Suspensi standar harus di break in dulu baru bisa enak? Sudah ketipu itu


Mungkin pembaca pernah mendengar / membaca komentar seperti ini soal suspensinya motor yang baru?

Nggak penting itu postingan di mana karena sama saja, mau yang PCX 160 ataupun NMAX new, pasti ada saja yang bilang begitu. Mereka menganggap bahwa yang seperti itu merupakan pertanda bahwa suspensi bawaan motor itu perlu melalui proses break in atau inreyen sebelum bisa enak.

Menurut penulis pendapat itu salah.

Tapi penulis tidak membantah apa yang mereka rasakan. Menurut penulis apa yang mereka rasakan memang benar. Yang penulis tidak setuju adalah kesimpulannya.

Kita balik ke basic dulu. Pembahasan tersebut biasa berkaitan dengan suspensi belakang. Entah mengapa jarang soal suspensi depan karena biasanya suspensi depan motor matik maxi itu sudah termasuk nyaman. Tapi entah mengapa juga, suspensi belakang nggak pernah selevel kenyamanannya.

Untuk bisa nyaman, ada dua faktor yang harus dipenuhi. Yang pertama adalah pernya harus pas. Yang kedua adalah hambatan shockbreakernya harus pas. Dan pabrikan Jepang itu mayoritas gagal dalam menentukan hambatan shockbreaker yang pas.

Perlu jadi catatan bahwa gagal yang penulis maksud adalah gagal bila diterapkan di Indonesia. Karena sepertinya insinyurnya pabrikan Jepang itu mendesain motor HANYA untuk kondisi jalan raya di Jepang. Jadi kalau untuk Jepang, desain engine mounting dan suspensi memang dijamin ok banget. Ada speed trap atau gundukan kecil di jalan bakal tidak terasa. Joss.

Tapi begitu dibawa ke Indonesia, muncullah keluhan keluhan. Dan sayangnya orang Jepangnya sana sepertinya nggak ngerti karena untuk mereka rasanya ok banget. Mungkin nggak kepikiran bahwa kondisi jalan raya di Indonesia itu amit amit. Yang kalau desain Jepang dipaksakan dipakai di Indonesia, rasanya jadi jauh lebih amit amit lagi.

Menurut penulis konsep desain nyaman ala insinyur Jepang di jalan mulus dan datar diterapkan di motor matik dalam dua bagian. Yang pertama adalah engine mounting, yang sudah cukup sering penulis bahas:
Terbukti, ganjal stopper bikin PCX 160 makin nyaman dan tidak jedak jeduk!
Testimoni apa adanya ganjal stopper NMAX, beneran makin empuk bahkan di Aerox sekalipun

Sementara itu yang dialami oleh para pemilik matik maxi Jepang terhadap suspensi standar (topiknya) adalah trik yang kedua, yaitu hambatan shockbreaker untuk kompresi dihilangkan atau sangat sangat minimal.

Mengapa mereka bisa merasakan suspensi keras di saat motor masih baru nyis dan jadi lebih nyaman ketika motor sudah jalan beberapa puluh km atau beberapa minggu?

Ini karena desain ala insinyur pabrikan motor Jepang membuat gerakan memendek suspensi tidak dihambat dan gerakan memanjangnya dihambat. Yang jadi masalah adalah kebanyakan jalan di Indonesia itu nggak seperti Jepang atau pusat Jakarta bro. Jalan disini itu perubahan jalannya kadang terjadi terus menerus. Nah kalau suspensi disuruh gerak terus dan gerakan memanjangnya dihambat ya jelas suspensi bakal makin lama makin pendek. Kalau sudah pendek ya jelas jadi kayak gerobak.

Tapi “untungnya” hambatan ini akan turun sangat drastis setelah beberapa puluh km saja. Hambatan gerakan memanjang suspensi akan berkurang banyak. Karena hambatan berkurang banyak, maka suspensi tidak akan memendek lagi ketika dipakai di jalan khas Indonesia. Sebagai hasilnya, para pemilik motor matik MAXI pun akan sangat amat puas karena suspensi sudah “break in”.

Padahal sebenarnya hambatan suspensi berkurang itu adalah tanda aus. Tanda sangat buruknya kualitas suspensi merek Jepang yang terpasang di motor. Seharusnya, suspensi yang awet itu akan tetap terjaga hambatannya seperti baru.

Tapi tentu bisa jadi juga ini adalah “teknik” yang diterapkan oleh pabrikan suspensi merek Jepang agar konsumen tidak protes. “Teknik” yang mirip dengan yang diterapkan oleh Yamaha di NMAX yang penulis beli. “Teknik” yang bikin penulis memaki maki para reviewer NMAX sebelumnya.

Yang di NMAX agak lebih “cerdas” sih. Nggak perlu nunggu “break in”. Dari awal sudah dibuat hambatan memanjangnya lemah. Sekalian ditambah dengan per yang lebih keras. Klop sudah penderitaan penulis saat pertama kali merasakan “kenyamanan” ala motor matik Maxi merek Jepang.

Mengapa penulis yakin bahwa masa “break in” bisa terjadi dalam puluhan km (beberapa orang bilangnya beberapa minggu)?

Karena istri penulis pernah ngeyel beli suspensi merek Jepang orisinil seperti bawaan motor Honda Beat. Dan kemudian 100 km atau 2 minggu setelah suspensi itu motor diganti, penulis sempat mengikuti istri penulis (yang naik Honda Beat) dari belakang (pakai NMAX). Dan terlihat bahwa suspensi yang seharusnya masih termasuk baru nyis itu tidak bisa membuat motor stabil. Motor terlihat terguncang naik turun dengan ayunan yang tidak lekas berhenti. Asli nggak seperti suspensi yang berfungsi dengan baik.

