Marc dituding memberikan pendidikan jelek ke pembalap lain, harusnya aksi Marc tidak dipuji


Asli penulis tidak menyangka bahwa nama Marc Marquez ikutan muncul di kasus meninggalnya Dean Berta Vinales, kerabat dari Maverick Vinales.
https://twitter.com/crash_motogp/status/1441753949346754570

Detil kejadiannya sendiri sulit dicari. Tapi dengar dengar, kecelakaan dialami karena adanya benturan dari pembalap lain saat ia crash.

Marc disalahkan pada postingan Michel Fabrizio karena dianggap telah memberikan contoh manuver balapan yang buruk pada pembalap generasi muda
https://www.instagram.com/p/CUQsUEDoDkl/

Dikutip sebagai berikut oleh GPONE:
Fabrizio: “I refuse to race out of respect for human lives”

Michel, setelah tragedi Vinales: “Saya mengundurkan diri dari balapan sebagai protes. FIM menyukai bisnis. Pembalap muda ingin meniru Marquez dan mempertaruhkan segalanya.”

Berikutnya, Michel Fabrizio memberikan klarifikasi bahwa meniru Marc tanpa skill yang cukup akan berbahaya:Michel Fabrizio: “Dangerous for young guys to race in the world championship without preparation”

Apa yang terjadi di Jerez adalah subjek utama obrolan yang ingin dibicarakan Fabrizio untuk menegaskan kembali konsepnya dan membuat beberapa klarifikasi: "Saya sama sekali tidak ingin menyerang Marquez dengan siaran pers dari Sabtu lalu – kenangnya – apa yang saya inginkan katakan adalah bahwa Marc adalah idola anak-anak hari ini, seperti Doohan bagi saya saat itu, dan mereka ingin menirunya di trek tanpa persiapan apa pun. Semua ini berbahaya "
Mengenai hal ini, Fabrizio kemudian mengajukan beberapa usulan: “Kami membutuhkan lisensi poin, tetapi di atas semua itu kami membutuhkan aturan yang dihormati dan tindakan yang diambil jika dilanggar. Sebelum Anda hanya masuk ke Kejuaraan Dunia setelah mendemonstrasikannya, sekarang koper berisi uang tunai yang Anda bawa lebih berharga. Kami tidak dapat memiliki grid 40 pebalap dan pebalap yang tidak dikenai sanksi setelah mereka melakukan kesalahan ”.
 “,

Pembalap MotoGP sendiri menganggap bahwa hal ini terjadi karena pembalap muda kurang matang. Disebut Jack Miller bahwa ini sudah kali ketiga pembalap muda meninggal dalam 6 bulan terakhir. Yang sering jadi bahasan adalah pembalap di kelas awal awal itu terlalu muda. Entah apanya yang terlalu muda. Pola pikir, mentalitas ataukah kemampuannya? Pol Espargaro menganggap motornya terlalu lambat dan terlalu mudah dikendarai sehingga jarak antar pembalap menjadi terlalu rapat. Hal yang juga disetujui oleh Alex Rins.

Jurnalis Paolo Scalera juga punya pendapat yang sama. Disebut seharusnya pembalap pemula itu diberi motor yang sulit, maca motor 2 tak. Minim jangan yang merek sama, ban nya sama, mesinnya sama, dst.
Mari kita ubah aturan sepeda motor yang dirancang hanya untuk pamer

Dari FIM sendiri punya tiga ide:
Kurangi Kecelakaan, Dorna Sports dan FIM Jajaki Tiga Ide

1. Dorna dan FIM berniat menaikkan usia minimal pembalap menjadi 17 tahun dari asalnya 15 menjadi 16 tahun
2. jumlah pembalap per grid dibatasi
3. Rencananya, dashboard motor para pembalap akan ditambahkan semacam lampu sinyal yang otomatis akan menyala saat ada kecelakaan sehingga pembalap bisa langsung mematikan motor.

Entah apa bedanya dari yang umur 17 dengan yang umur 14 atau 15. Dan menurut penulis, kalau ada rider muda yang meniru manuver Marc Marquez, pembatasan grid ataupun bikin motor otomatis mati ketika ada yang crash itu tidak akan membantu. Karena tahu sendiri bahwa ketika Marc melakukan manuver, yang terlibat ya cuma Marc dan pembalap lainnya. Mesin mati sendiri ketika ada yang crash pun bisa jadi tidak berguna ketika pembalap yang kena manuver sudah kadung crash.

