersebut memang bisa mantap. Mungkin jangan dikombinasi saja rollernya.

      Suka

    • Sekedar opini berdasarkan pengalaman pribadi…

      Sebagai pemilik motor Scoopy yang beda generasi dari K16 dengan K93. Ane yakin di dua generasi itu ada kesamaan dari segi berat roller, puli depan belakang sampai dengan per CVT. Cuma yang membedakan adalah akselerasi di K16 jauh lebih lemot dari pada K93 ( apalagi pakai Pertalite… bisa pingsan si K16 ).
      Dugaan ane ada di konstruksi semacam kruk as dan magnet yang lebih berat di K16 daripada K93, efek lebih berat ini lebih ke akselerasi yang loyo tapi punya top speed yang sedikit lebih baik daripada K93.
      Untuk menanggulangi lemotnya K16 bisa pakai roller Beat FI stater kasar yang 13 gram dan per CVT cukup 1000 RPM saja ( untuk seimbang akselerasi, top speed dan raungan mesin )

      Apalagi mesin Beat atau Scoopy generasi Genio, speknya tambah long stroke, enak buat kejar torsi dan irit. Hanya cocok untuk kota dan orang yang suka urut bukaan gas. Kalau mau diakselerasi yang sebaiknya turunkan roller minimal 2 gram ( sambil lihat rute perjalanan dan respon mesin ) atau dicombo dengan per CVT 1000 RPM saja. Tujuannya supaya belt mudah naik di puli depan akibat dorongan dari roller dan per CVT lebih keras untuk mempertahankan bukaan puli belakang ( menaikkan RPM dan menahan distribusi kecepatan alias cocok untuk akselerasi atau pegunungan )
      Kalau ane lihat, mesin generasi Genio punya potensi lebih irit dan kencang dibandingkan generasi sebelumnya, tinggal lihat teknik modifikasinya saja. Basis mesin sudah cukup advance untuk tuning

      Honda dan Yamaha menurut ane beda pendekatan dalam meramu mesin matic mereka ( ane ambil contoh di kelas 110-125 cc yang mirip2 teknologinya ), Honda lebih memilih kruk as pendukungnya lebih ringan dikombinasi dengan roller berat, sementara Yamaha lebih memilih kruk as dan pendukungnya lebih berat dikombinasi dengan roller ringan. Efeknya sih ada di teknik bukaan gas dan respon mesin dimana Honda lebih dibuka agak banyak untuk akselerasi sementara Yamaha perlu dikit saja untuk akselerasi

      Suka

  4. jadi keinget cbs pario125 ane belum tak matiin,.pernah ndlosor gara2 tu rem belakang,.pdhl dulu sblmnya pke suprafit,masi bersisa kebiasaan ngerem blakang dulu sblm rem dpan,.uda ane upgrade ban jd lebih lebar biar stabil saat ngebut lurus

    Suka

      • ane mau sharing lg yg ttg pario125 ane,all new th beli 2019,bbrp bulan lalu, tu motor sering ane pake di jalan banjir,.dan ane smpat jatuh krn ada sengatan listrik di lokasi banjir,,posisi motor jatuh ke kanan,tenggelam di ketinggian banjir 40 cm selama 10 menitan,.stlah motor berhasil diselamatkan,ane baru bisa ganti oli stlh 2 hari dari kejadian tenggelam,
        Dan jelas aja,olinya jadi warna cream campur coklat cerah,stiap seminggu skali ane ganti oli trmasuk gardan,wkt itu ane masi blm mikir oli apa,trus pakenya mpx2 sm shell,.
        Ga smpe sebulan uda ganti oli smpe 4x+gardan,.sempet dicek di beres,mekanik bilang ga smpe turun mesin,cuma gearboxnya yg kena,.ane rasakan performa sempet turun hingga top nya cm 105,,dari kjadian tenggelam itu smpe sekarang,tiap kali ganti oli,ane ga lakukan pembersihan mesin,waktu itu jg ane pake mpx2 sm shell,

