Waduh, ada aditif bensin yang dibuat dari castor oil! PRF dan Cleanoz pun sama bahayanya? Mirip Eco Racing?


Penulis kaget juga ketika ada yang menawarkan aditif yang terbuat dari sari buah jarak:

Unik juga karena penulis sebelumnya sengaja bahas berikut ini:
Castor oil, kandidat aditif bensin yang baik karena bisa membentuk gum?

Minyak jarak itu terkenal di grup oli sebagai bahan oli yang bisa bikin masalah pada mesin (esternya):

Gara gara sangat ketakutan sekali dengan statement tersebut, sampai ester yang bukan dari castor oli pun dibilang jelek juga. Takut esternya bikin kerak. Padahal rasanya oli yang direkomendasikan di grup pun ada yang pakai ester juga. Dari daftarnya sis Cauthelia Nandya saja dicantumkan:
Daftar oli mesin PCMO, HDEO dan MCO yang cocok atau tidak cocok untuk kopling basah beserta informasi base oilnya

Eh, jadi ingat barusan batal beli Pertamina Fastron fully synthetic yang PAO+ester dan memilih Redline Ester. Soalnya kepikiran ngapain mencoba oli yang sudah sangat langka sekali ya?

Walau menghujat ester yang dibentuk dari castor oil, anehnya pernah ada anggota grup oli (bro Deka) yang mengajak untuk pakai campuran castor oil di oli mesin:
Walau castor oil itu dari bahan nabati, ternyata beda dari yang lain dan aslinya tidak boleh ditambahkan ke oli mesin biasa

Di artikel tersebut penulis jelaskan juga dari sudut pandang pabrikan olinya, yang secara tertulis menyebutkan larangan mencampur dengan oli mineral dan tidak menganjurkan pemakaian di mesin dengan bahan bakar bensin.

Berikut penjelasan alasannya:
The History of Castor Oil

Alexander Duckham, dari Duckham Oils yang terkenal pada tahun 1912 melakukan tes dimana ia mengukur deposit karbon pada piston setelah 1000 mil menggunakan enam minyak yang berbeda salah satunya adalah jarak. Hasilnya menunjukkan dengan cukup pasti bahwa minyak jarak menghasilkan jumlah endapan terbesar dan dalam kesimpulannya menyatakan “bahwa menurut pendapat saya minyak jarak hanya dapat digunakan dalam silinder tetap dengan impunitas untuk jarak pendek dan kemudian dengan pembersihan berulang di antara proses.”

Saat menyelidiki pemolesan busi pada mesin berbahan bakar alkohol, diketahui bahwa masalah berkurang jika bahan berbasis jarak, bukan mineral, yang digunakan. Minyak jarak bercampur dengan alkohol dan terbakar di ruang bakar. Oli mineral tidak bercampur dengan bahan bakar dan sumbat hasil fouling. “Anda harus menggunakan minyak jarak saat menggunakan alkohol”.

Kerugian lain dengan pelumas berbasis jarak adalah bahwa sistem aditif kimia modern tidak dapat dicampur dengannya. Semua oli mineral modern diperlakukan dengan bahan anti-aus seperti zinc dithiophosphate (ZDP) yang secara dramatis mengurangi masalah di area beban tinggi camshaft/cam follower bila dibandingkan dengan oli “sintetis” yang tidak mengandung seng seperti yang terbukti dalam uji analisis oli bekas .

Berikut alasan lain:
TWO-STROKE OIL

Minyak nabati, atau minyak jarak secara alami berasal dari minyak nabati yang digunakan selamanya dan sehari. Mereka sangat populer di kalangan pembalap yang menggunakan Metanol karena kemampuannya untuk berbaur secara total dengan bahan bakar nabati. Oli ini memiliki kemampuan pelumasan yang baik ketika dicampur pada rasio oli dan bahan bakar yang tinggi. Misalnya 20:1 dan bahkan lebih tinggi dalam bensin, meskipun ketidakmampuannya untuk tetap menyatu adalah atribut yang kurang diinginkan.

