Kendaraan tua jangan dipaksakan oli full sintetis dong, malah bocor olinya, kenali oli high mileage


Jadi sudah jadi asumsi salah yang umum bahwa oli yang terbaik itu adalah oli full sintetis. Dan saking parahnya, sudah jelas jelas tahu bahwa pakai oli full sintetis bikin motor / mobil bermasalah, masih dianjurkan pakai oli full sintetis. Berikut adalah contoh dari postingan lama yang penulis simpan sebelum di block. Sehingga bisa jadi sudah berubah pendapat orangnya sekarang. Jelas nggak bisa diskusi karena di grup grup orang itu ada, penulis nggak bisa lihat. Kalau diskusi pun rasanya penulis bakal dibully.

Berikut pendapatnya:
https://www.facebook.com/groups/bekakas.id/posts/2754333544880536/

#konsekuensi logis pemakaian HDEO (Oli Diesel) dan PCMO (Oli mobil bensin)
#tips & trik penanganan ketika ada kondisi yang abnormal
Selamat pagi mbah-mbah semua.
Dari dulu kita bahas dari sisi enak atau positif nya saja penggunaan hdeo dan pcmo, nah pada kesempatan ini nubi coba sharing dari sisi negative nya, (bukan berarti buruk lho yah).
Seperti kita ketahui kebanyakan hdeo/oli diesel dan pcmo/oli mobil bensin apalagi spec <API CI-4 dan API SN ACEA A3/B4 itu paket detergent jauh lebih banyak dari rata-rata oli MCO (oli khusus motor). Bahkan oli-oli low saps ACEA C3, MB 229.52 dan BMW LL04 dengan base VHVI, GTL dan oli lain yang berbahan dasar PAO walau paket detergentnya sedikit tapi sifat pembersihaan nya jauh lebih baik dari kebanyakan MCO, base oil synthetic dapat melarutkan varnis dan kotoran peninggalan oli mineral.
Masalah biasanya terjadi pada kendaraan yang dulunya pemakai MCO mineral dan PCMO Mineral yang di paksakan, sehingga di dalam crankcase sudah banyak varnish, sludge dan kerak.
Untuk kendaraan yang dari awal/baru sudah pake hdeo dan pcmo saya belum dapat laporan ada yang mengalami masalah yang berarti.
Adapun beberapa problem yang kemungkinan biasa terjadi adalah:
1. Tersubatnya jalur oli dan filter Oli buntu.
Penanganan:
Biasanya terjadi pada kendaraan berumur yang tahunan pake MCO mineral dan di paksakan, sehingga ketika perdana pemakaian hdeo dan pcmo kotoran terangkat dan menyumbat filter serta jalur oli.
Perlu di ketahui bahwa proses pembersihan yang di lakukan hdeo dan pcmo itu soft cleaning alias sedikit demi sedikit, jadi tdk ada istilah di flush 500km buang (ini oli belum berbuat apa-apa sudah di buang).
Untuk mencegah tersumbatnya filter dan jalur oli, cukup pake hdeo mineral atau pcmo semi sintetik tersebut 3000-4000km dan memang di awal awal pake di KM segitu oli sudah tidak enak, untuk hdeo mineral jika <3000km sudah tidak enak ya drain saja. Lakukan hal ini regular sebanyak 3-4x.
Jika sudah regular pake maka hdeo mineral dapat di pake sampe 4000km *SKB dan PCMO Semi Sintetik bisa 5000/6000km serta HDEO Semi Sintetik bisa 6000/7000km (refer to hasil beberapa UOA.
2. Ngebul tifis dan terdapat kebocoran pada beberapa seal dan perpack.
Penanganan:
Biasanya ini terjadi pada motor tua/high millage, ketika pake hdeo dan pcmo secara regular proses pembersihan wall cylinder, piston dan ring serta seluruh area yang terlumasi terjadi secara terus menerus, maka ketika kotoran berupa kerak dan sludge tersapu bersih, jika itu terjadi antara suaian piston rings dan wall cylinder maka akan terlihat ngebul tifis (jd selama ini kompresi terbantu kerak), jika itu terjadi di area seal dan perpack yg sudah uzur, maka ketika kotoran terangkat oli mesin akan rembes..(jd selama ini kotoran ikut membantu menutup celah packing yg uzur).
Ini terjadi bukan karena oli nya kurang baik dalam proteksi ataupun oli nya sumber masalah, namun hdeo dan pcmo oli yang jujur memberi tahu kita kondisi mesin aktualnya seperti apa dengan melakukan pembersihan yang menyeluruh. Sehingga kerusakan mesin bisa terdeteksi sedini mungkin.
Hal yang mesti dilakukan ya pastinya segera melakukan peremajaan parts mesin serta ganti seal dan perpack yg sudah uzur.
Intinya pemakaian hdeo dan pcmo itu lebih banyak manfaat nya daripada negative nya apalagi dipakai di mesin sehat maupun di pakai pada saat kendaraan kita masih baru.
Di kelas yang sama merujuk pada hasil VOA pcmo dan hdeo lebih banyak paket antywear nya (malah antywear yang dipake lebih ramah lingkungan seperti boron dan moly bahkan titanium) sehingga proteksi mesin lebih bagus, terus lebih tinggi paket detergent nya sehingga mesin terjaga kebersihaannya, dan juga lebih tinggi nilai tbn nya sehingga umur oli bisa lebih panjang.
Sekian dari Nubi.

