Nggak usah perduli kandungan Ca dan Mg deh, percuma! TBN oli tinggi masih bikin kerak, pantas engine flush diharuskan


Selama ini dipercaya bahwa dengan menggunakan oli mobil, terutama HDEO, mesin bisa lebih bersih karena kandungan calcium atau magnesium yang tinggi, yang ditandai oleh TBN yang tinggi. Dengan mesin lebih bersih, jadi lebih aman long drain begitu katanya. Jadi kalau kasih rekomendasi, angka kandungan kalsium dari VOA juga dicantumkan, atau yang dari datasheet. Berikut contoh anjurannya:

Utk longdrain oli ini cukup lah kombinasi detergent menunjukan oli varian baru menuju sn+ dimana Ca nya disubtitue oleh mg, dan tbn juga cukup lah, bisa drain 5000km skb*

Tapi cukup aneh bila ternyata terjadi kejadian seperti berikut:

perhatikan bahwa disebut soal rembes juga! nggak ada beda dengan oli sintetik, pembahasan di bawah

Juga contoh berikut ketika menggunakan oli yang tidak disebutkan mereknya, foto dari bro Achmad Subechi:

Rasanya mustahil bila disebut oli tersebut tidak ada calcium atau magnesiumnya, karena dari datanya bro Asep Subagja, Yamalube pun ada calciumnya:

2. Yamalube 10w40, Jaso MA
~base oil (mineral)
~anty wear
Moly: 4 ppm
Boron: 2 ppm
Zinc: 978 ppm
Phosporus: 767 ppm
Titanium: 0 ppm
~Detergent
Mg: 22 ppm
Ca: 1901 ppm

btw, kita abaikan soal base oil karena penentuan mineral atau full sintetik itu tergantung tulisan di bungkus. Sama sama oli grup 3 bisa ditulis mineral atau sintetik sesuai dengan kebutuhan pasar. Masyarakat inginnya ditulisi full sintetis dan API SN, tinggal dituliskan, karena memang itu terserah yang bikin bungkus olinya.
Pengakuan Oliver Kuhn dari Liqui Moly, debat sintetik vs mineral itu sudah tidak dilakukan expert lagi

Perhatikan di gambar pertama disebut soal rembes, yang merupakan ciri khas kendaraan lama terusan pakai oli grup 3 atau full sintetik, yang sifatnya memang membuat seal kisut:
Kendaraan tua jangan dipaksakan oli full sintetis dong, malah bocor olinya, kenali oli high mileage

UOA oli idemitsu menunjukkan adanya aditif calcium:
Post Your Used Oil Analysis (UOA) Thread

Jelas jelas olinya mengandung cukup banyak calcium, tapi mengapa kok sampai masih menimbulkan kerak?

Ini bikin ingat pengalaman penulis ketika pakai oli Amsoil Signature. Jelas jelas bahwa oli Amsoil Signature itu mengandung Calcium dan Magnesium kalau lihat datasheet yang beredar:
Petroleum Quality Institute of America

Amsoil SS 5w30 new formulation VOA

Tapi oli itu masih tetap bening ketika pemakaian 700 km mengesankan olinya masih baik. DAn begitu ditambah minyak goreng, langsung olinya jadi lebih gelap. Ini tidak berarti olinya jadi rusak, karena suara mesin justru lebih halus. Mesin lebih licin ditandai engine brake yang berkurang.

Menurut penulis ini pertanda bahwa kandungan calcium saja tidak cukup untuk membuat oli jadi bisa membersihkan kerak. Butuh satu faktor lagi. Apa itu?

Petunjuk untuk faktor tersebut bisa kita dapatkan pada definisi dari aditif calcium dan magnesium. Aditif tersebut merupakan detergent, yang didefinisikan sebagai berikut:
Basic Lubrication Design TBN and OXIDATION

Deterjen digunakan untuk membersihkan produk sampingan dari minyak teroksidasi yang terjadi ketika antioksidan tidak dapat menetralkan asam secara efektif, dengan menciptakan reaksi kimia dengan sludge, dan prekursor pernis sehingga menetralisirnya dan membuatnya tetap larut.

