Kesimpulan akhir penelitian aditif bensin Eco Racing bro Andri Eldana, habis ratusan juta!!!


Setelah lama tidak ada kabar, akhirnya bro Andri Eldana merilis hasil uji coba aditif eco racing. Yang tidak disangka adalah ternyata biaya penelitian ini sangat tinggi sekali, katanya bisa beli mobil kelas mewah juga!
https://www.facebook.com/lighty.ilusia/posts/4274425365926368

Yang bikin mahal adalah karena semua komponen mesin diganti total sebelum melakukan masing masing pengujian, masing masing sekitar 40 jutaan. Juga ada penggantian komponen ketika ada masalah.

Hasil yang dipublikasikan hanya uji irit saja. Tapi dilakukan 200 kali, 100 tanpa, 100 dengan eco racing, yang masing masing adalah 1,5 jam! Uji akselerasi disebut dilakukan 200 kali juga. Uji dyno cuma dilakukan beberapa kali karena tempat uji jauh.

Bensin katanya habis 20 juta. Oli mesin pakai Elf Vent Vert. Ganti oli tiap 5 ribu km. Dengan total jarak tempuh 40-60 ribu km.

Kesimpulan bro Andri Eldana:
https://www.facebook.com/lighty.ilusia/posts/4285659444802960

Kesimpulan :
Selain tidak menambah tenaga pada mesin, pil eco racing pun gagal membuktikan claim dari pembuatnya untuk membuat mesin lebih irit, dan bersih, pada kenyataannya fuel line banyak yg rusak bahkan bila digunakan jangka panjang, akan lebih banyak dampak negatifnya
dengan tambahan data ini, maka SELURUH CLAIM pihak PT BEST dalam produk Eco Racing adalah SALAH!

Berikut videonya:

Dari hasil uji bro Andri Eldana ini ter;ohat dari sisi irit borosnya adalah 11:12 alias nggak beda jauh. Bahkan sempat lebih baik saat di awal awal katanya. Tapi yang lebih perlu diperhatikan adalah ternyata fuel line sempat mengalami problem ketika uji coba:

Yg test akselerasi juga ada cuma gabisa dibuka ke publik karna mrepet mrepet ke hukum. Disana ada kerusakan fuel line sampe 3x. Jadi total kerusakan fuel line sebetulnya 4x

Disebutkan bahwa saat terjadi kerusakan fuel line, maka yang diganti adalah filter, pompa, selangnya dan injectornya. Biaya sekitar 3-4 juta, total 20 jutaan untuk ganti saja.

Problem ini membuat angka konsumsi bahan bakar jatuh parah:

Mengapa hasil bisa 11:12 atau bahkan meningkat pada saat awal awal? Menurut penulis ini terjadi karena bro Andri Eldana melakukan pengujiannya dengan menjalankan motor di rpm rendah, di 3000 rpm. Dari pengalaman penulis mencoba aditif Cleanoz dan PRF Turbo, jalan di rpm rendah itu justru yang jadi keunggulan dari aditif minyak atsiri.

Aditif minyak atsiri sepertinya membuat pelapis pada piston atau lapisan yang sulit terbakar:

Lapisan ini membuat mesin menjadi lebih “bersih”. Sepertinya juga mengurangi gejala berasap, mengurangi fuel dilution dan meningkatkan kompresi selama motornya dijalankan di rpm rendah terus. Ini membuat motor bisa lebih irit ketika dijalankan di rpm rendah. Di motor penulis, ini terjadi di kecepatan 20-40 km/jam. Normalnya, motor paling ekonomis jalan di kecepatan 40-50 km/jam.

Tapi lapisan pada piston ini juga membuat mesin menjadi makin tidak bertenaga di rpm atas. Makin digeber makin tidak ada tenaganya. Dan hasil ini terlihat pada penelitian yang disertakan oleh bro Andri Eldana. Link penelitian diberikan, tapi sayangnya dilarikan ke google drive. Padahal ada link aslinya juga. Berikut link asli untuk penelitiannya:
http://repository.unmuhjember.ac.id/7740/10/j.%20JURNAL.pdf
http://lib.unnes.ac.id/41045/1/5202416007.pdf
https://eprints.akprind.ac.id/106/1/skripsi%20full.pdf

Yang dipakai bro Andri Eldana cuma satu sih (2 gambar pertama berikut ini). Yang lain ikutan nemu. Uniknya ketiga penelitian tersebut memberikan hasil yang sama yaitu eco racing membuat tenaga rpm atas jadi berkurang:

Terlihat pada penelitian tersebut bahwa tenaga di rpm bawah meningkat, tenaga di rpm atas berkurang. Hasil ini sama dengan hasil dynonya cleanoz dan PRF Turbo:
Dyno postingan Cleanoz ternyata sesuai feeling waktu coba di NMAX, nggak ngefek di atas

Bro Andri Eldana memberikan konfirmasi soal lapisan di piston ini juga:

Untuk resido di cylinder blok juga ada tapi dibawah 10,000 km belum menyebabkan kerusakan yang cukup berarti,

Mungkin tidak menimbulkan kerusakan, tapi pastinya bakal mempengaruhi pembakaran.

Entah apakah sebenarnya aditif minyak atsiri begitu semua atau tidak. Tapi menarik karena sama.

Menariknya, rupanya publikasi penelitian ini menimbulkan reaksi perubahan penamaan dari perusahaan eco racing:

Penulis sudah pernah coba eco racing (di Suzuki Spin), tapi saat itu tidak membedakan tarikan bawah dan atas. Yang kerasa itu tenaga ngedrop parah baik ketika pakai premium, pertalite atau pun pertamax.

versi video:

Eco racing jelas tidak pantas direkomendasikan. Produk perusahaannya juga perlu dicurigai, minim dari harganya .

5 respons untuk ‘Kesimpulan akhir penelitian aditif bensin Eco Racing bro Andri Eldana, habis ratusan juta!!!

  1. berarti sebenarnya aditif tsb hylah sebuah rekayasa marketing yg jago ngomong agar hasil negatif bs dikatakan ma marketing positif dgn pembuktian yg dibrikan sebenarnya pakai aditif dr merk lain tp diakui ECO Racing 😁inilah kita sebagai biker hrs lbh smart penggunaan uang agar tdk sia sia uang tsb dipakai, kalau bgt drpd beli yg begituan lbh baik variasi kendaraan aja ya lbh look banget sperti baut probolt gt yg satu pcs nya aja dah lmyn harganya

    Suka

  2. Secara logika aja udah gak masuk akal.
    Dr bbrp rekan yg promosi eco rcing ke ane, kelihatan kok mereka pada dasarnya kurang mengerti mesin, prinsip oktan aja pd gak paham

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.