Drain Valvoline Champ, impresi pertama Bardahl Moto 4 Plus 20W50


Akhirnya penulis memutuskan untuk melakukan drain oli Valvoline Champ 20W50 setelah pemakaian 750 km. Penulis ganti dengan Bardahl Moto 4 Plus 20W50, API SJ, nggak ada JASOnya:

Penulis memutuskan mengakhiri pemakaian Valvoline Champ karena terpaksa. Karena ternyata akhirnya olinya menyerah juga. Penulis merasakan oli seperti menghambat bahkan dari putaran mesin rendah. Ciri yang sama ketika penulis memutuskan untuk mengakhiri pemakaian fastron techno 15W50 + Tropical di Suzuki Nex II setelah pemakaian lebih dari 8 ribu km. Cuma yang ini ketika sedikit lebih dari 750 km di NMAX old.

Hambatan terasa tidak hanya di rpm rendah saja, di rpm tinggi juga terasa. Akselerasi pun jadi nggak sip lagi, termasuk juga waktu 0-100 kpjnya. Sepertinya daya licin oli sudah hilang. Jadi memang kemampuan oli Valvoline Champ masih kalah dari Mesran Super. Mungkin setara Enduro Racing, kalah dari Prima XP, lebih mending daripada Deltalube Adventure.

Yang jadi kelemahan utama dari oli Valvoline Champ terutama shear stability. Karena bahkan dipakai pelan pun bisa menjadi makin lama makin kasar suara mesinnya. Namun suara saat awalan cukup halus, setara dengan oli yang penulis anggap grup 2 juga. Lebih mending daripada Deltalube Adventure. Sekelas Enduro Racing.

Penulis rencananya sih nggak bakalan pakai Valvoline lagi, tapi terlanjur beli Valvoline XLD. Ya semoga saja beda karakteristiknya karena yang ini versi long drain.

Penulis drain lalu isi dengan Bardahl.

Oli Bardahl ternyata ada website resminya di Indonesia, dengan klaim sebagai berikut:
Bardahl Moto 4-Plus

  • Resistensi yang sangat baik untuk kerusakan yang terkait dengan panas karena suhu tinggi.
  • Kandungan anti-sludge properti yang sangat baik.
  • Memperpanjang usia mesin.
  • Stabilitas multi-grade yang sangat baik dalam pengunaan.
  • Kebersihan mesin yang luar biasa.
  • Kinerja terbaik pada kondisi semua suhu.
  • Lapisan film oil untuk melindungi terhadap karat, korosi, keausan dan deposit.

Ada PDS dan SDSnya juga. Yang menarik adalah TBN = 4,4 dan HTHS 4,7. Dari MSDS, kandungannya adalah dari distilasi minyak bumi

Petroleum distillates
64741-88-4, 64741-89-5, 64742-01-4,64742-54-7, 64742-65-0, 64742-94-5
80 – 85

Proprietary ingredients
25038-36-2,68648-42-3,63449-39-8
5 – 20

Zinc or zinc compounds
68649-42-3
0-2

Dari keterangan berikut, bisa disimpulkan bahwa bahannya bukan dari grup 1:

Together with advanced quality base stocks of excellent oxidation and thermal stability

Yang disebut itu bukan merupakan sifat oli grup 1, tapi grup 2 atau 3.

Yang agak beda dari oli lain adalah fullerene:

BARDAHL C60 FULLEREN TECHNOLOGY Molekul fullerene adalah struktur yang sangat simetris dan bulat. Molekul-molekul ini mengurangi gesekan dan keausan pada mesin dengan menciptakan lapisan pelindung “bantalan bola nano” pada permukaan mesin dan mencegah kontak langsung permukaan-ke-permukaan.

Dan anti buih:

Agen anti-busa khusus dimasukkan untuk mengontrol dan mengurangi buih dan masuknya udara pada putaran mesin tinggi. Ini sangat penting dalam mesin kecepatan tinggi yang dapat mencapai hingga 12.000 rpm.

Bagaimana rasanya?

Impresi dari penulis pakai pertama oli Bardahl adalah lebih licin dan lebih lega. Awalnya berpikir ini karena oli Valvolinennya terlalu menghambat. Tapi ternyata tidak. Karena setelah penulis pakai siang siang, terasa sekali bahwa oli ini licin. Saking licinnya penulis sampai berpikir bahwa oli ini terlalu encer. Namun ternyata tidak. Walau licin, suara mesin masih tetap halus. Dipakai kencang motor juga terasa tidak terhambat. Jadi penulis berpikir bahwa sepertinya aditif fullerene bisa dirasakan manfaatnya.

Perlu diingat bahwa di pemakaian ini, penulis tidak pakai minyak goreng sama sekali. Kapasitas oli yang masuk mesin sekitar 950 ml. Entah mengapa bisa isi banyak.

Soal leganya mesin penulis masih belum bisa bilang banyak karena saat ini masih pakai bensin pertamax yang sudah dicampuri Honda Engine Cleaner made in Jepang. Akselerasi motor berkurang cukup banyak. Perlu menunggu sampai penulis isi bensin lagi. Cuma dari impresi awal, ketika setelah Bardahl, CO +5 nya jadi terasa lagi. Performa bisa naik.

Cuma penulis merasa sayang karena dari shear stability oli ini masih kalah dari mesran super atau fastron techno 15W50. Cukup wajar sih karena harga oli termasuk murah untuk merek impor. Jelas lebih baik dari Valvoline champ karena tadi sempat jalan kalem kalem suara mesin bisa halus terus. Semacam dengan ketika pakai Prima XP.

Tapi ini masih impresi awal, penulis akan cek kondisi selanjutnya bagaimana.

update:
Valvoline Champ 20W50 penulis beli online di lapaknya valvoline seharga 49.500 rupiah. Bardahl Moto 4 Plus dibeli seharga 50 ribu di lapaknya dvbgarage. Keduanya pas lagi promo gratis ongkos kirim, biaya 4 ribu.

8 respons untuk ‘Drain Valvoline Champ, impresi pertama Bardahl Moto 4 Plus 20W50

  1. Informasi tetaplah informasi; dan kita hidup di era informasi, tenggelam dlm lautan informasi
    Informasi di atas berdasarkan pd pengalaman penulis menggunakan oli Valvoline Champ 20w-50 di mesin motor penulis dgn kondisi mesin motor penulis. Anyway, matur suwun informasinya.

    Suka

  2. Klo klaimnya bilang “Kebersihan mesin yang luar biasa”, berarti kan harusnya ga usah pake aditif apa2 ya pak?
    Btw ga pake blueband pak?

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.