Total Base Number tidak mengukur akumulasi produk oksidasi atau antioksidan, melainkan mengukur penipisan deterjen yang ada dalam oli mesin untuk tujuan menetralkan gas asam yang terjadi karena rendahnya kadar antioksidan dalam oli. . Karena deterjen dikonsumsi dalam perannya menetralkan sludge dan pernis, TBN berkurang dari nilai minyak baru aslinya. Pemantauan konsumsi ini memungkinkan seseorang untuk secara proaktif mengisi ulang oli melalui penggantian sebelum perlindungan yang diberikan oleh aditif itu hilang.

Bagian yang penting penulis tebalkan, yaitu fungsi detergen adalah untuk membuat sludge bisa larut. Larut adalah faktor yang penulis maksud.

Harus diketahui bahwa kemampuan pelarutan dari bahan oli itu beda beda. Kemampuan pelarutan itu bahasa Inggrisnya adalah solvency. Bagaimana hubungan antara bahan oli dengan solvencynya? berikut rangkumannya:

Yang mempunyai pelarutan bagus adalah grup 1 dan Naphtenics. Mengapa bisa begitu? Zat yang membuat oli itu mempunyai pelarut yang baik adalah aromatic dan naphtenic.

Sementara itu bahan oli mempunyai kandungan yang berbeda beda. Digambarkan sebagai berikut:

Contoh campurannya:

Intinya karena kandungan napthenic dan aromatic pada oli grup 3 itu tidak ada, maka kemampuan pelarutan dari oli grup 3 paling buruk. Dan sebaliknya, keberadaan aromatic dan naphtenic pada oli grup 1 membuatnya punya pelarutan paling baik:

Tentu PAO dan ester pakai aturan yang berbeda. Ester ditambahkan ke oli full sintetis selain untuk memperbaiki kompatibilitas terhadap seal:

Juga untuk memperbaiki kemampuan pelarutan dari oli full sintetik juga, seperti kata mobil 1 berikut ini:

Jadi penulis simpulkan bahwa untuk bisa melarutkan kerak itu tidak butuh hanya aditif yang bikin kerak jadi bisa larut. Dibutuhkan juga kemampuan pelarutan olinya yang bagus. Kalau kemampuan pelarutan oli tidak bagus, sama saja, kerak bakal tetap mengendap di mesin.

Bahan oli yang mempunyai pelarutan yang tinggi adalah oli grup 1, ester dan minyak goreng. Jadi yang full sintetik belum tentu bagus.

Sebenarnya sih di API SN sudah ada persyaratan seputar pembentukan sludge pada mesin:

Jadi harusnya oli yang API SN itu tidak bakal menimbulkan kerak. Tapi orang itu mudah kemakan iklan, dipikir dengan ada tulisan API SN dibungkusnya, maka pasti beneran sudah diuji. Padahal sebenarnya tidak.

Diasumsi bahwa oli terbaik itu yang full sintetik (padahal beresiko mesin rembes). Dipercaya oli full sintetik bisa mencegah kerak (padahal aslinya mineral juga). Dipercaya TBN tinggi bisa bikin mesin bersih (padahal hanya valid kalau daya larut oli juga tinggi). Dipercaya kalau sudah ada tulisan API SN oli pasti baik (padahal harusnya ada logonya).

Menurut penulis, salah asumsi seperti itu yang akhirnya bikin muncul kewajiban untuk melakukan engine flush. Dianggap bahwa oli yang terbaik (menurut mereka) itu memang wajib pakai engine flush. Padahal sebenarnya kalau olinya punya daya pelarut yang juga bagus, tidak akan perlu engine flush.

Bisa jadi ada pabrikan mobil yang berpendapat begitu juga sehingga mereka pun produksi engine flush juga.

Yang pakai oli grup 2 masih untung dalam hal ini. Walau nggak sebaik oli grup 1, tapi minim masih punya pelarutan lebih baik dari grup 3.

30 respons untuk ‘Nggak usah perduli kandungan Ca dan Mg deh, percuma! TBN oli tinggi masih bikin kerak, pantas engine flush diharuskan

  1. Penjelasan yg bagus dan dapat menambah wawasan.
    Kalau begitu Apakah Castrol gtx 15w-50 Mineral SM yg masuk kategori oli group 2 perlu di bimolikan untuk menambah daya larut terhadap sludge.?

    Suka

    • Yang saya ceritakan di sini itu adalah pakai oli full sintetik bakal bikin mesin berkerak walau ganti olinya nggak pernah telat.

      Apa si Boen berani klaim bahwa pakai oli Yamalube Supermatic tanpa telat ganti oli bakal bebas kerak?

