CO +5 kok jadi makin irit padahal tenaga nambah? AFR motor standar gila gilaan?


Sudah cukup lama setelah motor NMAX penulis diganti setingan COnya menjadi +5. Yang cukup mengejutkan, motor penulis justru terasa lebih irit. Dan memang irit beneran baik dari angka AVG maupun dari rupiah yang dikeluarkan tiap minggunya. Ilustrasi:

Dari konsumsi bahan bakar (geber geber) AVG tiap hari dapat sekitar 36 atau 35 km liter. Sekarang jadi 37 atau 38 km/liter. Dari uji eco riding pun jelas bahwa angkanya tidak lebih buruk dar sebelumnya. Jadi penulis simpulkan kalau dipakai eco riding tidak lebih boros, dipakai seenaknya justru malah lebih irit.

Nah jadi muncul pertanyaan, mengapa kok tenaga nambah, tapi malah makin irit? Apalagi ditambah efek lain, yaitu fuel dilution yang jelas makin berkurang:

Sehingga muncullah kecurigaan terhadap yang desain motor NMAX ini. Apa setelan aslinya itu terlalu irit sehingga motor jadi kena fuel dilution, tenaga kurang maksimal dan agak boros?

Lho kok bisa? Apa insinyur sana nggak bisa nyetel motor?

Bisa saja terjadi walau insinyur sana jago nyetel motor. Yaitu bila mereka menguji motor pakai bensin Jepang dan oli yang dijual di Jepang thok. Penulis bilang begini karena konon bensin Total itu lebih sip daripada pertamax. Apalagi kalau soal oli. Penulis nggak yakin oli buatan lokal kualitasnya sama dengan yang buatan Jepang walau resepnya ngeplek sama persis.

Nah apa yang terjadi bila bensin dan oli beda? Yang pertama adalah kemampuan daya bakar bensin mesti beda. Kemampuan bensin membersihkan kerak yang dihasilkan oleh oli juga beda. Dan ini akan sangat mempengaruhi performa. Dan yang terjadi pada motor penulis itu bisa jadi karena bensin disetel sehingga paling optimal ketika pakai bensin Jepang. Begitu pakai bensin lokal, maka jadi terlalu kering AFRnya.

Penulis curiga bahwa rasio AFR bisa jadi angkanya lebih tinggi dari angka 14,7:1 (anggap saja ini angka idealnya). Apa yang terjadi bila rasio AFR lebih tinggi dari 14,7:1? Jadi boros dan tenaga berkurang:

Entahlah. Yang jelas penulis rencana akan dyno di mesin BRT di Surabaya Performance yang sama menguji AFRnya. Nanti kelihatan apakah setelah CO +5 AFR penulis akan lebih atau kurang dari 14,7:1. Moga moga jadi. Kalau sampai lebih, berarti yang bawaannya memang masalah.

Penulis coba cari dyno NMAX standar, nemunya edan banget, AFR bisa sampai 23,8???
Hasil Dyno Per CVT Daytona +10% di Motor All New Nmax 2020

Dari PCX 160 standar nemu di videonya kobayogas (mesin dyno axis juga). Tapi nggak salah ya? kebaca 16,5???
KECOT! PART 2 DYNO TEST ALL NEW PCX 160 LEBIH TINGGI DARI NMAX DAN AEROX!

Padahal kalau yang modifan bisa berikut ini angkanya:
Yamaha Nmax Bore Up 180CC Sebelum Upgrade Performa Dyno Dulu – Part 3

Apa angka itu angka ideal? Entahlah. Kalau menurut penulis mungkin kita perlu cek angka HC juga. Motor dituning sedemikian rupa sehingga angka HCnya paling minim:

Cuma masalahnya, mesin dyno mana yang pakai mesin dyno yang pakai ngerem dan AFR analyzer yang harganya puluhan juta?

Paling juga mengandalkan O2 sensor. Mesin dynonya juga yang tanpa rem. Bengkel dyno yang penulis lihat pakai rem rasanya cuma yang punya Leon Chandra dari Racetech Performance. Mungkin itu juga yang membuat dia disebut king of injeksi.

btw, angka uji emisi penulis anggap nggak valid karena kan dilakukan pada saat motor berhenti dan rpm idle.

btw, berikut ini menarik karena AFR meter pun bacaannya bisa salah:

Berikut bacaan alt AFR (bukan dari mesin dyno) ketika motor digeber di atas dyno:

2 respons untuk ‘CO +5 kok jadi makin irit padahal tenaga nambah? AFR motor standar gila gilaan?

  1. Btw dynotest dgn motor yg knalpot std agak tricky untuk ketepatan hasil afr nya

    Krn klo knalpot std masih ada sekat2 dan jg catalitic converter , jadi hasil afrnya menurut sy tidak mencerminkan yg sebenarnya…

    Beda kalo pakai knalpot freeflow yg tanpa sekat tanpa catalitic , lebih akurat

    Jadi sebenarnya uji afr atau uji emisi?

    Uji afr cukup pakai mesin dyno yg include narrowband sensor saja cukup

    Suka

    • Nggak paham. Apa maksudnya angka AFR yang ditunjukkan di uji emisi atau mesin dyno (bila keduanya sama sama diambil dari mulut knalpot standar) itu salah? Atau salah satu ada yang lebih benar?

      Harusnya lebih besar atau lebih kecil AFRnya?

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.