11 hal yang bikin ragu coba oli Axson yang PAO walau demonya “hebat”


Sudah beberapa kali penulis ditawari untuk pakai oli Axson. Yang bikin istimewa adalah itu oli PAO. Karena penulis butuhnya oli xxW50, maka produk Axson yang sesuai adalah yang sebagai berikut:

Ada Venom, Infinity dan tanpa nama. Di seluruh shopee, cuma ada 4 pilihan itu (bikin ragu #1). Entah mengapa harga sampai beda jauh begitu (bikin ragu #2).

Axson sendiri diproduksi oleh PT Sandimas Persada, http://www.sandimaspersada.co.id.

Informasi Axson disebut sebagai berikut:

Aneh juga tulisannya Axson, tapi gambarnya kok Citgo (bikin ragu #3)?

Di websitenya, ada 3 macam oli 10W50:
Yang infinity ditulis PAO thok:

Yang Venom ditulis PAO+Ester:

Yang RSX ditulis PAO+Ester:

Nggak ada keterangan apa apa, tapi untuk soal shipping dan delivery ada keterangan berikut (bikin ragu #4):

Di website ada tulisan oli kategori full sintetik, yang kemudian hasilnya sebagai berikut (bikin ragu #5):

btw, waktu pertama google, ketemu seperti ini (bikin ragu #6)

Tapi dari keterangan yang ada bisa disimpulkan bahwa ada dua macam oli Axson yang pakai PAO. Yang pertama tanpa ester, yang kedua pakai ester. Hal ini menjelaskan beda harga yang drastis. Sepertinya yang 210 ribu itu tanpa ester, yang 320 ribu itu pakai ester. Jadi kalau mau sip, maka perlu cari yang Venom, yang PAO Ester atau RSX.

Pilihan ada sedikit (bikin ragu #7)

Tapi bisa disimpulkan bahwa kalau mau yang top, maka pilihannya adalah yang harganya 320 ribu. Dibanding PTT Super Bike yang di SDS tercantum 70% PAO, lebih mahal (250 ribu di lapak resmi PTT). Dengan Redline juga lebih mahal (polyolester+PAO, sekitar 265 ribu). Tapi dibanding yang 30% PAO, Motul 300V2 sebanding (yang entah asli atau palsu). Liquimoly 10W50 tidak diperhitungkan karena tidak berani tulis PAO di botol / websitenya. Intinya ini masuk oli mahal (bikin ragu #8).

Oli yang kekentalan 10W-50 tidak tersedia di lapak resmi (bikin ragu #9):

Yang jadi alasan kuat dari mengapa oli ini dibilang hebat adalah dari uji timken yang dilakukannya (bikin ragu #10):

Axson Lube Perkenalkan Produk Sekaligus Edukasi Pentingnya Pelumas Bersama Komunitas

Orang bulenya itu adalah direktur pemasaran Axson Lube.

Tapi asli penulis pingin lihat kalau Axson diadu dengan oli BM-1 (di video nggak ikutan dites). Karena oli BM-1 kan cara pemasarannya pakai cara begitu? Bahkan dulu penulis sering lihat mesin timken di tempat jual oli di hypermarket. Di youtubenya mirip mirip sih:

Versi xxW50 BM-1 90 ribuan di lapak resmi. Sementara yang tersedia di lapak resmi Axson Lube adalah non PAO seharga 190 ribu.

Mungkin Lupromax cocok sebagai pembanding juga:

Tapi maaf, penulis termasuk yang tidak berminat dengan oli yang mengandalkan tes model begituan. Karena di uji tersebut, oli yang ok ok saja dipakai di kendaraan, jadi buruk sekali hasilnya, langsung macet. Padahal dipakai di kendaraan yang nggak sampai macet seperti itu. Sementara oli mereka kelihatan bagus banget.

Sama satu lagi. Sepertinya Axson ini oli lokal. Tidak ada safety datasheetnya (bikin ragu #11). Nggak tahu berapa banyak PAOnya. Tapi lihat ol 20W50nya saja 190 ribu, terus oli PAO (tanpa ester)nya 210 ribu, penulis ragu apa yang 320 ribu itu full PAO. Curiganya itu semi PAO, seperti halnya Amsoil Signature ataupun Motul 300V2. PTT saja yang harga semi sintetiknya kurang dari 100 ribu, full PAOnya 250 ribu.

Maaf kalau mau oli PAO+Ester, penulis lebih mempertimbangkan Ravenol, Redline dan PTT. Rasanya nggak bakalan coba Axson kecuali ada yang mau sponsori. Review apa adanya tentunya.

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.