Rasanya solusi yang lebih tepat untuk mencegah hal ini (bila memang kejadiannya adalah para rider pemula meniru kelakuan buruk Marc) adalah memberi pelatihan atau sekolah balap khusus bagi pembalap pemula yang isinya adalah untuk melakukan manuver menghindari manuver keji ala yang dilakukan Marc, aksi save bila ada penjiplak Marc. Ini yang perlu dilakukan Dorna bila Dorna ingin Marc untuk terus mempertahankan manuver kejinya.

Bila tidak begitu, maka seluruh mata dunia akan melihat bagaimana sebenarnya manuver Marc di balapan berikutnya. Karena tentunya kalau mau lihat balapan berikutnya nggak gratis. Begitu Marc melakukan manuver kejinya lagi, maka ia akan dapat sorotan. Tentu lebij ekstrem reaksi publik saat itu.

Tapi rasanya sulit untuk bisa bikin bahan yang diajarkan, karena Aleix Espargaro atau Johann Zarco saja sulit untuk bisa menghindari kekejian Marc. Rossi saja gagal. Mungkin cuma Jack Miller yang pantas jadi gurunya. Dengan pembalap lain Jack Miller itu nyantai. Tapi kalau Marc melakukan manuver keji, reaksi Jack Miller patut diacungi jempol.

Berikut kekejian Marc yang terakhir:

Apa pembalap pemula bisa diajari untuk bereaksi seperti Aleix?

Aksi yang dilakukan Marc tersebut sama sekali tidak membantunya memenangkang balapan. Jadi mungkin perlu dibedakan dari misalnya sikap keji dari seorang Ayrton Senna:

Ayrton Senna: Breaking Down Icon’s Standing in F1 History

Dia kontroversial, tapi itu karena dia kejam. Karakteristik itulah yang mendefinisikannya sebagai pembalap yang luar biasa, bagian dari paket yang telah kami hormati. Keindahan dan kecemerlangan Senna—dari karakternya, kemampuannya, dan karakternya—adalah bahwa warisannya dibiarkan dilihat secara independen tergantung pada apa yang dianggap paling berharga oleh para penggemar.

Menurut penulis Marc tidak bisa dibilang seperti Senna, karena kekejian Marc kadang tidak ada hubungan dengan usaha untuk menang tapi lebih sebagai usaha balas dendam.

Sebenarnya sih berlebihan juga bila dianggap semua orang bakal meniru kelakuan buruk Marc Marquez. Sebenarnya ada cara lain yang lebih efektif, yaitu dengan memberi edukasi kepada pemirsa bahwa apa yang dilakukan oleh Marc Marquez itu adalah hal yang tidak baik. Bukan malah dipuji puji.

Dengan melabeli aksi Marc sebagai perbuatan buruk, maka yang mau meniru juga akan merasa bahwa perbuatan tersebut tidak sportif. Sehingga yang mau menirunya juga pikir pikir.

Namun sayangnya, sepertinya Dorna terkesan melindungi dan membiarkan Marc melakukan aksi buruk tersebut. Aksi Marc termasuk hina di ajang yang lain. Beberapa malah ada aturan khusus yang melarangnya.

btw, soal pembelaan Quartararo, perasaan Quartararo termasuk yang nggak pernah jadi korban dari manuver Marc ya?

2 respons untuk ‘Marc dituding memberikan pendidikan jelek ke pembalap lain, harusnya aksi Marc tidak dipuji

  1. Orang normal ngeliat gaya sradak sruduk marc udah jelas gak simpati bahkan cenderung menghujat.
    nah masalahnya ada bbrp type orang yang gak masalah sama gaya si marc, yaitu fans marc sendiri, dan FBH yg belain gegara motor nya sama merk dg tunggangannya mm93.
    nanti misalnya mm ganti naek ducati trus masih seruntulan, golongan yang kedua ini akan ikut menghujat gaya celeng srudak sruduk.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.