Amsoil Signature jelas nggak layak untuk oli long drain, terpaksa pakai bimoli dan blueband lagi


Maaf, nggak perduli ada yang ngomong begini:

Bagi penulis, mending mesran daripada Amsoil Signature setelah penulis coba sendiri. Memang mahal, tapi tetap penulis simpulkan tidak bagus.

Dari awal penulis sudah curiga bahwa oli Amsoil Signature ini kurang ester atau bahan semacamnya. Hal ini ditandai dari kasarnya suara emsin saat mesin idle atau dipakai di rpm rendah. Itu jelas ciri oli yang film strengthnya kurang. Olinya nggak mampu melapisi permukaan logam ketika jalan di rpm rendah.

Mungkin ada yang bilang oli ini oli licin. Memang oli ini licin, tapi ini kalau dipakai ngebut. Mesin jadi makin halus ketika dipakai ngebut. Aditif EP dan anti wearnya memang bekerja dengan baik, tapi sayangnya hanya di kecepatan tinggi. Kalau dipakai kalem kalem saat boncengan sama istri, suara mesin kasar!

Ciri berikutnya adalah ketika penulis melakukan drop tes. Penulis cukup kaget juga karena mendekat 900 km warna oli masih nggak terdeteksi coklat coklatnya. Cuma hijau saja:

Sekilas ini terkesan lebih baik daripada oli oli lain yang pernah penulis coba dengan kekentalan setara (mesran, fastron, prima xp, enduro, repsol). Namun begitu ini dikombinasikan dengan sifat buruk dari oli PAO atau oli full sintetis, cerita jadi lain.

Dijelaskan bahwa kelemahan oli PAO itu adalah daya larut yang lemah dan daya pelicin yang lemah:

Jadi oli Amsoil itu aslinya bening bukan karena anti oksidasinya bagus, tapi karena daya pelarutnya yang jelek. Noria mengindikasikan hal ini.

Hal ini makin diperjelas setelah penulis menambahkan bimoli di oli mesin (sudah nggak tahan dengar berisiknya). Langsung suara mesin jadi halus. Mungkin bisa didengar bedanya di awal awal video berikut:

Kalau menurut penulsi sih bedanya cukup ekstrem.

Dan sudah begitu, masih ada kelemahan lain. Oli ini jelas tidak tahan terhadap fuel dilution. Fuel dilution ditandai dari kertas tisu yang tadi itu jadi merata sekali olinya, nggak kelihatan batasnya:

Memang fuel dilution tidak bisa menyalahkan oli. Bukan salah dari oli. Solusinya juga harusnya bukan dari oli. Tapi dengan film strength yang dari mulai pertama pakai saja jelas kurang, maka dengan makin fuel dilution jadi makin nggak layak pakai olinya. Lama lama perlindungan mesin akan jadi mengandalkan aditifnya. dan aditif itu bisa habis.

Menurut penulis Amsoil Signature bukan oli yang baik untuk long drain. Pendapat ini berlawanan dengan banyak grup oli. Di grup oli, amsoil termasuk oli rekomendasi. Cuek, penulis tetap nggak rekomendasi.

Mungkin ada beberapa yang dengan bangganya bilang olinya tetap bening walau pakai oli Amsoil sejauh 10 ribu km di motor. Dari setelah coba sendiri, penulis simpulkan bahwa oli tetap beningnya Amsoil jelas karena sifat polarnya kurang. Sifat polar kurang itu bikin oli nggak licin, bikin daya pelarut olinya payah. Penulis lebih rekomendasi Fastron Techno 15W50 + 10% minyak goreng walau warnanya jadi hitam banget saat di drain di 9 ribuan km.

Selain pakai bimoli, penulis kemarin juga terpaksa pakai blueband lagi. Gara garanya performa motor penulis jadi turun setelah pakai 4 tetes per liter PRF:

0-100kpj yang biasanya kurang dari 18 detik. (ini sebelum pakai amsoil)

Jadi 18 detikan:

Untunglah setelah pakai margarin blueband jadi bisa cepat lagi akselerasinya, walau top speed masih belum pulih:

Motor penulis butuhnya aditif yang bisa menambah kandungan energi atau yang bisa membuat mesin lebih bersih. Sementara itu PRF sepertinya hanya menambah oktan saja. Mungkin itu sebabnya disebut mantap oleh mereka yang memaksa motornya pakai bensin yang oktannya terlalu rendah untuk motor mereka.

btw, pesanan Honda Cleaner made in Jepang sudah datang, mungkin bakal coba kalau PRFnya zonk lagi.

4 respons untuk ‘Amsoil Signature jelas nggak layak untuk oli long drain, terpaksa pakai bimoli dan blueband lagi

  1. Tertarik utk mengomentari dr sisi harga…yg ada di pengantar artikel….
    IMHO…harga oli yg ada di pasaran di dalamnya termasuk biaya marketing/promosi/iklan, selain biaya produksi. Idealnya, biaya produksi oli berbanding lurus dgn kualitas oli. Namun, bisa jadi harga oli menjadi lebih mahal karena biaya marketing/promosi/iklan, panjangnya rantai distribusi hingga sampai ke tangan konsumen, dll.
    Mohon maaf, sy tdk bisa menunjukkan contoh ril di lapangan; pendapat sy hanya sekadar common sense belaka….
    CMIIW….

    Suka

    • Iya betul juga. Harga memang bisa tinggi karena faktor lain. Jadi masalah ketika para suhu di grup yang menyarankan oli juga menggunakan patokan harga sebagai acuan kualitas.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.