Apa benar air aki demineralisasi itu asam dan distilled itu tidak? (untuk air radiator)


Bro Kerabat Kita memprotes komen penulis di artikel berikut:
Bikin motor kencang siang hari itu kuncinya coolant dan oli mesin

iya 🙂 . Air aki itu pasti asam walau disebut distilasi. Dipakai di radiator malah akan korosi.

Menurutnya:

Jangan sok tau pak! Yang rasanya asam itu Demineralized Water, yaitu air tanpa mineral karena proses kimiawi… Kalau air distilasi/Distilled Water itu air murni H20 (tentu tanpa mineral juga) dari proses penyulingan, rasanya tawar dan bisa diminum..Demineralized Water khusus buat nambah air aki, sedangkan Distilled water selain buat nambah aki juga bisa buat air radiator, air wiper, bersihkan bodi mobil, juga bisa diminum . Cleo itu termasuk air distilasi.

coba sampeyan beli itu Air Aki Distilled Water… kalau airnya hambar, berani tutup blog?

Bedain air Distilled Water dengan Demineralized Water aja ga bisa. Pantesan forum Seraya Motor mentertawakan.

Ada yang komen juga begini:

Yang murni 99,99% air ya aqua destilat yang buat nambah air aki
Kalo air RO dan CLEO memang demineral, tapi kemurnian nya gak sampe segitu

Jadi kedua bro ini mengklaim bahwa air aki yang distilasi itu aman dibuat untuk sebagai tambahan air radiator. Sementara itu bro Kerabat Kita mengklaim bahwa air aki demineralized itu pasti asam.

Penulis tidak setuju. Karena penulis yakin sekali air aki, apapun mereknya atau tutup botolnya, pasti asam. Sementara itu warba botol menentukan tingkat keasaman, nggak perduli itu hasil demineralized atau distilasi / disuling. Sebelumnya cuma bisa ngomong, tapi sekarang nemu buktinya.

Tapi sebelumnya penulis kutip apa yang jadi pemahaman masyarakat sekarang. Secara umum air aki tidak dibedakan dari metode pemurniannya, bukan demineralized vs distilled, tapi dari tutup botol warna merah vs tutup botol warna biru:
Website Suzuki:
Yuk Cari Tahu Ini Perbedaan 2 Jenis Air Accu Mobil

Kemasan Warna Merah: Air aki yang ditemui di pasaran dengan kemasan berwarna merah disebut accu zuur. Cairan ini dianggap berbahaya karena dapat menimbulkan iritasi bila mengenai kulit. Selain itu juga dapat menimbulkan lubang bila menetes pada kain karena sifatnya yang korosif.

Kemasan Warna Biru: Berbeda dari air untuk accu yang dikemas dengan warna merah, air aki dengan kemasan berwarna biru memiliki karakteristik tersendiri. Jenis ini lebih bersifat aman dari aki zuur aki ini bersifat netral dan tidak pekat.

Jadi air aki warna biru diyakini netral. Soal mengapa pakai air distilasi / air suling dijelaskan berikut ini:
Website Toyota:
Belajar Perbedaan Air Aki Biru dan Merah, Hati-Hati Jangan Salah Pakai

2. Air Aki Biru (Air Suling)
Air aki jenis tambah, dikenal dengan air suling, adalah air biasa yang telah melewati proses demineralisasi atau penyulingan sehingga bebas dari kandungan mineral. Seperti diketahui, kandungan mineral di dalam air membuatnya bersifat korosif sehingga dapat merusak sel aki. Oleh sebab itu kamu juga tidak disarankan untuk mengganti air aki biru dengan air mineral yang beredar di pasaran.

Air tambah atau air suling untuk aki biasanya memiliki ciri label dan tutup botol kemasan berwarna biru sebagai penanda bahwa air yang ada di dalamnya tidak berbahaya.

Dijelaskan bahwa untuk air aki tidak bagus pakai air mineral. Dan air aki itu bisa dari demineralisasi atau penyulingan (distilasi). Jadi salah bila membedakan air aki dari demineralisasi dan distilasi.