Minyak nabati juga memiliki istilah sebagai ‘tingkat kelekatan tinggi’ untuk mesin dengan putaran tinggi. Seperti gokart dan mesin sepeda motor berkapasitas lebih kecil. Karena volume oli yang tinggi dan viskositas alaminya, oli cenderung menempel pada bantalan dan rok piston pada rpm ekstrem (15.000 +). Ini menangkis efek gaya sentrifugal dan membantu dalam dispersi panas.

Kelemahannya adalah dapat menyebabkan busi kotor, asap berlebih, dan endapan pembakaran. Ini dapat menyebabkan kerusakan mesin jika karbon internal tidak diservis secara teratur. Penggunaan oli yang tinggi juga dapat mengurangi RPM, mengubah nilai oktan dan laju pembakaran campuran bahan bakar karena volume geser yang digunakan secara tradisional dan dengan bonus menaikkan biaya tagihan oli pembalap. Efek oli berlebih saat menggunakan oli jenis ini dengan rasio oli/bahan bakar yang direkomendasikan tidak direkomendasikan untuk mesin dengan katup daya.

Namun bukan berarti ada pengecualian. Karena ada yang membolehkan juga:

Dan ternyata ada paten yang menyebutkan penggunaan castor oil sebagai campuran aditif bensin:
Fuel and Lubrication oil additive

Perwujudan dijelaskan dari komposisi bahan aditif, untuk dimasukkan dalam bahan bakar dan pelumas, yang terdiri dari sulfonat, minyak jojoba, dan minyak jarak. Menambahkan aditif ke bahan bakar transportasi, seperti bahan bakar diesel atau bensin mobil, sangat meningkatkan kinerja dan jarak tempuh mesin pembakaran. Menambahkan aditif ke oli motor atau oli pelumas lainnya sangat meningkatkan kinerja pelumasan oli. Ada sinergi antara sulfonat, minyak jojoba, dan minyak jarak yang memberikan peningkatan kinerja yang luar biasa terutama di bawah tekanan tinggi dan kondisi suhu tinggi, dan juga memberikan perlindungan sisa untuk mesin atau mesin lain yang meningkatkan re-start dan operasi selanjutnya. Aditif juga memberikan pelumasan yang sangat baik untuk logam non-ferrous,

Wah, asli beneran tertarik pingin coba resep itu.

Bagaimana dengan kerak?

Seperti penulis jelaskan sebelumnya, mungkin sisi buruknya deposit bisa mengganggu kinerja mesin, di sisi lain, deposit bisa juga mengurangi fuel dilution atau vampir oli kalau valvenya nggak macet duluan.

Dan sebenarnya, aditif lain juga hampir mirip gum juga. Sudah penulis jelaskan sebelumnya bahwa cleanoz itu meninggalkan sisa minyak tidak terbakar ketika dibakar:

Dan sisa minyak tidak terbakar ini membuat bensin tidak bisa mengotori piston:

PRF Turbo sepertinya malah lebih parah daripada Cleanoz. Saat penulis uji bakar, PRF Turbo jelas jauh lebih sulit terbakar daripada Cleanoz. Berikut contohnya, cleanoz sudah habis terbakar, yang prf turbo masih sisa:

Video uji lain:

Maaf penulis cuma uji coba sedikit karena harga PRF Turbo muahal. 100 ribu cuma dapat 4 ml. Masih butuh eksperimen aneh aneh lain.

Tapi intinya, aditif minyak atsiri (termasuk eco racing juga) sepertinya bekerjanya modelnya adalah dengan membentuk pelapis di piston atau silinder sehingga kompresi mesin bisa meningkat.

Cuma berbeda dengan pelapisnya Xado Revitalizant, pelapis dari minyak atsiri itu termasuk mudah lepas. Sehingga efeknya biasanya cuma muncul kalau motor dipakai kalem kaleman. Kalauu digeber ya nggak akan ada efeknya.

Iklan

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.