      Suka

  2. Maaf Pak Penulis, apa ada perbedaan antara oli grup 3 dan grup 3+ dalam kemampuan pelarutan? Dan untuk menambah daya larut, selain pakai minyak goreng bisa juga pakai ester ya?

    Suka

    • Di teorinya, grup 3 masih ada Naphtenicnya, artinya punya pelarutan lebih baik dari grup 3+.

      Prakteknya tentu cuma bisa tebak.

      Iya, untuk menambah daya larut, bisa pakai ester. Mannol ester eceran termurah 22 ribu dapat 50 ml. Kalau kapasitas 1 liter, butuhnya 100 ml, sekitar 44 ribu.

      Suka

      • Terimakasih untuk penjelasannya Pak. Oh iya, saya pernah baca² kalau ester itu tidak bisa long drain, apa benar begitu? Berarti oli yang sudah dicampur ester (misalnya mannol) masa pakainya akan berkurang? Apa sifat ‘tidak long drain’ ini ada juga di minyak goreng? Maaf sebelumnya kalau terlalu banyak pertanyaan 😁🙏

        Suka

        • silahkan

          menurut saya tidak banyak berpengaruh karena pastinya kan pabrikan akan berusaha mengatasi kelemahan bahan oli. pabrikan terkenal pun pakai ester. Lucu kalau berusaha menghindari. Apa ya pakai ravenol dan mobil 1 harus lebih pendek masa pakainya daripada pakai SPX2?

          Dari pengalaman, justru pakai minyak goreng jadi lebih long drain olinya.

          Suka

  3. Saya pakai juga Idemitsu yang dikasus itu, ganti sama per 6000-7000km, sudah 5x ganti. Tadinya pakai Q8 dan Total 9000, kalau rembes mah biasanya dari seal. Tapi so far ga masalah sama Idemitsu-nya

    Suka

  4. Kalo untuk matik sekarang saya kasih evalube super transco soalnya oli diesel paling murah yaitu 40.000an di online. Oh ya mau tanya kalau ganti shock belakang old aerox 155 yang empuk (bukan untuk kebut-kebutan)pakai merek apa ?

    Suka

    • ok. Kalau mau empuk dan terjangkau, suspensi DBS menurut saya paling cocok. Tinggal ditambah sport dumper bakal pas kerasnya. mulai dari 285 ribu sepasang. Atau kalau mau gaya bisa yang 8844.

      Suka

  5. Wah jadi bingung kalo dah bedah spesifikasi oli secara detail, sy ada beberapa pertanyaan nih mas motor istri sy fino grande th 2021 sy pakai oli motul 3000 plus 15w50 apakah itu nantinya akan menimbulkan lumpur dlm pemakaian lama.? Sedangkan kalo dilihat data sheet nya oli motul 3000plus 15w50 nilai TBN nya hanya sekitarn 4 koma, kalah jauh dengan oli yg dipakai motor harian sy beat fi 2014 pakai top 1 action matic 10w40 nilai TBN nya 6.0 kira kira mana yg lebih bsgus mas..? ( maaf panjang pertanyaan nya)

    Suka

    • Sebenarnya untuk motor TBNnya memang kecil kecil. Kalau ragu buat lumpur atau tidak maka diintip dan disinari saja lubang di bukaan oli atasnya. Kalau bersih warna aluminium, maka kemungkinan dalaman kemungkinan bersih juga.

      Top1 dan motul 3000 sendiri saya anggap oli jelek, kalah dengan mesran. Kalau harus motul maka sebaiknya motul multi power atau yang 3100.

      top1 kurang yakin bahan olinya. merek lokal yang nggak punya blending sendiri padahal pernah jadi yang terlaris.

      Suka

  6. Mas apakah oli motul 3000plus 15w50 yg masuk kategori oli mineral nantinya akan menimbulkan kerak dan lumpur dlm jangka waktu pemakaian yang lama kalo digunakan di motor matic karena spesifikasi nya JASO MA2…?

    Suka

    • Menurut saya 3000 plus itu oli grup 2. soal kerak lumpur mungkin tidak separah yang grup 3. sebenarnya munculnya jaso itu alasan cuma 2. Satu olinya mobil terlalu encer, yang kedua banyak yang bikin selip kopling. Jadi kalau pakai yang kekentalan cukup dan motornya matik, aman pakai oli mobil.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.