Dan memang di pasaran sendiri ada air aki tutup biru yang dari distilasi:

Juga yang demineralisasi:

Lalu darimana penulis tahu bahwa air aki yang botol bitu pun, yang ada tulisan distilled sekalipun itu sifatnya asam?

Karena penulis pernah sangat butuh sekali air distilasi untuk percobaan elektrolisis, meniru percobaannya stanley meyer. Percobaan elektrolisis ini membutuhkan air distilasi rendah mineral yang pH netral.
Electrostatic Covalent bond Destruction in Distilled Water: Stanley Meyer ..wfc

Untuk melakukan percobaan itu wajib menggunakan air yang hambatannya tinggi, untuk mencegah terjadinya proses elektrolisis yang terjadi di voltase rendah:

Hal ini kebalikan dari proses elektrolisis normal yang membutuhkan air dengan hambatan rendah. Hambatan air bisa dikurangi dengan bantuan asam, basa atau garam sebagai katalisator:
http://eprints.polsri.ac.id/3323/3/FILE_III.PDF

Penggunaan KatalisatorSenyawa-senyawa seperti asam, basa dan garam yang dapat menghantarkan arus listrik dapat digunakan dalam proses elektrolisis

Di saat itu, penulis mati matian mencoba mencari cara (murah) untuk dapat air distilasi. banyak air penulis coba, termasuk juga air aki tutup botol biru. Dan cukup banyak air aki penulis coba, termasuk yang ada tulisannya distilled. Dan hasilnya, hambatan air tetap rendah. Malah lebih mudah bereaksi daripada air kran atau air minum yang kebetulan tipe filtrasi.

Padahal penulis pakai alat yang voltasenya outputnya tinggi, tapi karena nggak pakai air distilasi, voltase nggak pernah bisa tinggi. Alatnya mirip dengan yang ini, tapi yang penulis pakai saat itu voltasenya bisa lebih dari 1000 volt

Untuk yang penasaran, iya, penulis icipi airnya juga, dan rasanya ada asamnya. Walau tidak menutup kemungkinan ada yang nggak terasa asam.

Sayang ini cuma bisa cerita karena tidak penulis rekam saat coba coba air. Tapi intinya penulis yakin sekali bahwa air aki yang tutup botol biru pun sebenarnya tidak benar benar netral.

Sekarang penulis nemu buktinya. Yaitu di video berikut:

Ternyata air aki yang botol biru atau yang untuk refil sekalipun pHnya tidak 7. Tapi antara 5 dan 6:

Jadi intinya adalah, kalau mau menambah air radiator, jangan pakai air aki walau diklaim netral. Karena terbukti bahwa dari hasil uji itu, nggak beneran netral tapi bersifat agak asam.

Mending pakai air semacam cleo atau TDS nol.

4 respons untuk ‘Apa benar air aki demineralisasi itu asam dan distilled itu tidak? (untuk air radiator)’

  1. sy ma tetap pakai coolant aja tuk radiator mtr atau mobil , harga jg bersahabat dlm rentang waktu lama pula

    Suka

  2. Air demin dibuat dari proses ion exchange, mineral + dan – diambil oleh resin, sehingga tds nya bisa nol. Ph air demin cenderung asam antara 5-6 karena non mineral dan masih mengandung co2 terlarut yang memyebabkan ph < 7.
    Air destilasi dibuat dari menguapkan air mineral biasa dan diuapkan, uapnya dikondensasi sehingga mencair. Disebut air destilasi.
    Yg membedakan air demin dan destilasi hanya proses pengerjaannya.
    Lebih murah dan simpel air demin karena pertukaran ion, ketimbang air destilasi yang butuh pemanas
    Mengenai air radiator, lebih baik menggunakan air coolant..karena mengandung glikol, yang bersifat menaikkan titik didik air. Sehingga air pendingin radiator tidak mudah menguap dan habis.
    Demikian sedikit share..

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.