Penulis kutip full biar lebih paham logika mereka tentang pemaksaan oli full sintetis di kendaraan lama.

Poin pertama adalah soal oli mineral vs full sintetik. Penulis sendiri nggak paham pengkategoriannya bagaimana. Bahasan beda mineral dan sintetik ada di artikel berikut:
Apa sih sebenarnya beda oli mineral, semi sintetik dan sintetik? Sintetik seringnya bukan PAO

Karena kalau dulu, oli yang bahannya bukan PAO itu pasti oli mineral:
Dari Sekian Banyak Merek, Ternyata Cuman Ada Dua Jenis Oli Mesin

“Kalau bicara bisnis oli, sintetik sebenernya dibuat untuk mengisi kelas menengah tapi kalau dalam terminologi jenis oli cuman ada dua mineral dan sintetik,” tambahnya. “Oli mineral dapat dari hasil tambang minyak bumi dan mengalami destilasi, oli sintetik itu hasil dari proses laboratorium yang disusun atas Polyalphaolefins (PAO)”

Tapi kalau sekarang bagaimana?

Orang menilai mineral atau tidaknya itu dari BACA BUNGKUSNYA. Jadi sangat memungkinkan ada percakapan seperti berikut ini sangat sering terjadi:

q: oli apa itu
a: full sintetik bro, ini paling bagus untuk mesin!
q: 😲 (tertarik) ada tulisannya PAO tidak?
a: nggak ada tulisannya bro
q: oh 😓 (kecewa)

Kerancuan ini membuat orang jadi sulit untuk menilai. Sehingga bila ada apa apa, orang akan menyalahkan bahwa itu adalah karena olinya mineral. Seperti contoh berikut ini, yang pakai oli “mineral” Idemitsu 10W-30:

Rasanya itu oli yang sama dengan yang berikut ini, oli yang direkomendasikan oleh Honda (sebagai oli gratisan):

Apa oli itu layak disebut mineral? Sulit juga dibilang oli mineral, karena kalau dilihat dari kekentalan yang 10W30, mustahil itu merupakan oli grup 1. Oli grup 1 disebut tidak bisa dibuat encer. Yang paling cocok adalah oli grup 3. Dan oli grup 3 memang daya pembersihannya kurang, wajar bisa meninggalkan kerak seperti di contoh.

Dan oli grup 3 ini sering disebut sebagai oli full sintetik juga. Contoh yang paling jelas adalah Shell Ultra, yang jelas jelas disebut bahannya adalah pureplus. Dan pureplus itu bukan PAO tapi paraffin. Oli paraffin itu kalau dulu disebut sebagai oli mineral.

Jadi maaf penulis tidak setuju bila mesin bertahun tahun berkerak itu dibilang karena pemakaian oli dari bahan oli mineral. Klaim bahwa oli full sintetis lebih bagus pun jadi diragukan karena tetap sama saja oli grup 3 juga. Nggak ada bedanya beli oli grup 3 yang di bungkus tertulis full sintetis dengan oli grup 3 yang dibungkus tertulis mineral. Sama saja.

Dari industri juga sudah nggak meributkan sintetik dan mineral lagi:
Pengakuan Oliver Kuhn dari Liqui Moly, debat sintetik vs mineral itu sudah tidak dilakukan expert lagi

Toh juga dari sisi pembersihan, grup 3 itu sama payahnya dengan PAO karena sama sama punya solvency atau daya pelarutan yang jelek:

Daya larut jelek = sulit melarutkan kerak.

Untuk poin kedua juga tidak setuju bahwa oli jadi bocor setelah pemakaian oli full sintetik karena sebelumnya kerak bisa menutupi celah seal. Rasanya itu lebih karena dari sebelumnya pakai oli yang grup 2 lalu berpindah ke grup 3. Dari sebelumnya meditran, lalu “naik” ke shell ultra atau amsoil signature.

Satu hal yang menjadi kelemahan dari oli full sintetis adalah dari efeknya terhadap seal. Sudah penulis jelaskan sebelumnya:
Ini lho info jelas soal oli PAO dan grup III itu bikin seal kisut

Ketika motor / mobil lama diberi oli full sintetik yang lebih garang terhadap seal, maka seal bakal jadi bocor. Oleh karena itu dari pabrikan OLI pun menyarankan oli yang khusus untuk kendaraan yang umurnya sudah lebih dari 75 ribu mil atau sekitar 100 ribu km. Namanya adalah oli HIGH MILEAGE.

