Mengapa yang rekomendasi pakai oli full sintetik pasti mengharuskan juga engine flush?


Yang bikin penulis pingin bikin artikel ini adalah gambar berikut:

Itu adalah dalaman mesin mobil penulis yang pakai oli Fastron Techno 15W50 + 5% tropical. Pakai oli mineral tapi bisa sebersih itu. Dan ini jadi jawaban juga untuk mereka yang masih suka pakai engine flush. Nggak perlu engine flush pun dalaman mesin bisa bersih.

Dan beberapa kali ada yang menyebut harus coba pakai engine flush dulu sebelum bilang bahwa engine flush tidak ada gunanya. Tapi bila dalaman mesin penulis seperti itu, apa lagi yang harus dibersihkan?

Sebenarnya yang bertugas membersihkan mesin itu adalah oli. Dan sepertinya, yang merasa engine flush itu wajib tidak sadar bahwa oli yang mereka anggap terbaik itu ternyata aslinya buruk. Coba bandingkan dengan dalaman mesin yang dianggap bersih sebagai berikut:

Entah olinya apa, tapi jelas terlihat perbedaan kemampuan pembersihan dari oli.

Padahal mobil penulis pakai oli mineral, tapi jelas mesin masih bersih. Padahal selama ini penulis tidak pernah melakukan engine flush.

Hal ini juga menjawab keraguan banyak orang yang selalu mengklaim bahwa oli mineral itu bisa menyebabkan mesin jadi berkerak. Asumsi bahwa oli full sintetik itu bisa membersihkan lebih baik.

Padahal sebenarnya oli mineral yang mereka tuduh bikin kerak itu sebenarnya bahannya bisa jadi 100% sama dengan oli full sintetik yang mereka bangga banggakan. Jadi mereka meremehkan oli mineral yang mereka sebut biang kerak mesin, padahal oli yang mereka pakai juga sama sama biang kerak mesin.

Dan ketika mereka akhirnya menjumpai bahwa oli full sintetik mereka ternyata masih banyak keraknya, mereka akhirnya menganggap bahwa kerak itu merupakan sesuatu yang normal untuk mesin “modern”. Sehingga akhirnya solusi mereka adalah engine flush, karena oli yang mereka anggap terbaik pun ternyata masih ada keraknya. Dan mereka pun masih berasumsi bahwa kalau pakai oli mineral pasti bakal lebih parah.

Padahal sebenarnya sama saja karena baik oli mineral ataupun oli full sintetik acuan mereka sama sama oli grup III+.

Sudah jadi kebiasaan bahwa orang cari oli itu mencoba cari yang terbaik. Mereka lalu berasumsi bahwa oli terbaik itu pasti yang harganya paling mahal. Jadi mereka pun cari yang harganya paling mahal.

Dulu, oli mahal itu PAO + Ester. Tapi seiring perkembangan jaman, keduanya jadi makin langka dan makin sangat amat mahal. Sehingga belakangan, yang asalnya oli PAO jadi diganti dengan grup 3+, yang asalnya dicampuri ester jadi dicampuri oleh grup II. Sehingga sekarang mau oli agak mahal dan amat mahal pun sama sama bahannya dari oli grup 3+, terutama untuk merek lokal atau Jepang yang mengaku full sintetik.

Jadinya sekarang orang beli oli mahal dapatnya cuma oli mineral.

Yang jadi masalah adalah ketika dari pabriknya tidak merubah klaimnya walau bahan sudah berubah. Padahal kelemahan oli grup 3+ dibanding PAO adalah shear stability yang lebih buruk. Hal ini diperparah dengan kebiasaan konsumen mencari oli VI tinggi yang akhirnya dituruti pabrikan yang membuat shear stability oli menjadi makin buruk. Diperparah dengan penjerumusan pabrikan sehingga konsumen menggunakan oli yang lebih encer dari yang dbutuhkan kendaraan. Diperparah oleh sifat alami dari oli grup 3+ yang film strengthnya jelek. Diperparah oleh ketakutan (tidak masuk) konsumen terhadap bahan oli ester. Hasil akhirnya membuat oli menjadi cepat rusak.

Karena oli cepat rusak dan konsumen tidak peka terhadap kerusakan oli, menjadi hal yang wajar ketika mesin menjadi mudah berkerak. Menjadi hal yang wajar ketika akhirnya mereka menjadi sangat bergantung pada engine flush. Karena mereka berpikir bahwa semua oli pasti bikin kerak.

Dan yang bikin makin kacau lagi, mereka juga anti pakai oli yang sebenarnya bisa memberi solusi kepada mereka, yaitu oli dengan bahan grup 1 atau dengan campuran ester.

Mungkin ini juga alasan mengapa penggunaan minyak goreng mendapat tentangan sangat keras di grup oli yang ngakunya punya tujuan oli bisa long drain. Karena minyak goreng bisa membuat oli lebih awet, lebih licin dan mesin lebih bersih.

23 respons untuk ‘Mengapa yang rekomendasi pakai oli full sintetik pasti mengharuskan juga engine flush?

  1. Ini saya coba memberanikan diri coba2 federal 20w50 campur bimoli 20% pd beat karbu.. deg2an sih
    Rasa2nya sih mmg halus trus engine brake serasa berkurang.. apa perasaan saya aja ya Pak?

    Suka

  2. Apakah memakai visco 15w-50 suara mesin lebih halus.?
    Kalau tidak salah pabrikan mobil yg mas gunakan mengharuskan penggunaan oli dgn visco 5w-30…

    Disukai oleh 1 orang

    • Ada yang malah mengharuskan 0W20 juga malah. Suara lebih halusnya lebih karena pakai minyak goreng. Soal ringan masih tetap ringan sih. Kalau keluar kota bisa mudah mengikut inova / jazz.

      Suka

    • Menurut saya lebih baik mesran super. Prima xp atau fastron diesel menurut saya adalah grup 2. Pelarutannya kalah sama mesran. Oli diesel cuma lebih unggul dari kandungan aditif saja.

      Disukai oleh 1 orang

  3. Pak oli repsol 20w50 itu masuk grup brapa?
    Gmn dengan migor Kuncimas 3x penyaringan,apakah bagus utk campuran oli mesin?

    Suka

  4. Penulis menulis oli Fastron Techno 15W50 sebagai oli mineral….
    Klaim pabrikan, “FASTRON TECHNO SAE 15W-50 is high quality gasoline engine oil formulated from synthetic base oil and high quality additives…”

    Suka

    • Memang tulisannya seperti itu, tapi perhatikan bahwa pertamina nggak berani tulis PAO di bungkusnya. Dan oli pertamina yang PAO beneran, Fastron Fully Synthetic, sekarang sudah tidak diproduksi.

      Contoh lain saja, misal “MOTUL 300V FACTORY LINE ROAD 4T. 100% Synthetic racing motor oil.” Bila dilihat SDSnya, kita bisa lihat ada hydrotreated dicantumkan. Hydrotreated itu sebutan untuk oli grup 2.

      Padahal oli harga 400 ribuan per liter yang ngaku 100% synthetic saja ternyata ada hydrotreatednya, apalagi yang di bawah 100 ribu?

      Suka

  5. tidak ada masalah beat di kasih 20w-50. kalau bisa Mesran super + migor dengan komposisi 80%oli+20%migor , atau 90%oli+10%migor. kalau takut pakai 20w-50, bisa dicoba 10w-40 atau 15w-40.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.