        Mohon saran ttg pembersihan mesin krn ane ga paham,apakah perlu utk engine flush,?
        Krn selama ini ane rasakan kyknya ga ada masalah mesinnya,
        tarikan masih tetep enteng dan sering coba topspeed pasti dpt diantara 106-108,
        malah pernah ane paksain gaspol di jalan turun bisa nyampe 114, di kecepatan itu motor terasa agak tersendat sendat seakan akan emang ga bisa tambah lg pdhl jalan masih panjang

        Suka

        • Kalau sampai tersendat maka itu kena limiter. Dari bisa mencapai top speed normal lagi, maka jelas tidak butuh engine flush. Lagipula engine flush itu adalah untuk membersihkan sludge dari oli, bukan untuk membersihkan air. Air pastinya bakal menguap kalau kena panas.

          Yang menurut saya kurang pas itu olinya. Menurut saya jangan mpx ataupun shell. Malah lebih mending mesran B40. atau silahkan coba repsol, valvoline atau total. Untuk oli harus dipastikan apakah beneran butuh kekentalan 10W30 dengan misalnya mencoba oli kekentalan 20W50. Kalau cuma sedikit lebih berat, pertimbangkan pakai itu terus.

          Suka

  5. Sekedar opini, berdasarkan pengamatan, spesifikasi oli terbaru itu dibuat semakin encer untuk mengejar efisiensi BBM & mengurangi emisi CO2. Mengurangi emisi berarti nggak menyebutkan kalau oli tersebut cocok untuk dipakai ngebut. Beberapa oli yang diklaim untuk motor kencang masih pakai API SL, contohnya Yamalube RS4GP 10W-40, Yacco 4T MVX 5W-40, Ipone 10,4 Off-road, (barangkali om mau mencoba?). Oli mahal tidak semua cocok di kendaraan yang sering gas pol atau dipacu hingga top speed. Oli yang proteksinya bagus & didesain untuk mesin kencang umumnya mahal. Yang murah tapi enak untuk dipakai ngebut itu misalnya Enduro 4t Racing, meski enaknya cuma 1500 km sisanya sudah mulai kasar.

    Suka

    • Mungkin itu kencangnya untuk dipakai di Jepang, karena NMAX saya sekarang jelas butuhnya yang kental. Oli tersebut rasanya bakal cuma tahan 400 km kalau pakai standar saya.

      Enduro racing saya anggap oli yang jelek. Kurang baik untuk ngebut karena kesannya terlalu banyak aditif penambah VInya. Nggak tahan shear.

      Suka

      • Bang.. Saya user vario karbu tahun 2008..udah 2 kali pakai oli meditran sx 15-40…penggunaan harian cuma kepasar sekitar 4-5 km.. 2 minggu sekali sekitar 10 km an.. Kalau pakai oli mesran super 20-50 apakah terlalu berat.. Saya tinggal di kota yang udara nya gak dingin…
        Kondisi mesin agak ngebul tipis… Mohon saran nya bang

        Suka

        • Encer atau tidak perlu dicermati dari halusnya mesin. Menurut saya motor Honda itu olinya yang pantas pakai yang 20W50. Kalau sampai ngebul tipis, sebaiknya pakai 20W50 saja. toh tarikan agak berat sedikit tidak masalah kan?

          Suka

          • Dulu2 pakai yang 10-30 berkurang nya lumayan banyak pas di tap… Mau tanya satu lagi awal2 vario keluar itu belum ada oli yang katanya khusus matic ya… Rekomendasi dari pabrikan masih federal ya bang.. Itu federal yang tipe apa…?

            Suka

            • Sebagai user vario 110 karbu, kalo gak salah pakai federal botol merah mungkin 20-50,
              Lalu muncul federal matic 10-30 botol orange ada tulisan “spesialis dingin” kalau tidak salah

              Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.