Entah mengapa yang di grup oli tidak mengenal istilah oli high mileage, karena kalau motor sudah umur segitu, bukan oli full sintetik lagi yang disarankan, tapi oli high mileage. Tapi mungkin wajar juga karena sepertinya orang juga nggak ada yang tahu keberadaan oli high mileage. Lha wong di lapak online dengan ribuan merek oli yang dijual pun bisa dibilang nggak ada oli high mileage:

Suatu hal yang sangat berbeda dengan di luar negeri. Mereka sudah paham bahwa kendaraan tua itu olinya perlu pakai oli high mileage. Cari oli high mileage pasti ada:

Oli high mileage itu juga menjawab kebingungan orang karena kok oli jadi bocor semua pakai oli full sintetik. Karena oli high mileage itu muncul ya untuk mengatasi masalah itu. Yaitu mencegah sealnya bocor. Ini kalau katanya Noria, yang jaman dulu sering jadi acuan kalau butuh info soal oli:
High Mileage Oil: A Practical Guide, Jeremie Edwards, Noria Corporation

Ada dua fokus. Yang pertama adalah oli high mileage itu pakai aditif sehingga seal nggak kisut. Yang kedua adalah aditif pembersihnya lebih banyak. Ada juga yang biar olinya nggak mudah habis seperti yang di gambar awal.

Ini jelas jadi jawaban bahwa kalau mobilnya atau motornya sudah lebih dari 100 ribu km, jangan dipaksa pakai oli “hebat” ini dan itu. Pilihannya cuma pakai oli high mileage!

btw, Amsoil sepertinya tidak buat oli high mileage.
Amsoil High Mileage

Masalahnya di Indonesia nggak ada yang jualan. Lalu apa solusinya?

Terpaksa pakai oli grup 1. Dan sepertinya oli grup 1 yang tersedia di pasaran cuma mesran saja. Kalau ingin oplosan, maka opsinya adalah tambah aditif ester. Atau sekalian beli oli ester macam redline atau schaeffer.

btw, seingat penulis minyak goreng itu bikin seal kisut. Nanti coba cari lagi infonya. Bila benar, maka campuran ideal untuk minyak goreng adalah mesran. Atau minim oli grup 2, macam fastron, prima xp, meditran, dst, yang nggak parah parah amat efeknya terhadap seal.

14 respons untuk ‘Kendaraan tua jangan dipaksakan oli full sintetis dong, malah bocor olinya, kenali oli high mileage’

  1. Shell ax7 10w-40 Api SN dan Castrol GTX 15w-50 Api SM itu masuk oli group berapa mas.?
    Apakah dgn penggunaan kedua merk oli itu dapat membuat kisut seal sepeda motor dan mobil.?
    Mengingat motor saya sudah berumur rata2 7 dan 9 tahun (motor jarang dipakai km 28.000-45.000)

    Suka

    • Shell AX7 mestinya sudah masuk grup3. Castrol GTX sekarang sepertinya grup2. Castrol GTX 20W50 mestinya mineral.

      Untuk soal kisut, yang GTX termasuk cukup, yang AX7 rasanya terlalu tinggi.

      Kalau segitu mungkin belum waktunya rembes?

      Suka

  2. Saya kurang ngerti tentang spek oli,jadi yg lebih bagus untuk pembersihan kerak itu oli mineral?
    saya pernah baca kalau oli HDEO dikatakan bagus untuk pembersihan kerak,apa itu betul?
    Kalau fastron techno yg ijo itu masuk golongan berapa?
    Terima kasih

    Suka

    • Bukan oli mineral tapi oli grup 1. Menyebut mineral itu rancu.

      HDEO itu memang dirancang untuk membersihkan kerak lebih banyak. Tapi tetap dalam pelarutan tergantung bahan oli yang dipakai. Selama ini belum pernah ada yang membandingkan.

      Fastron hijau sepertinya blending grup 2 dan 3.

      Suka

  3. Apakah Valvoline Champ 4T Extra 10w40 termasuk oli high mileage atau memenuhi ciri-ciri oli high mileage? (My Mio, motor saya sudah berjalan lebih dr 75.0.00 km)

    Suka

  4. Repsol MXR 3 20w50 termasuk oli mineral dan deskripsi dari pabriknya untuk melindungi mesin high mileage. Cuma saya kurang tahu itu oli grup 1 atau 2. Barangkali om pernah mencoba?

    Suka

  5. […] Dari sisi oli dijelaskan dibutuhkan oli yang punya solvency yang bagus, yang pelarutnya bagus. Yang pelarut bagus sudah penulis jelaskan sebelumnya: – Nggak usah perduli kandungan Ca dan Mg deh, percuma! TBN oli tinggi masih bikin kerak, pantas engine flush diharuskan – Pakai mesran karena meditran itu bukan grup 1. Tahu darimana? […]

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.