Jadi, penulis nggak heran ketika banyak yang bilang suspensi jadi terasa lebih nyaman ketika motor sudah beberapa minggu dipakai. Penulis juga yakin nyaman tersebut ketika membandingkan motor dikendarai bersama keluarga di jalan yang khas Indonesia. Jalan di kecepatan di bawah 30 km/jam atau lebih pelan lagi.

Memang, kondisi suspensi yang sudah “break in” seperti itu sangat nyaman untuk jalan rusak, jalan makadam, jalan batu atau jalan sekitarnya dukun shockbreaker. Penulis bisa kasih tip untuk mereka yang nggak sabar menunggu masa “break in”. Bisa dilakukan dengan dua cara:
1.gergaji bagian tabung suspensi belakang sampai keluar olinya
2.bor tabung suspensi belakang sampai keluar olinya

Dijamin cara itu akan bikin motor nyaman kalau untuk jalan di kecepatan 10 km/jam di jalan makadam atau jalan batu. Tapi jangan harap bisa nyaman dan aman untuk jalan lebih dari 50 km/jam di jalan yang agak bergelombang. Cari mati itu namanya.

Penulis sendiri merasa puas menggunakan desain yang bertolak belakang dari yang didesain insinyur pabrikan Jepang. Stopper engine mounting NMAX penulis sudah diganjal. Suspensi belakang pakai DBS 744. Tanpa preload tapi menggunakan 2 dumper untuk tiap suspensinya. Mau kencang atau pelan bisa stabil dan nyaman. Mau sendiri atau boncengan bisa nyaman dan aman.

Itu cara penulis. Tapi nggak bisa melarang mila merasa desain insinyur Jepang lebih tepat.

Versi video:

20 respons untuk ‘Suspensi standar harus di break in dulu baru bisa enak? Sudah ketipu itu

  1. Ganjal engine Mounting dan 2 dumper itu ada fotonya kah? Gimana cara pasangnya?

    Beat fi istri saya sejak baru rasanya tetap seperti gerobak. Solusinya apa ya?

    Suka

    • Coba shock nya yamaha xride gen 1
      Shock ini sangat empuk (saking empuknya dinaikin sendiri aja amblas hampir 2cm) tapi ga mentok ketika dipakai boncengan (tapi awas kolong mesin yang mentok)
      Reboundnya termasuk cepat, tapi ada hambatan kompresi (kalo kencang justru ga mentok, kalo pelan malah kadang mentok) dan ga goyang dipakai boncengan 80kpj

      Cuma ya setelah 6 bulan hambatannya terasa berkurang (lebih sering mentok)

      Disukai oleh 1 orang

  2. Dulu pernah ikut workshop yg di dalamnya ada demo keselamatan berkendara. liat instruktur mencontohkan bahwa,bila naek motor saat melewati jalan hambatan sperti poldur,posisi badan nya harus setengah berdiri.
    Gmn ga bahaya tu?

    Trus ada yg menyarankan bhw utk mnghindari geredeg cvt,jangan jalan slow.
    jgn slow saat lwt poldur = sakit perut + sakit pinggang.

    Bukannya menyarankan tentang pengaturan suspensi, malah menyarankan taktik gerak gerik….??

    Suka

    • wah, setengah berdiri itu teknik di motor laki yang dipaksakan di motor matik. Nggak cocok banget. Harusnya disuruh mencontohkan.

      Anjuran untuk jangan slow juga ngawur. Saya selalu selow kalau awalan ngegas dan sampai sekarang nggak pernah mengalami gerdek walau motor saya NMAX old.

      Iya, mungkin itu anjuran demi untuk menutupi cacat produk / desain.

      Suka

    • Klo di matic kena ganjulan ya jangan berdiri, justru duduk dan kaki rapat di dek (awas dengkul kena dek). Klo bebek/sport bisa berdiri. Klo matic berat di belakang.

      Suka

  3. Sekarang di NMAX baru katanya settingan shock belakang ada 2 mode keras dan empuk Pak, baru liat di youtube warung sebelah kemarin. Ga gau sih bakal enak apa engga. Belum pernah nyobain NMAX new soalnya 😃

    Suka

    • menurut saya sama saja selama dalaman masih nggak berubah. Karena itu cuma per. Dan setiap kali ada barengan NMAX new di jalan beton, kelihatan banget mereka nggak berani kencang. Pernah ada yang kencang, tapi jelas kehambat sama suspensi, karena sama nmax old bisa kekejar.

      Suka

  4. Dari dulu per DBS emang lebih empuk Pak dari pada kompetitor, bahkan yg DBS yg paling murah pun tetep empuk (ya walaupun DBS emang paling murah sih 😄) kelemahan DBS seal shocknya sering rembes/bocor. makanya saya sering beli shock belakang DBS rusak bocor buat diambil per nya buat kanibalan shock lain terutama YSS yg ampun banget kerasnya

    Disukai oleh 1 orang

  5. Pak, saya sudah beli lalu pasang DBS Z series untuk supra. Ini yang model setelannya ada di pangkal atas. Kata penjualnya kalo setelan diputer lalu pernya turun itu artinya tambah keras, dan sebaliknya.
    Nah, kalau yang dimaksud Pak Penulis dengan “Tanpa preload tapi menggunakan 2 dumper untuk tiap suspensinya”, apakah berarti tidak memutar setelan tersebut. Karena sepemahaman saya, setelan standar keluar dari box adalah paling empuk. Maka maksud Pak Penulis adalah setelan standar (paling empuk) tapi masing2 disisipkan damper. Begitukah?

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.