Tes Honda engine cleaner dengan dosis 4 kali lipat! Efeknya ke mesin


Sebenarnya dari awal motor NMAX penulis itu rencananya mau di awet awet. di sayang sayang tidak diberi yang aneh aneh. Tapi semenjak dikecewakan berat oleh buruknya kualitas oli Yamalube, jadinya sekarang NMAX jadi motor percobaan macam macam. Mulai dari dibuat coba coba oli hingga coba coba aditif minyak atsiri yang terbukti hasilnya buruk.

Dan sekarang penulis melakukan percobaan lagi menuangkan carbon clean yang namanya Honda Engine Cleaner made in Jepang.

Aslinya satu botol 250 ml seharusnya dipakai di bensin sebanyak 50 liter:

Tapi penulis coba dengan dosis setengah botol atau kira kira 100 ml ke tangki motor NMAX yang mungkin berisi 5 liter. Ini artinya dosis 4 kali lipat.

Alasan penulis melakukan ini sebenarnya sih adalah untuk menghabiskan Honda Engine Cleaner ini yang banyak tersisa. Mau dipakai sesuai dosis juga agak malas karena tenaga ngedrop ketika memakai. Jadi sekalian saja dipakai semua sekaligus. Penulis bagi ke tiga motor. Ke Beat dan Nex II sedikit, ke NMAX banyak. NMAX yang jadi percobaan.

Waktu coba ini penulis khawatir juga mesin akan mengalami mbrebet, stall, batuk batuk, dst, karena waktu coba normal tenaga berkurang. Penulis juga nggak tahu berapa oktan dari Honda Engine Cleaner. Namun ternyata kekhawatiran penulis tidak terjadi. Mesin berjalan ok ok saja.

Seperti bisa diprediksi, sentakan di rpm bawah jadi hilang. Sentakan di rpm bawah ini jadi ciri khas di NMAX ketika bensin yang dipakai kandungan energinya besar. Jadi penulis asumsikan kandungan energi di Honda Engine Cleaner sedikit. Namun daya pembersih bisa dirasakan karena sentakan di rpm menengah jadi lebih tegas. Terkesan akselerasi lebih baik, tapi kalau dipakai gas pol sebenarnya nggak narik juga, perpindahan kecepatan (lihat spedo) terasa lebih lambat. Feelingnya tarikan lebih enak, tapi kenyataan tidak.

Tidak ada perubahan dari engine brake yang sudah terasa licin dengan pemakaian Mesran SAE 40 (tanpa minyak goreng).

Sebenarnya tidak ada tanda oktan kurang. Tidak ada gejala mesin mudah mati di rpm rendah. Tidak ada gejala ngeping atau tenaga ngedrop di rpm tinggi. Tapi karena penulis agak khawatir dengan saluran pembakaran, dari sisi seal swelling, penulis pun memutuskan untuk menambahkan sekitar 2 liter bensin Shell Vpower.

Penulis nggak cari tenaga karena bagi penulis bensin vpower itu malah bikin lemah. Yang penulis cari adalah kenaikan oktan dan daya pembersih. Kalau pakai bensin BP rasanya tenaga ngedrop jauh dan daya pembersih berkurang. Apalagi kalau pakai pertamax turbo, rasanya jadi sia sia dong pakai Honda Engine cleaner.

Dan hasilnya seperti bisa diperkirakan, akselerasi jadi turun drastis. Dari feeling terasa mantap, motor terasa nyentak di rpm menengah tinggi, tapi aslinya akselerasi berkurang jauh bila melihat perubahan kecepatan di spedo. Lebih parah dari sebelumnya. Hal ini juga tercermin dari akselerasi 0-100, jadi jauh lebih parah dari yang terparah selama ini, jadi 21,0 detik. Parah.

Tapi intinya sih pakai 4 kali dosis Honda Engine Cleaner itu tidak terasa bermasalah. Mungkin karena bahan dari HOnda Engine Cleaner itu cukup baik, setara bensin. Baunya juga kayak bensin. Jadi tidak terasa penurunan oktan yang berarti.

Hal ini beda dari ketika pakai Yamalube Carbon Cleaner atau AHM Carbon Cleaner. Dengan harga sebotol yang cuma sedikit lebih murah. Dengan dosis yang jauh lebih rendah (sebotol untuk 4 liter). Keduanya bikin oktan bensin serasa berkurang ketika dipakai. Mungkin karena keduanya menggunakan kerosene sebagai campurannya? Karena baunya seperti bau minyak tanah. Entah apa bisa dicari datasheetnya.

Semua mengurangi tenaga, tapi yang dua terakhir jauh lebih parah.

4 respons untuk ‘Tes Honda engine cleaner dengan dosis 4 kali lipat! Efeknya ke mesin

  1. Pak coba bahas seputar sepeda motor listrik yg sudah lumayan berkembang biak,bahas seputar perawatan mesin,upgrade mesin,engine brake,biaya pajak tahunan,dll karena saya juga kesengsem sama sepeda motor listrik

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.