STNK motor listrik dipengaruhi top speed dan bayangan rasanya punya motor listrik?


Sekarang ini motor listrik sudah ada cukup banyak di pasaran. Bagaimana sih rasanya mempunyai motor listrik? Contoh motor United:

Salah satu yang menjadi perhatian rider motor bensin biasanya adalah STNK. Ternyata STNK itu selain listrik, juga ada aturan top speed juga. Disebut kalau top speed kurang dari 25 km/jam, nggak perlu ada STNKnya karena dianggap seperti sepeda kayuh:

Bagaimana sih rasanya punya motor listrik. Sebenarnya ini bisa tercermin di grupnya pemilik motor listrik seperti misalnya:
KOSMIK Indonesia (Komunitas Sepeda/Motor Listrik Indonesia)

Yang penulis tangkap di grup tersebut, yang jadi perhatian utama adalah baterai, baterai dan baterai. Lalu berikutnya masalah masalah terutama berkaitan dengan kualitas seperti misalnya dari bodi, ban, suspensi dan elektronik.

Karena memang wajar sih, orang selalu cari yang paling murah. Dan motor listrik itu sebenarnya adalah motor mahal. Apalagi karena selama beberapa puluh tahun ke depan sepertinya kita tidak akan mendapat motor listrik yang sudah disubsidi. Aturan sudah ada tapi rasanya masih mustahil untuk bisa terlaksana dalam waktu dekat. Karena subsidi baru akan diberikan bila kandungan lokalnya banyak. Padahal industri komponen motor listrik bisa dibilang masih belum ada di Indonesia.

Ho oh, sepertinya ada yang sudah memulai, tapi sepertinya made in Japan semua. Jadi sepertinya bisa dipastikan bahwa motor listrik versi “lokal” nanti baik after salesnya ataupun harganya, bisa dipastikan pakai standar Jepang. Bayangkan saja PCX Electric 160.

Padahal harga motor listrik sekarang saja tidak bisa dibilang murah. Untuk model yang agak kencang harganya sudah menyamai Vario 150, dengan performa dan daya jangkau yang jauh di bawahnya. Dan itu sumber utamanya dari baterai.

Keterbatasan kapasitas baterai membuat kecepatan motor harus dibatasi. Keterbatasan kapasitas baterai membuat motor listrik sulit menempuh jarak yang jauh. Versi yang touringnya pun sepertinya maksimal 100 km, dengan harga motor mendekati harga NMAX.

Repotnya, kalau pilih yang bisa kencang atau jarak jauh, waktu charging bakal jadi kendala lain. Karena waktu charging bisa jam jaman. Makin besar baterainya, makin besar waktu chargingnya. Jelas bukan kendaraan cocok untuk ojek kecuali ada gerai khusus bisa beli baterai isi ulang (yang sekarang mulai berkembang).

Mungkin itulah alasan mengapa kalau di grup KOSMIK lebih banyak dilihat motor listrik yang top speednya rendah, yang sekitar 25 km/jam. Walau bisa jadi karena harga lebih murah juga. Tapi kendalanya bila terlalu murah maka bisa jadi motor tidak kuat menanjak. Jadi hal yang perlu jadi pertimbangan

Baterai ini juga yang menjadi salah satu sasaran modifikasi. Bagaimana caranya jarak jangkau bisa lebih jauh. Yang berikutnya adalah bagian penggeraknya dan controllernya, bagaimana bisa lebih kencang. Yang lain sama sih, seperti misalnya kenyamanan dan reliabilitas. Kenyamanan faktor penting karena harga yang murah dan fokus desain yang mengharuskan ringan. Yang paling kelihatan adalah ban yang kecil:

Kalau kecepatan charging sih sepertinya nggak dengar ada yang berani modif.

Untuk perawatan, sepertinya banyak yang bersyukur karena tidak ada keharusanservis periodik atau ganti oli periodik. Tapi ada keluhan yang sangat besar itu adalah dari penggantian baterai dari motor listrik, yang harganya jutaan. Kalau tidak salah mulai dari 4,5 juta harga second sampai 8 juta untuk yang paling baru untuk kelas topnya. Yang murah pun antara 1,5 sampai 3 juta.

Harga menjadi mahal ketika baterai ini butuh diganti tiap 1,5 sampai 3 tahun. Harga baterai ini sepertinya jadi salah satu hal yang bikin motor listrik dianggurkan.

Kita bisa pakai contoh harga baterai dari motor listrik gesits. Tidak pakai acuan harga baterai PCX Electric karena rasanya bakal bikin ngeri. Harganya adalah 7,5 juta:

Ingat bahwa gesits butuh 2 baterai bila ingin jarak jangkau bisa 100 km. Total butuh 15 juta. Nambah sedikit bisa beli motor bensin. Ini jadi contoh yang wajar mengapa ada yang bisa beli motor listrik bekas dengan harga cuma 1 juta.

Karena memang kalau baterai sudah rusak, untuk bikin hidup butuh biaya tidak murah. Ini beda dari motor bensin bekas yang walau akinya sudah soak, masih bisa laku minim setengah harga kalau sudah tiga tahun. Seringnya bisa 80%.

Jadi jelas bahwa motor listrik itu bukan motor murah. Kalau dihitung, 15 juta per tiga tahun itu sama dengan 415 ribu per bulan. Itu masih lebih mahal dari biaya servis Honda sekalipun. Apalagi kalau selama punya motor memilih untuk malas servis.

Namun dari sisi baiknya, walau sebelumnya penulis sering membahas soal bahaya baterai motor listrik. Di grup kosmik sepertinya tidak ada cerita serem seperti itu. Syukurlah.

Jadi sepertinya memelihara motor listrik itu harus perhatian sama baterai. Repotnya caranya juga beda dari mesin bensin. Suhu charging atau saat dipakai harus diperhatikan. Motor harus dijaga jangan sampai sering kehabisan baterai atau dibiarkan habis baterainya.

17 respons untuk ‘STNK motor listrik dipengaruhi top speed dan bayangan rasanya punya motor listrik?

  1. Di Petric Bike bisa dikatakan bengkel sekaligus spesialis motor listrik Pak, banyak Selis atau Molis pada upgrade disana, malah motor ICE dirubah ke ke listrik, bikin MoLis drag bike timenya tembus 7.5 detik kalo gasalah
    Pengen sih punya motor listrik buat pemakaian dalam kota, tapi ya itu topspeed rendah plus jarak tempuh ya gitulah jadi dilema, apalagi harganya lumayan mahal ngecasnya juga lama 😄
    Kalo ngerakit sendiri jadi ga legal karna ga ada STNK, padahal kalo ngerakit sendiri power sama jarak tempuhnya bisa diriset sendiri

    Suka

    • Sip terima kasih infonya. wah mantap sampai buat drag bike juga. iya, motor listrik sekarang masih banyak kelemahan.

      Untuk rakit sendiri pun biayanya bisa untuk beli yang sudah jadi bila tambah sedikit

      Suka

      • Iya Pak, tapi lebih puas aja sih kalo ngerakit 😄 ada rencana bikin Molis tapi terkendala part baterai nya, saya pindah dari jogja ke kalimantan barat lumayan ribet beli barang (beli ongkir gratis barang 😄) soalnya baterai li-po ditolak bandara kalo gasalah
        Andai bikin MoLis handmade bisa bikin STNK pasti enak tapi kayaknya ga mungkin hehe 😃

        Suka

        • Iya ya, baterai itu sulit transportnya. Pakai yang truk juga tidak bisa?

          repot juga soal STNK ini. Mestinya bisa dimintakan. Tapi entah apa perlu ada uji tipe segala. Kalau ada uji tipe, bakal mahal.

          Suka

  2. Sebelumnya terima kasih pak sudah di buatkan artikelnya……percaya kalo motor listrik bakal berkembang biak kalo pemerintah serius menggarap motor listrik dari semua sisi

    Nah pertanyaannya kalaupun motor listrik sekarang ini makin lama makin banyak berarti karena faktor apa ? tren,ikut ikutan meski harga lumayan,penasaran atau jaman ?

    Suka

    • sama sama. Iya, sayangnya pemerintah masih menghambat pengembangan motor listrik dengan menunggu investor investasi. Padahal sebenarnya dengan menghapus pajak impor komponen sudah akan sangat membantu.

      Makin banyak sepertinya lebih karena penasaran. Tapi ragu apakah bisa langgeng atau tidak.

      Suka

  3. Suwun pak, sudah ada artikelnya.
    Udah pernah test drive merek baru ada promo harga 24jt, tapi harga batre 60v 20 ampere 10 jt. Top speed pake gear 3 58 kpj.
    Ngeri jg ga ada suara derungan mesin..
    Mengenai non stnk…
    1. Tau darimana petugasnya kalo kecepatan max 25 kpj
    2. Tau darimana petugasnya jika drivenya di modip
    3. Jika ada kayuhan, apakah masi stnk

    Suwun kang

    Suka

    • sama sama. Wah mahal juga baterainya ya. gir 3 maksudnya setelan kecepatan 3 ya. Iya, tanpa suara jadi ngeri kalau jalan kencang.

      Yang non stnk itu mungkin di tes yang versi standar. kalau dimodif nggak bakalan tahu kayaknya. Yang pakai kayuhan pun masih kena mestinya karena pertimbangannya bukan karena ada kayuhan tapi ada penggerak listriknya.

      Suka

    • Yang ada kayuhan ya namanya selis alias sepeda listrik, syarat lain gas statis (ga bisa di gas) dan kecepatan max rendah

      Suka

  4. konon katanya tahun 2045 Indonesia stop penjualan kendaraan berbahan bakar minyak. berarti 24th lagi, apakah benar² siap?

    Suka

  5. Saya selalu berfikir kalo motor listrik cuma cocok di perkotaan atau daerah yg transportasi umumnya maju. Daerah2 terpencil mungkin sangat terkena dampak negatif nya. Sekali lagi perkaranya bukan cuma sekedar dari bensin menjadi listrik, tapi seluruh sendi2 kehidupan bermasyarakat kita.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.